Pinjaman Online

Jabaran Pinjaman Uang Online Resmi Izin OJK yang Perlu Kamu Tahu

thumb jabaran pinjol - pinjaman uang online resmi izin ojk

Kegiatan peminjaman uang atau hutang terkadang sudah menjadi bagian dari bentuk pemenuhan kebutuhan produktif maupun konsumtif. Jika terpaksa harus meminjam uang, sebaiknya hindari pinjaman online yang tak berizin dan gunakan jasa pinjaman uang online resmi izin OJK.

Baca Juga : Jangan Sampai Ketipu! 3 Ciri Pinjaman Online Ilegal yang Harus diKetahui

Pinjaman uang online yang tak berizin alias ilegal biasanya memang menawarkan kemudahan yang menggiurkan, namun sejatinya hal tersebut merupakan jebakan. Demi keamanan nasabah, perlu adanya semacam kesepakatan sebagai jaminan dan pelindung, baik bagi nasabah maupun pihak pemberi hutang.

Pinjaman Uang Online Resmi Izin OJK Lebih Lanjut

Untuk menghindari adanya teror pinjaman uang yang tidak diinginkan dari debt collector, masyarakat yang melakukan pinjaman uang disarankan untuk menghindari jasa fintech lending yang tak resmi. Pasalnya, hal ini dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan setelah melakukan peminjaman.

Hal-hal horor yang biasa nasabah dapatkan jika menggunakan jasa peminjam uang ilegal meliputi bunga tinggi, pembayaran tinggi, jangka waktu sempit, hingga seringnya teror penagihan yang tidak beretika. Maka dari itu, masyarakat dihimbau untuk menggunakan jasa fintech resmi izin OJK.

1. Penjelasan Singkat Pinjaman Uang Online

Pada dasarnya, pinjaman adalah hutang dengan melibatkan distribusi ulang aset keuangan dengan wujud benda fisik dalam rentang waktu tertentu yang telah disepakati oleh pihak pemberi dan pengguna jasa pinjaman.

Jadi, pemberi hutang memberikan sejumlah uang kepada peminjam dan harus dibayarkan kembali dengan tambahan biaya atau bunga hutang kepada pemberi hutang secara berkala atau mengangsur dengan bunga.

Yang namanya meminjam, pasti harus ada etika agar salah satu pihak tidak bertindak semena-mena. Maka, pengguna jasa pinjaman uang akan mendapat berbagai batasan berupa syarat pinjaman yang diberikan secara tertulis.

Umumnya, pelaku usaha memerlukan pengetahuan tentang produk bank maupun lembaga pembiayaan lain untuk mendukung usaha mereka. Pengetahuan tersebut juga bisa menjadi informasi penyesuaian produk pinjaman dengan profil dan kondisi usaha mereka.

Kegiatan peminjaman uang pun dapat dilakukan pihak lain yang bertujuan untuk memenuhi suatu kebutuhan dengan jumlah dana yang diperlukan berada di luar kapasitas peminjam pada masa itu. Meski demikian, apapun tujuannya, bijaklah dalam mengatur keuangan.

2. Alasan Orang Meminjam Uang

Meminjam uang kadang menjadi kebutuhan ketika uang sedang sangat diperlukan. Tak ada yang senang dengan berhutang, tapi ada beberapa alasan orang menggunakan jasa pinjaman uang untuk memenuhi kebutuhan sebagai berikut:

  • Sebagai modal bisnis
  • Untuk membayar uang muka pembelian suatu properti
  • Sebagai biaya renovasi
  • Sebagai biaya pengobatan
  • Sebagai biaya pendidikan
  • Untuk menutup hutang yang lain, sebagai contoh pemakaian kartu kredit

3. Macam-Macam Tempat Pinjaman Uang Terdaftar OJK

Tongam L. Tobing, seorang Ketua SWI (Satgas Waspada Investasi) dalam Kompas.com menuturkan bahwa masyarakat dihimbau untuk melakukan peminjaman uang hanya melalui fintech lending resmi yang terdaftar dalam Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Untuk informasi lebih lanjut terkait fintech yang terdaftar di OJK, masyarakat dapat mengecek melalui laman ojk.go.id. Berikut beberapa nama yang terdaftar sebagai fintech legal terdaftar OJK:

  1. Danamas
  2. Dompet Kilat
  3. Investree
  4. KIMO
  5. Kredit Pintar
  6. Finmas
  7. MEKAR
  8. KREDIT PRO
  9. AdaKami
  10. FINTAG
  11. Indodana
  12. Singa
  13. DanaRupiah
  14. ALAMI
  15. AwanTunai
  16. Cicil
  17. UangMe
  18. KREDITO
  19. GRADANA
  20. KreditFazz
  21. Dana Syariah
  22. Berdayakan Usaha Indonesia
  23. Artha Permata Makmur
  24. Pinjaman Kemakmuran Rakyat
  25. Shopee Pay Later

Agar lebih yakin dengan status izinnya, Kamu dapat mengecek di laman ojk.go.id atau menghubungi kontak OJK dengan nomor telepon 157 atau WhatsApp dengan nomor 081-157-157-157. Pastikan status izin penawaran jasa sebelum menggunakannya.

4. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Meminjam Uang Online

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan yang dilansir oleh CNBC Indonesia, permintaan pinjaman uang online meningkat hampir 8% pada awal tahun 2020 seiring dengan maraknya kasus pandemi Covid-19.

Selama pandemi, banyak perusahaan yang melakukan perampingan pegawai akibat bisnis merugi sehingga marak terjadi PHK dimana-mana. Hal ini juga berakibat pada meningkatnya jumlah permintaan pinjaman uang online untuk bertahan di tengah kondisi pandemi.

Banyaknya minat masyarakat terhadap jasa pinjaman uang online ini tentu juga akan sejalan dengan usaha pemilik jasa pinjaman untuk menarik nasabah sebanyak mungkin dengan beragam bentuk iming-iming. Dalam kasus ini, pinjaman uang online ilegal.

Fintech atau jasa peminjaman uang yang tidak resmi biasanya dikemas dengan iming-iming proses cepat, bunga rendah, jangka waktu angsur lebar dan hal-hal menggiurkan lainnya yang terkadang tidak masuk akal, too good to be true.

Berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum memutuskan untuk melakukan pinjaman uang online resmi izin OJK sekalipun:

a. Mengukur Kondisi Finansial

Sebelum meminjam uang, tinjau terlebih dahulu keadaan finansial pribadi atau jenis usahamu. Setidaknya, cicilan dari hutang yang akan Kamu pinjam tidak boleh lebih dari 30 persen atau sepertiga dari total pemasukan Kamu.

Contohnya, jika pemasukan Kamu sebesar 1 juta per bulan, maka batas besaran untuk menyicil uang pinjaman adalah 300 ribu rupiah untuk tiap bulan. Hal ini bertujuan untuk membantu Kamu agar tidak merasa terbebani dengan besarnya jumlah cicilan.

Apabila cicilannya ringan, kebutuhan dasar tetap bisa terpenuhi sembari melunasi hutang. Di bagian ini, banyak orang yang terjebak dengan cicilan berat akibat kurangnya pertimbangan dan kesadaran akan kondisi finansialnya.

b. Memilih Jasa Pinjaman dengan Selektif

Banyak sekali fintech yang menawarkan berbagai tawaran menarik untuk meraup banyak konsumen, seperti kemudahan proses, pencairan cepat, bunga rendah, dan lain sebagainya. Nyatanya, hal tersebut tak jarang hanya menjadi iming-iming belaka.

Untuk itu, masyarakat perlu memahami pentingnya memilih layanan pinjaman uang resmi yang sudah terbukti mendapat izin operasional dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Sebelum meminjam, luangkan waktu Kamu untuk riset sejenak terkait fintech yang dituju.

Biasanya, lembaga peminjam legal memiliki laman resmi sebagai identitas dan tempat promosi. Kamu dapat meninjau profil lembaga, kinerja, testimoni pengguna atau dapat menghubungi langsung kontak lembaga untuk klarifikasi lebih lanjutnya.

c. Membaca Syarat dan Ketentuan Secara Teliti

Selanjutnya, setelah yakin dengan hasil riset fintech atau lembaga peminjam yang dituju, Kamu masih perlu mempertimbangkan hal penting lain, yakni bagian syarat dan ketentuan. Biasanya, banyak orang malas membaca bagian ini karena penjelasannya terlalu banyak.

Namun, meminjam uang adalah hal besar yang setiap prosedurnya tidak boleh disepelekan. Kamu akan merugi nantinya jika kurang teliti meninjau syarat dan ketentuan.  Maka dari itu, baca bagian ini dengan teliti sebelum mempercayakan keputusanmu pada jasa tertuju.

d. Minta Pendapat Kerabat yang Lebih Paham

Sudah yakin dengan kredibilitas profil lembaga dan sudah sreg dengan syarat dan ketentuannya, tapi masih belum sepenuhnya yakin untuk melakukan peminjaman uang di lembaga tersebut?

Kamu dapat meminta pendapat kerabat atau orang lain yang lebih paham dengan proses peminjaman uang online atau orang yang pernah menggunakan jasa peminjaman di lembaga tersebut.

Melalui konsultasi dengan beberapa pihak, maka akan lebih membuka wawasan Kamu untuk bisa meyakinkan diri sendiri apakah akan lanjut meminjam di lembaga yang sama, berganti lembaga lain atau bahkan membatalkan keinginan untuk meminjam uang.

5. Resiko Pinjaman Uang Online

Dibalik setiap kemudahan, pasti ada beberapa resiko yang harus dikorbankan. Masalahnya, apakah resiko tersebut sepadan dengan yang akan didapatkan dan layak untuk dipenuhi? Begitu pula dengan penggunaan jasa pinjaman uang online, ada sejumlah risiko yang perlu Kamu dicermati.

a. Bunga Tinggi

Biaya peminjaman dari meminjam uang online relatif tinggi. Tingginya bunga setiap lembaga pinjaman uang berbeda-beda tergantung kebijakan dan alasan mereka. Salah satu alasan penerapan bunga tinggi adalah karena adanya kemudahan dan kecepatan persetujuan.

b. Plafond Besaran Pinjaman Kecil

Kemudahan akses, syarat, serta kecepatan yang ditawarkan selain berimbas pada penetapan bunga yang tinggi, juga berimbas pada kecilnya besaran plafond yang ditawarkan. Dengan kata lain, peminjam tidak bisa meminjam uang dalam jumlah besar.

c. Eksposur Data Pribadi

Demi kepentingan pengajuan pinjaman uang online, nasabah diminta untuk mengisi berbagai informasi data pribadi sebagai jaminan reputasi. Tentu saja hal ini tergantung pada kesediaan masyarakat apakah berkenan jika data pribadinya diketahui lembaga atau tidak.

Baca Juga : Anti Ribet! Jasa Pinjaman Online Terbaik Langsung Cair 2021

Bagi masyarakat yang butuh dana cepat, pinjaman uang online resmi izin OJK siap menjadi jalan pintas pemecahan masalahnya. Alangkah baiknya untuk melakukan pertimbangan matang terlebih dahulu sebelum menyetujui kesepakatan peminjaman dengan lembaga manapun yang Kamu tuju.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *