Pinjaman Online

15 Resiko Pinjol Ilegal yang Harus Diketahui Sebelum Melakukan Pinjaman

Resiko pinjol ilegal - Pinjaman Online Ilegal

Pinjaman online yang ilegal akhir-akhir ini semakin marak. Bagi sebagian orang, tawaran ini bisa sangat menggiurkan. Ada berbagai macam resiko pinjol ilegal yang harus kamu ketahui. Dengan begitu, kamu tidak akan tergiur dengan tawaran mereka apalagi sampai terlilit utang.

Macam-Macam Resiko Pinjol Ilegal

Bunganya sangat tinggi

Resiko pinjol ilegal - Bunga yang tinggi

Pinjol yang ilegal seringkali memberlakukan bunga yang tinggi. Bagi orang awam, mereka cenderung mengambil pinjaman tanpa memperhatikan hal ini. Pinjaman online yang ilegal memasang bungga hingga lebih dari 10% bahkan memberlakukan bunga harian yang berkelipatan.

Platform yang ilegal juga mengabaikan sistem kredit skor yang memang harus digunakan untuk menetapkan bunga. Mereka memasang persentase bunga seenaknya saja. Jadi, pertimbangkan hal ini baik-baik. Bunganya bahkan bisa berbunga lagi yang mengakibatkan utang bertambah banyak.

Ada biaya pendaftaran

Resiko pinjol ilegal - Biaya Pendaftaran

Selain bunga yang tinggi, pinjaman online yang ilegal juga seringkali memberlakukan biaya pendaftaran. Biaya pendaftarannya juga sangat tinggi dan tak sebanding dengan uang pinjaman. Tak jarang mereka sampai mematok hingga Rp200.000,00 untuk pinjaman yang hanya Rp2.000.000,00.

Itu sebabnya kamu perlu mempertimbangkan hal ini kembali. Kamu sedang membutuhkan uang. Biaya pendaftaran yang tinggi malah hanya akan merugikan kamu. Namun ada juga yang melakukan pemotongan uang pinjaman sehingga uang yang kamu dapatkan tidaklah utuh.

(Baca Juga: Cara Menggunakan Pinjaman Online Bagaimanakah Cara yang Tepat?)

Administrasi bulanan tinggi

Resiko pinjol ilegal -Administrasi

Tak memungkiri jika pinjaman online memang menerapkan biaya administrasi setiap bulannya. Itu sebabnya, peminjam tak hanya membayar pokok dan bunga saja. Hanya, biaya administrasi ini memiliki persentase yang berbeda sesuai dengan kebijakan platform.

Resiko pinjol ilegal yang kamu hadapi adalah biaya administrasi yang sangat tinggi. Mereka bisa mematok biaya hingga lebih dari 5%. Sementara pinjol resmi hanya memasang persentase di bawah 1%. Kamu akan rugi karena makin banyak jumlah yang harus kamu bayarkan.

Tenor yang terbatas

Resiko pinjol ilegal - Waktu Pinjaman

Pinjol yang ilegal biasanya memiliki tenor yang sangat terbatas. Jenis pinjaman untuk nasabahnya tidak dibedakan sesuai dengan kebutuhan. Mereka hanya menyediakan pinjaman dengan opsi yang sedikit, begitu pula dengan pilihan tenor yang ditawarkan.

Banyak pinjol ilegal yang tentunya meraup keuntungan yang semena-mena. Mereka memberlakukan tenor 1 bulan atau paling banyak hanya 3 bulan saja. Sementara perhitungan bunganya pun tak disesuaikan dengan tenor. Tentunya hal ini akan sangat memberatkan kamu.

Jumlah pinjaman yang dipotong

Resiko pinjol ilegal - Potongan Pinjaman

Risiko pinjol ilegal yang umum terjadi adalah pemotongan jumlah nilai pinjaman. Kamu harus siap saat platform memberlakukan hal ini. Ada yang menyatakan bahwa pemotongan adalah biaya registrasi, namun ada pula platform yang menganggap bahwa ini adalah uang administrasi.

Nilai pemotongannya juga tergolong cukup besar dan dimulai dari 5%. Bahkan ada juga platform pinjol ilegal yang memotong hingga 20%. Hal ini tentunya akan mencekikmu. Belum lagi perhitungan bunganya didasarkan pada jumlah dana yang dipinjam sebelum diberlakukan potongan ini.

Data pribadi tidak aman

Resiko pinjol ilegal - Data pribadi tidak aman

Syarat utama dalam pinjaman online adalah dengan menyerahkan data pribadi seperti KTP, NPWP hingga nomor rekening bank. Sayangnya, banyak orang jahat yang mencuri data pribadi seperti ini termasuk pinjol ilegal. Pencurian data umumnya disalahgunakan tanpa persetujuan.

Kerugian ini akan dialami oleh peminjam. Misalnya saja mereka bisa menggunakan data kamu untuk mengajukan kredit di bank. Apalagi mereka sudah memegang lengkap semua datamu. Tak heran banyak kejadian orang yang ditagih utang padahal tak merasa pernah meminjam apapun.

Resiko Pinjol Ilegal Lainnya

Tidak transparan

Tak aneh jika mereka memberlakukan bisnis secara tidak transparan. Di awal registrasi, mereka tidak mencantumkan syarat dan ketentuan. Mereka hanya akan memajang limit peminjaman serta jumlah bunga. Padahal ada kemungkinan lain seperti uang administrasi dan uang pendaftaran.

Tidak transparannya sistem akan sangat merugikan kamu sebagai peminjam dana. Mereka akan dengan seenaknya menaikkan bunga atau menagih uang yang tak sesuai dengan cicilan. Kamu pun tak akan bisa mengelak karena sudah setuju di awal peminjaman dana.

(Baca Juga: Simak Yuk, Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Pinjaman Online)

Tidak di bawah OJK

Fintech yang ilegal pasti tidak di bawah OJK. OJK memiliki kuasa untuk mengawasi semua kegiatan yang berhubungan dengan transaksi keuangan. Jika kamu tetap mendaftar di pinjol yang ilegal tentunya kamu tidak akan mendapat perlindungan. 

Tak heran jika banyak nasabah yang terjebak dengan sistem penagihan berupa teror. Nasabah seperti mereka akan kesulitan untuk melacak platform tersebut. Teror akan terus berdatangan terhadap nasabah. Nasabah juga akan terlilit dengan bunga yang sangat tinggi.

Penagihan yang semena-mena

Resiko pinjol ilegal adalah saat penagihan. Mereka tidak menggunakan debt collector yang profesional. Sistem penagihan mereka sangat menakutkan. Nasabah akan diteror atau dicaci maki padahal utang belum jatuh tempo. Mereka juga tak segan mengancam keluarga.

Aplikasi pinjol ilegal biasanya meminta izin untuk menyadap kontak saat diinstal. Aplikasi bisa membaca kontak yang ada di handphone kamu. Debt collector tak hanya menagih utang ke nasabah yang bersangkutan. Mereka bisa menagih keluarga bahkan orang lain. 

Agunan tidak aman

Beberapa pinjol untuk jenis pinjaman multiguna biasanya akan meminta nasabah untuk menaruh agunan. Agunan yang diminta bisa bermacam-macam. Ada platform yang meminta surat berharga atau jaminan barang yang berharga seperti emas atau rumah.

Agunan kamu tidak akan aman di tangan mereka. Mereka bisa saja menggadaikan atau menjual agunan tanpa persetujuan kamu. Sementara pinjol yang legal mereka biasanya tak meminta agunan. Tenor multiguna biasanya sangat sebentar atau satu kali bayar.

Kontakmu disadap

Resiko pinjol ilegal yang sering tidak disadari adalah penyadapan kontak. Persetujuan ini muncul di pop-up saat kamu akan menginstal aplikasi. Hal ini membuat orang-orang terjebak karena mau tidak mau mereka akan tetap menginstal aplikasi pinjol di handphone mereka.

Penyadapan kontak tentu saja melanggar privasi pengguna. Tidak hanya kamu yang akan dirugikan, tetapi juga orang-orang yang ada di kontak kamu. Selain teror saat penagihan orang-orang di kontak kamu juga sering mendapatkan pesan berupa link jebakan.

Akun rentan di hack

Jebakan lain yang sering dialami pengguna adalah peretasan akun. Pihak pinjol ilegal tidak menerapkan perlindungan terhadap data pengguna. Orang luar yang bukan pihak pinjol bisa meretas akun kamu dan melihat data pribadi yang ada di dalamnya. 

Apa yang terjadi saat akunmu diretas? Data pribadi kamu akan berada di tangan orang yang bertanggung jawab. Mereka bisa saja menggunakan data pribadi kamu untuk hal-hal beresiko. Atau bisa juga mereka menjual data pribadi kamu ke pihak lain tanpa persetujuan kamu.

Dana hasil cuci uang

Pinjol ilegal tidak mengikuti peraturan yang dibuat oleh OJK. Mereka yang di bawah OJK harus memiliki sistem lender dan borrower. Sementara pinjol ilegal tidak memiliki lender. Ketersediaan uang mereka sebagai dana pinjaman memiliki kemungkinan hasil cuci uang.

Akibat dana yang tidak jelas ini, peminjam juga menjadi korban putaran cuci uang. Negara juga tidak memiliki penerimaan pajak dari aktivitas ini. Itu sebabnya, segala resiko pinjol ilegal sulit ditangani dengan serius karena alamat dan kontak mereka pun tidak jelas.

Adanya penalti tinggi

Pinjaman online terdiri dari beberapa jenis pinjaman. Hal tersebut terkait dengan lamanya tenor hingga limit dana pinjaman. Untuk pinjol yang legal, nasabah bisa meminjam uang dan mengembalikannya kurang dari perjanjian tenor tanpa takut dikenakan penalti.

Berbeda dengan pinjol yang ilegal, nasabahnya tidak bisa mengembalikan dana lebih cepat. Nasabah akan dikenakan penalti yang tinggi bahkan hingga 40% dari nilai pinjaman. Mereka menilai percepatan pembayaran malah akan merugikan mereka karena tidak mendapatkan bunga. 

Persetujuan yang tidak jelas

Pinjol yang legal memiliki syarat dan ketentuan yang sangat panjang. Bahkan bisa dibilang proses registrasinya agak rumit untuk memastikan keamanan data. Mereka juga ingin nasabah yang meminjam dana ke mereka mengerti dengan segala ketentuan yang dibuat. persetujuan yang tidak jelas meru

Berbeda dengan pinjol yang ilegal, calon peminjam biasanya tidak perlu mengisi persetujuan syarat dan ketentuan. Kemudahan yang ini justru menjebak mereka. Pada akhirnya, mereka mengalami kesulitan karena platform pinjol tidak transparan saat totalan penagihan. 

Masalah-masalah di atas adalah resiko pinjol ilegal yang sulit dihindari. Jika kamu ingin meminjam uang secara online, pilihlah platform yang legal. Cek status mereka melalui kontak OJK. Jika statusnya ilegal, langsung hindari dengan tidak menginstal aplikasinya sama sekali. 

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *