KreditKredit Pemilikan Rumah

Tips Pengajuan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi agar Diterima

thumb kpr - kredit pemilikan rumah subsidi

Perlu diketahui, bahwasanya pemerintah memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Salah satu contohnya adalah ketersediaan hunian dengan harga terjangkau, atau yang lebih dikenal dengan rumah subsidi.

Baca Juga : Inilah Rumus dan Contoh Perhitungan KPR Rumah di Indonesia

Nah bagi kamu yang sedang ingin melakukan pengajuan kredit pemilikan rumah subsidi, maka wajib membaca tips di bawah ini agar berhasil.

Berikut Tips Pengajuan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi

Pada tahun 2018-2019, pemerintah menyediakan rumah subsidi sebanyak 110 ribu unit. Kelebihannya adalah harga yang terjangkau dan  jangka cicilan yang panjang.

Namun, kamu harus mengetahui tips-tips pengajuan kredit pemilikan rumah subsidi agar berhasil, ini dia penjelasannya:

1. Memperhatikan dengan Benar Batas Maksimal Harga Rumah Subsidi

maksimal rmh subsidi - kredit pemilikan rumah subsidi

Sebelum membahas lebih jauh, kamu harus tahu bahwasanya rumah subsidi dibagi menjadi beberapa golongan harga. Pastinya disesuaikan dengan wilayah yang sudah diatur sedemikian rupa oleh pemerintah.

Contohnya adalah di daerah Jabodetabek yang mematok harga maksimal untuk rumah subsidi sebesar 168 juta. Sedangkan untuk di luar Jabodetabek, seperti Jawa, Bangka Belitung, Riau dan Mentawai harga maksimalnya adalah 150 juta per satu unit rumah.

Tujuan dibuatnya batasan tersebut yaitu menjadi tolak ukur harga untuk mencegah terjadinya over priced, yang disesuaikan dengan tujuan awalnya yaitu menyediakan tempat tinggal untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Jadi, apabila kamu ingin melakukan pengajuan kredit pemilikan rumah subsidi, maka perhatikan dimana lokasi tepatnya untuk mengetahui dana awal yang harus dipersiapkan.

2. Memenuhi Syarat dan Ketentuan yang Telah Ditetapkan

s&k berlaku - kredit pemilikan rumah subsidi

Tips yang kedua, sudah pasti kamu harus mengetahui apa saja syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Sama seperti ketika kamu ingin membeli rumah umum. Penuhi beberapa poin di bawah ini agar berhasil:

  • Berkewarganegaraan Indonesia (WNI), WNA tidak boleh mengajukannya.
  • Minimal usia 21 tahun dan sudah menikah. Apabila kurang 1 bulan saja, maka tidak diperbolehkan.
  • Belum pernah mengikuti program KPR subsidi yang diadakan oleh pemerintah sebelumnya.
  • Sudah memiliki pekerjaan tetap minimal 1 tahun.
  • Penghasilan rendah, yaitu di bawah 7 juta untuk jenis Rumah Sejahtera Susun, dan  juta untuk Rumah Sejahtera Tapak.
  • Memiliki PPH, NPWP dan SPT.

Apabila kamu sudah masuk dalam kriteria di atas, maka silahkan ajukan program KPR subsidi dan melakukan survey lokasi rumah yang diinginkan sebelum kehabisan. Sampai sini bisa dipahami kan?

3. Mendatangi Pihak Pengembang

pihak pengembang - kredit pemilikan rumah subsidi

Ketiga, kamu harus meluangkan waktu untuk mendatangi pihak pengembang dan melakukan survey. Contohnya, seperti apa nantinya konsep rumah yang akan dibangun, bagaimana kondisi lingkungan sekitar, adalah sertifikat tanah atau bangunan, validitas.

Kau juga harus teliti riwayat kerjapengembang. Apabila sudah merasa oke dan tertarik dengannya, maka bisa datang kembali untuk melakukan kesepakatan. Pastinya atas dasar sukarela dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Kamu harus membawa beberapa dokumen yang dibutuhkan yaitu KTP, NPWP, rekening koran tabungan, kartu keluarga dan buku nikah.

Pastikan semuanya asli tanpa ada yang direkayasa ya, karena posisi kontrak adalah resmi dan jika ditemukan kesalahan atau penipuan di kemudian hari, maka urusannya dengan pihak yang berwajib.

4. Mendatangi Bank yang Menyediakan Layanan KPR

bank kpr - kredit pemilikan rumah subsidi

Nah tips selanjutnya, kamu harus mendatangi bank yang menyediakan layanan kepemilikan rumah bersubsidi. Di Indonesia ada sekitar 8 bank nasional yang ikut berpartisipasi jalannya program ini, diantaranya adalah BTN, BRI, BRI Syariah, Mandiri, BTN syariah.

Tak ketinggalan juga BNI, BNI Syariah dan Bank Artha Graha. Tips agar pengajuan lebih mudah diterima dan prosesnya lancar, maka usahakan memilih bank dimana kamu juga mempunyai tabungan di sana.

Jadi, kamu tidak perlu membuka rekening baru dan bersusah payah lagi. Apalagi jika sudah diterima dan mulai mencicil rumah, pembayarannya dilakukan di bank yang bersangkutan. Namun bukan berarti tidak boleh ke bank yang lain ya.

Apabila kamu nyaman dengan bank berbeda dan tidak memiliki tabungan di sana, maka tidak masalah, tetap bisa melakukan pengajuan kredit pemilikan rumah subsidi.

5. Memastikan Riwayat Keuangan Sedang Baik-Baik Saja

finance history - kredit pemilikan rumah subsidi

Perlu diketahui, ketika kamu ingin mengajukan permohonan kredit untuk rumah bersubsidi, sama halnya dengan mengajukan kartu kredit. Pasalnya pihak bank akan melakukan pemeriksaan dengan detail riwayat keuangan.

Tujuannya sudah pasti ingin membuktikan apakah kamu layak untuk diberikan program rumah subsidi ini. Apabila ternyata ditemukan kejanggalan dalam masalah keuangan atau memiliki riwayat kredit yang kurang baik, maka kecil kemungkinan pengajuan akan diterima.

Logika sederhananya begini, jika kondisi keuangan sedang tidak baik, maka pihak bank juga tidak mau mengambil resiko karena berpotensi terjadinya kegagalan pembayaran yang cukup besar.

Jadi, pastikan dengan sebenar-benarnya jika kondisi keuanganmu memang layak untuk membayar kredit per bulannya jika tidak ingin pengajuannya ditolak oleh bank. Lebih baik jika belum mempunyai cukup gaji dan uang, tabung saja terlebih dahulu.

Baru ketika dirasa cukup, silahkan mengajukan kredit pemilikan rumah subsidi ini. Pun juga harus punya usaha sampingan, berjaga-jaga jika pekerjaan utama mengalami masalah atau collapse.

6. Menghadiri Jadwal Wawancara yang Telah Ditetapkan

hadiri wawancara - kredit pemilikan rumah subsidi

Nah jika riwayat keuangan dan kredit kamu baik, maka bank tidak akan ragu mengarahkan untuk melalui proses tahapan yang selanjutnya, yaitu wawancara. Pada tahap ini kamu akan ditanyakan bagaimana kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Pastinya lengkap dengan penghasilan bersih setiap bulannya. Kamu harus menjawab pertanyaan sejujur mungkin ya, jangan ada yang ditutupi atau berbohong karena akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Selain itu, bank juga tidak semudah dibohongi, karena mereka akan sekali lagi mengecek kebenaran informasi yang sudah kamu berikan. Pada tahap wawancara ini pun, untuk mengetahui lulus pengajuan atau tidaknya membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan.

Jadi, kamu harus bersabar mendapat jawaban atau pengajuan yang dilakukan. Apakah diterima atau justru sebaliknya, ditolak. Tapi jika dirasa semuanya dilalui dengan benar, pasti diterima kok, jangan khawatir.

7. Mengetahui Bank Penyalur Kredit Pemilikan Rumah Subsidi

bank salur kpr - kredit pemilikan rumah subsidi

Nah selain 8 bank nasional yang sudah disebutkan di atas, ternyata masih ada yang lainnya loh dengan total 37 dan tersebar di berbagai daerah seluruh Indonesia, yaitu:

  • Bank Tabungan Negara (BTN).
  • Bank Tabungan Negara Syariah.
  • BRI
  • BRI Syariah.
  • BNI
  • BNI Syariah.
  • BRI Agro
  • Bank Artha Graha.
  • Bank Sumut.
  • Bank Mandiri.
  • Bank Sumut Syariah.
  • Bank BJB Syariah.
  • Bank BJB.
  • Bank Jambi.
  • Bank Jambi Syariah.
  • Bank Kalbar.
  • Bank Sulselbar.
  • Bank Sumsel Babel Syariah.
  • Bank Sumsel Babel.
  • Bank NTB Syariah.
  • Bank Jatim Syariah.
  • Bank Jatim.
  • Bank Nagari Syariah.
  • Bank Nagari.
  • Bank Kalsel.
  • Bank Aceh.
  • Bank Kalsel Syariah.
  • Bank Jateng Syariah.
  • Bank Jateng.
  • Bank Keb Hana.
  • Bank Riau Kepri.
  • Bank Riau Kepri Syariah.
  • Bank Kaltimtara.
  • Bank Nusa Tenggara Timur.

Nah menurut kamu, dari beberapa daftar bank di atas, kira-kira mana yang terdekat dan nyaman untuk melakukan pengajuan kredit kepemilikan rumah bersubsidi? Jika sudah menemukannya, maka segera datangi dan tetap ikuti beberapa tips yang sudah dijelaskan.

Jangan lupa untuk menanyakan informasi sedetail mungkin kepada bank yang sudah dipilih. Ketahui seluk beluk syarat dan ketentuannya sambil disesuaikan dengan kondisi keuangan.

8. Menentukan Lokasi Rumah Subsidi yang diinginkan

lokasi rumah - kredit pemilikan rumah subsidi

Terakhir, kamu harus menentukan dimana sih nantinya lokasi rumah subsidi akan dibangun. Pemerintah memberikan kemudahan loh, jadi kam bisa membangunnya di berbagai daerah. Namun kamu juga harus tetap berhati-hati dan teliti.

Mengingat, yang akan dibangun adalah rumah dan dihuni selamanya. Pastikan aksesnya mudah dijangkau, dekat dengan pusat perbelanjaan, olahraga, kota dan lain sebagainya. Jangan sampai pindah-pindah karena tugas atau bosan.

Apabila hal tersebut terjadi, pastinya akan merepotkan kamu, karena harus mengurus dokumen pengajuan dari awal lagi dan pihak bank jika ingin melakukan survey harus mencari alamat kamu yang baru.

Baca Juga : Rumah Tanpa DP yang Viral, Apa Saja Syaratnya?

Kredit pemilikan rumah subsidi merupakan program Pemerintah Indonesia yang cukup bagus untuk kalangan yang berpenghasilan rendah. Jadi sangat sayang jika dilewatkan begitu saja. Oleh karena itu, ikuti beberapa tips di atas dan semoga pengajuannya diterima, selamat mencoba!

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Kredit