Pinjaman Online

Tips Memilih Pinjaman Online yang Baik Sehingga Kondisi Keuangan Tetap Aman

Kini, pinjaman online lebih mudah untuk dilakukan daripada pinjaman konvensional. Meski persyaratan yang diberikan cukup mudah, kamu tetap harus waspada agar tak terjebak dalam pinjaman online. Untuk itu, sebelum meminjam uang secara online, simak dulu tips memilih pinjaman online yang baik.

Baca Juga : Jangan Sampai Ketipu! Ini Nih 3 Ciri Pinjaman Online Ilegal

Terdapat berbagai penyedia jasa pinjaman online yang dapat kamu coba, seperti bank atau pun non-bank. Namun, sebaiknya sebelum tergiur dengan tawaran pinjaman online, kamu harus memahami risikonya dan jangan terburu-buru mengajukan jumlah nominal.

Berikut 10 Tips Memilih Pinjaman Online

Butuh uang cepat? Sebaiknya perhatikan dulu tips berikut:

1. Terdaftar di OJK

logo ojk - tips memilih pinjaman online yang baik

Tips yang paling mendasar ketika mengajukan pinjaman online adalah memastikan bahwa perusahaan tersebut telah terdaftar di OJK. Kamu bisa mengecek dan mengetahui informasi perusahaan di OJK dan AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia).

Tercatat hingga 30 Maret 2021, OJK merilis 147 fintech yang terdaftar dan berizin OJK di Indonesia. Di antara jumlah itu, hanya ada 46 perusahaan yang memiliki izin resmi dari OJK, artinya layak untuk mengajukan pinjaman. Mulai dari Kredit Pintar, PinjamanGo hingga Pinjam Modal.

Fintech yang telah terdaftar di OJK tentu telah mengikuti seluruh aturan operasional yang diwajibkan, seperti proses penagihan yang dilakukan dengan manusiawi, data-data pribadi nasabah yang aman dan terlindungi, dan perhitungan bunga yang tepat.

2. Syarat yang Mudah

syarat pinjol mudah - tips memilih pinjaman online yang baik

Tips memilih pinjaman online yang baik adalah syaratnya yang lebih mudah daripada kredit konvensional. Umumnya, kamu hanya akan diminta KTP, swafoto bersama KTP, foto slip gaji, dan foto NPWP.

Oleh karena itu, kamu harus waspada jika ada pinjaman online yang meminta persyaratan tak wajar, seperti meminta foto kartu kredit secara terus menerus. Pasalnya, tiga digit nomor di belakang kartu kredit tak boleh diketahui orang lain.

Selain itu, ada pula yang mengharuskan pembayaran di muka sebelum pinjaman cair. Hal ini jelas tidak ada dalam aturan OJK sehingga perlu dilaporkan jika kamu menemukan keanehan tersebut.

Syarat aneh lainnya adalah diminta akses data dari ponsel, seperti informasi kontak pribadi hingga foto/gambar di galeri HP. Umumnya, Fintech legal hanya akan meminta syarat izin akses kamera dan lokasi untuk melindungi konsumennya.

3. Pelajari Hitungan Biaya

pelajari hitungan biaya - tips memilih pinjaman online yang baik

Salah satu keuntungan dari menggunakan pinjaman online adalah kamu dapat mencairkan dananya langsung. Bahkan pencairan dana ini jauh lebih singkat daripada pengajuan pinjaman di bank yang membutuhkan proses survei dan keputusan berminggu-minggu.

Namun, kamu tetap waspada di balik pencairan dana yang cepat. Pasalnya, tak jarang terdapat biaya yang dibebankan ke nasabah. Mulai dari provisi atau tanda jasa persetujuan pinjaman dan uang administrasi yang akan memotong jumlah pencairan dana tersebut.

Pinjaman online yang legal akan memberikan informasi sedetail mungkin, termasuk mengenai potongan biaya. Sebaliknya, pinjaman online illegal tidak akan memberikan informasi detail terkait potongan biaya tambahan sehingga dana yang cair telah dipotong luar biasa besar.

Misalnya, kamu mengajukan Rp1 juta, tetapi dana yang cair dalam rekening hanya Rp400-600 ribuan saja. Sementara nasabah harus membayar sebesar Rp1,2 juta. Pinjaman online seperti ini tak layak sebagai pengajuan pinjaman.

4. Aplikasi dan Website Aman

aplikasi web aman - tips memilih pinjaman online yang baik

Tips memilih pinjaman online yang baik lainnya adalah penyedia jasa harus memiliki website yang terjamin keamanannya. Hal ini karena terdapat beberapa langkah pengamanan pada situs dan database untuk menjamin perlindungan data nasabah.

Selain itu, penyedia pinjaman online harus lolos audit dan sertifikasi ISO teknologi informasi dari lembaga yang berwenang. Hal ini untuk memastikan keamanan data konsumen yang menjadi prioritas utama perusahaan.

Untuk mengetahui keamanan dari situs perusahaan, kamu bisa melihatnya dari logo gembok yang terpasang di sebelah kiri atas. Hal tersebut bisa menjadi salah satu indikasi bahwa aplikasi atau website penyedia pinjaman online itu aman dan terpercaya.

5. Pinjam Sesuai Kemampuan

sesuai kmmpuan - tips memilih pinjaman online yang baik

Seseorang tentu akan senang ketika dana yang diinginkan langsung cair. Sayangnya, beberapa orang hanya tergiur dengan dana yang diterima tanpa memikirkan mengenai tagihan yang akan dimiliki. Padahal, bagaimana pun pinjaman tersebut harus dikembalikan dan dilunasi tepat waktu.

Pinjamlah sesuai dengan kemampuan agar bisa membayar saat waktu yang tepat sehingga tak perlu membayar denda karena terlambat.

Pinjaman online yang legal tentu akan memberikan informasi secara detail dan teliti terkait penagihan. Mulai dari tanggal jatuh tempo, jumlah bunga yang diberikan, denda yang dibebankan ketika telat membayar, dan penalti yang diberikan ketika nasabah membayar lebih cepat.

Beberapa penyedia pinjaman online memiliki pilihan cicilan bagi nasabahnya untuk melunasi tagihannya. Umumnya, prosedur cicilan bisa dilakukan 2-3 kali. Namun, kamu harus mengetahui jika semakin lama tenor tagihan yang diberikan dan cicilan yang dipilih membuat tagihan yang harus dibayar jauh lebih besar. Oleh karena itu, segera bayar pinjol jika sudah memiliki uang.

6. Memberi Tahu Besaran Bunga

besaran bunga - tips memilih pinjaman online yang baik

Tips memilih pinjaman online yang baik lainnya adalah dengan mengetahui besaran bunga yang sebenarnya. Pinjaman online legal akan sangat terbuka dalam memberi tahu proses pengajuan yang jelas dan jumlah besaran bunga yang harus dibayarkan.

Selain itu, perusahaan atau penyedia pinjaman online tersebut juga akan menjelaskan waktu dan tempo pembayaran sampai hal-hal yang berakibat pada pengambilan aset atau cara menagih terhadap nasabahnya.

Selain itu, cara penagihan yang baik juga tidak akan mengganggu privasimu dan orang terdekat. Pasalnya, data pribadi yang terdapat pada kontak tak akan dihubungi secara sembarangan untuk menagih hutang.

7. Memiliki Layanan Konsumen

layanan konsumen - tips memilih pinjaman online yang baik

Sebaiknya, pilihlah perusahaan atau penyedia pinjaman online yang memiliki layanan konsumen jelas dan mudah dihubungi saat mengajukan pinjaman. Misalnya, alamat kantornya atau melalui email, nomor telepon, atau nomor WhatsApp.

Hal ini untuk memudahkan nasabah agar mendapat respon yang cepat. Layanan pinjaman online yang jelas tentu akan mudah dihubungi. Sebaliknya, pinjaman online illegal tak memiliki layanan konsumen dan sebisa mungkin menutupi identitasnya.

8. Memahami Prosedur Pencairan

prosedur pencairan - tips memilih pinjaman online yang baik

Paham dengan prosedur pencairan merupakan salah satu tips memilih pinjaman online yang baik yang perlu kamu perhatikan. Kebanyakan penyedia pinjaman online memberikan jaminan pencairan yang cepat. Ada yang hanya hitungan hari, bahkan hitungan menit.

Meski waktu pencairan dana bisa sangat cepat, kamu tetap membutuhkan waktu untuk menunggunya. Ada yang dari tahap verifikasi hingga pencairan hanya dalam beberapa jam saja, namun ada pula yang sampai berhari-hari.

Sayangnya, bagi kamu yang membutuhkan dana dengan cepat dan harus menunggu berhari-hari tentu akan merasa rugi. Oleh karena itu, kamu perlu mengecek prosedur atau mengetahui pengalaman nasabah lain saat proses pencairan dana.

Selain itu, beberapa Fintech menerapkan syarat bahwa rekening bank yang digunakan harus sama dengan identitas nasabah. Bahkan, ada pula perusahaan pinjaman online yang mencairkan dananya melalui dompet digital atau rekening bank tertentu. Oleh karena itu, kamu harus teliti.

9. Coverage Area

coverage area - tips memilih pinjaman online yang baik

Meski pelayanannya dilakukan secara online, perusahaan pinjaman online juga memiliki batas coverage area atau daerah jangkauan. Ada sebagian Fintech yang hanya memberikan pelayanan untuk sekitar Jabodetabek saja. Namun, tak sedikit pula yang sampai luas hingga luar Jawa.

Namun, ada pula Fintech yang memberikan layanan merata untuk seluruh kota di Indonesia. Pasalnya, dengan jangkauan yang luas inilah mereka dapat menjangkau nasabah dari berbagai kalangan.

10. Pahami Kontrak Pinjaman

kontrak pinjaman - tips memilih pinjaman online yang baik

Sebelum menerima pencairan dana, kamu perlu memahami isi dari kontrak pinjaman online tersebut. Kamu bisa mengajukan pertanyaan jika ada hal yang belum jelas.

Pasalnya, dalam kontrak tersebut diatur segala hak dan kewajiban kamu sebagai nasabah. Bentuk kontrak pinjaman online ini pun bisa bervariasi. Mulai dari yang simple untuk pinjaman dana tunai dalam jangka waktu pendek hingga yang rumit untuk usaha.

Kini, tak sedikit usaha Fintech yang menawarkan pinjaman online untuk masyarakat. Hal ini sebagai alternatif untuk mendapatkan kredit dan dana selain melalui bank atau Lembaga keuangan konvensional lainnya.

Kamu bisa mencoba mengajukan ke Fintech untuk melakukan pinjaman online dan mendapatkan dana. Namun, kamu perlu memahami tips memilih pinjaman online yang baik agar tetap aman sekaligus dapat mencairkan dana dengan cepat dan mudah sesuai kebutuhan.

Baca Juga : Yuk ketahui 16 Bunga di Pinjaman Online Kurang dari 5%

Ingatlah untuk menggunakan uang pinjaman online itu dengan penuh tanggung jawab termasuk mengikuti prosedur yang ada.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *