Kredit

Ada 15 Informasi Kredit Terkini Dan Terbaru Nih, Kamu Wajib Tahu!

thumb credit news - informasi kredit terkini dan terbaru

Kredit adalah salah satu layanan yang bergerak secara dinamis seiring dengan kebijakan pemerintah dan otoritas terkait. Untuk itu kamu harus selalu mengetahui informasi kredit terkini dan terbaru agar tidak ketinggalan informasi seputar kebijakan layanan ini.

Baca Juga : Cara Membuat Kartu Kredit Online Gratis dan Mudah

Informasi kredit terbaru bisa menjadi pertimbangan untuk kamu dalam mengajukan kredit. Selain itu kamu bisa selangkah lebih maju dari orang-orang yang tidak mengetahui info terbaru seputar layanan atau peraturan kredit.

Berikut 15 Informasi Kredit Terkini Dan Terbaru

1. Pegawai Kontrak-Outsourcing Bisa Ambil KPR

Pegawai kontrak dan outsourcing dengan penghasilan maksimal Rp 8 juta bisa ambil KPR. Terdapat 2 produk kredit yang ditawarkan yaitu KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Mengenai KPR FLPP, fasilitas yang bisa dinikmati yakni uang muka mulai 1%, jangka waktu kredit hingga 20 tahun, suku bunga mulai 5% dan subsidi uang muka Rp 4 juta. Lalu untuk KPR BP2BT fasilitasnya adalah bantuan uang muka hingga Rp 40 juta dengan suku bunga mulai 10%.

2. Pemerintah Berikan Akses Kredit Perbankan untuk UMKM

Pemerintah memberikan porsi lebih kepada pelaku UMKM untuk mengakses kredit perbankan. Rencananya sampai tahun 2024 porsi kredit perbankan para pelaku UMKM bisa naik dari yang awalnya 20% menjadi 30%. Tidak hanya itu nilai Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga akan ditambah.

Selama ini KUR yang ada hanya sekitar Rp 50 juta sampai Rp 500 juta. Namun, pemerintah berencana untuk memperbesar KUR hingga Rp 20 miliar. Peningkatan ini diharapkan dapat membuat pelaku UMKM naik kelas dari mikro ke menengah.

3. Batas KUR Tanpa Jaminan Dinaikan Hingga Rp 100 Juta

Presiden Jokowi memberikan instruksi terbaru mengenai batasan plafon KUR Tanpa Jaminan. Jokowi menginstruksikan jajarannya supaya menaikan batasan plafon KUR Tanpa Jaminan dari yang awalnya di bawah Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta.

Jokowi memerintahkan agar kredit untuk UMKM diperbesar dari yang awalnya Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar menjadi maksimal Rp 20 miliar dengan suku bunga kredit sebesar 6%. Semua arahan ini diberikan demi pengembangan bisnis UMKM.

4. Ada 46 Penyalur KUR Tanpa Jaminan Rp 100 Juta

Batasan plafon KUR Tanpa Jaminan telah dinaikan hingga Rp 100 juta. Bagi kamu yang saat ini menjadi pelaku UMKM harus mengetahui bahwa ada 46 penyalur KUR Tanpa Agunan yang berasal dari perbankan dan koperasi. Untuk lebih lengkapnya dilihat di situs kur.ekon.go.id.

Melalui situs tersebut, kamu akan mendapatkan informasi mengenai info seputar peraturan KUR Tanpa Agunan, daftar penyalur KUR dan lain sebagainya. Di daftar tersebut ada beberapa bank yang masuk dalam kategori penyalur seperti Mandiri, BNI, BRI, BTN dan lain sebagainya.

5. Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Kredit Jadi 3,5%

Bank Indonesia (BI), berusaha untuk memulihkan roda perekonomian Tanah Air dengan cara menurunkan suka bunga kredit. BI melakukan pelonggaran likuiditas perbankan serta menurunkan suku bunga kredit hingga 3,5%.

Upaya BI tersebut tidak bisa terlepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir di Indonesia. Pandemi Covid-19 berdampak pada kondisi perekonomian para pengusaha besar hingga pelaku UMKM. Untuk itu BI menurunkan suku bunga kredit demi memulihkan ekonomi.

6. Bank Indonesia Relaksasi Uang Muka 0% untuk Kredit Perumahan dan Kendaraan

Informasi kredit terkini dan terbaru selanjutnya adalah mulai 1 Maret 2021 Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi DP 0% untuk kredit perumahan dan kendaraan. Tujuannya untuk membantu masyarakat yang sedang berjuang untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Melalui aturan tersebut BI memberikan pelonggaran Rasio Loan To Value (LTV) untuk kredit properti, Rasio Financing to Value (FTV) untuk pembiayaan properti, dan uang muka untuk kredit kendaraan bermotor.

7. Program Restrukturisasi Kredit Diperpanjang Hingga 2022

Sejak pandemi Covid-19 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerapkan program restrukturisasi kredit untuk membantu pengusaha yang terdampak secara ekonomi akibat Covid-19. Awalnya program ini akan berakhir di tahun 2021 namun program diperpanjang hingga 2022.

Program ini diperpanjang berdasarkan hasil evaluasi dan diskusi antara pemerintah, pengusaha dan juga perbankan. Dari hasil diskusi tersebut ditemukan fakta bahwa masih ada pengusaha sulit membayar kredit karena bisnisnya masih belum pulih. Program pun diperpanjang hingga 2022.

8. Kemenkeu Melakukan Penyempurnaan Aturan Penjaminan Kredit Usaha

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melakukan penyempurnaan tentang penjaminan kredit usaha. Penyempuranaan dilakukan agar penyaluran layanan kredit dari sektor perbankan meningkat. Diharapkan perbankan lebih berani mengajukan kredit kepada masyarakat.

Di sisi lain dengan penyempurnaan aturan yang sedang digodok Kemenkeu, diharapkan masyarakat Indonesia tidak ragu mengajukan pinjaman ke pihak bank di masa pandemi Covid-19 seperti ini.

9. Nasabah Bisa Mengajukan Restrukturisasi Kredit dan DP 0% Secara Bersamaan

Di masa pandemi Covid-19, pemerintah telah menghadirkan program restrukturisasi keringanan kredit serta pelonggaran Loan to Value (LTV) atau DP 0% untuk kredit perumahan dan kendaraan. Kemudian apakah kamu bisa mengajukannya sekaligus?

Jawabannya bisa namun harus melalui tahapan seleksi di bank. Bagi kamu yang saat ini telah menjalani program restrukturasi bisa juga menggunakan kredit DP 0%. Nantinya bank akan melakukan analisa manajemen resiko untuk menentukan apakah kamu diterima atau tidak.

10. Kredit Bisa Kembali Tumbuh jika Program Vaksin Lancar

Otoritas Jasa Keuangan memprediksi jika kredit akan kembali tumbuh jika program vaksinasi Covid-19 berjalan lancar. Alasannya karena vaksinasi Covid-19 dapat berdampak pada pulihnya perekonomian di Tanah Air dan berpengaruh pada tingkat pertumbuhan kredit.

OJK optimis jika roda perekonomian akan pulih sehingga kredit akan tumbuh di angka 7% pada semester 1 tahun 2021.

11. BRI Salurkan Kredit Rp 938,37 T untuk Dukung Pelaku UMKM

Bank Rakyat Indonesia (BRI) berupaya untuk mendukung pelaku UMKM di masa pandemi Covid-19. Terhitung hingga Desember 2020, perusahaan BUMN tersebut telah menyalurkan kredit hingga Rp 938,37 triliun atau meningkat 3,89% dibandingkan tahun 2019 lalu.

Pertumbuhan kredit BRI juga didukung dengan perbaikan kondisi kredit serta rasio NPL BRI yakni 2,99% dan NPL Coverage hingga 237,73%. Pencapaian ini melampaui prediksi OJK yang awalnya memperkirakan kredit nasional justru turun 1-2%.

12. Program Restrukturisasi Kredit Hampir Capai Rp 1.000 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan bahwa per 4 Januari 2021 restrukturisasi  kredit yang dilakukan perbankan hampir menembus Rp 1.000 triliun atau sekitar Rp 977,1 triliun. Angka Rp 997,1 triliun berasal dari 7,56 juta debitur dari 101 bank di seluruh Indonesia.

OJK juga menjelaskan bahwa mayoritas debitur berasal dari pelaku UMKM. Pelaku UMKM mendominasi debitur restrukturisasi dengan presentase 77% atau 5,81 juta.

13. Berkat Vaksin Covid-19, BNI Prediksi Kredit Tumbuh 6%

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar memprediksi jika kredit akan tumbuh 6% di tahun 2021. Alasannya karena program vaksinasi Covid-19 sedang dilakukan pemerintah sehingga perekonomian Indonesia akan kembali pulih.

Lebih lanjut Royke menjelaskan bahwa pertumbuhan ini tergantung dengan keberhasilan program vaksin Covid-19. Jika proses vaksinasi berjalan lancar maka tidak menutup kemungkinkan proyeksi tersebut akan tercapai dengan baik.

14. BRI Prediksi Kredit Tumbuh 7% di Tahun 2021

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI optimis menghadapi tahun 2021. Perusahaan yang berumur 125 tahun tersebut mematok target bahwa kredit akan tumbuh hingga 7% karena perekonomian Indonesia mulai pulih.

15. Kredit Sektor Perikanan Tembus Rp 5,2 Triliun di Tahun 2020

Pencapaian Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk sektor perikanan dan kelautan mencapai Rp 5,2 triliun atau meningkat 55,8% di tahun 2020. Peningkatan ini membuktikan bahwa sektor perikanan mengalami pertumbuhan di masa pandemi Covid-19.

Pencapaian tersebut merupakan bentuk keberhasilan pemerintah mempermudah akses permodalan kepada pengusaha lewat Permenko Bidang Perekonomian No 15 Tahun 2020. Aturan tersbeut telah menambah skema KUR dan menaikan plafon KUR untuk kebutuhan masyarakat.

Demikian 15 informasi kredit terkini dan terbaru yang harus kamu ketahui. Mayoritas informasi tersebut berkaitan dengan layanan kredit terbaru, peraturan pemerintah serta target pertumbuhan kredit di Tanah Air.

Baca Juga : Transaksi Makin Mudah, Ini 13 Syarat Dalam Melakukan Kredit

Melalui informasi seputar kredit, kamu bisa belajar mengenai pentingnya mengetahui peraturan dan kabar kredit terbaru sebelum mengambil layanan kredit. Pasalnya jika salah dalam mengambil layanan kredit maka sangat berpengaruh dengan kondisi perekonomian kamu.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Kredit