KreditKredit Pemilikan Rumah

Syarat dan Cara Mengurus Take over KPR

Take over KPR

Take over KPR – Pada umumnya bagi semua orang, keinginan untuk memiliki sebuah rumah dari penghasilan yang telah didapatkan merupakan suatu kewajaran. Dengan begitu hal ini perlu Anda pikirkan sejak dini untuk pembelian rumah ketiak Anda sudah mendapatkan sejumlah dana dari penghasilan yang telah Anda dapatkan dari pekerjaan.

Syarat Dan Cara Mengurus Take Over KPR

Perlu bagi Anda apalagi masih muda dan sudah bekerja mempertimbangkan pembelian rumah mengingat dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit sehingga memerlukan perkiraan dan perencanaan yang matang.

Hingga saat ini rumah masih menjadi salah satu aset dan investasi yang banyak diminati oleh orang. Tidak hanya sebagai tempat tinggal namun nilainya yang masih selalu stabil menjadikannya lumayan dapat menjadi keuntungan jika dijadikan investasi jangka panjang.

Harga Rumah Cenderung Mengalami Kenaikan 

Take over KPR - Harga Rumah Cenderung Mengalami Kenaikan

Bukan menjadi rahasia lagi bahwasanya asset bentuk properti rumah ini memiliki nilai yang cenderung mengalami kenaikan di setiap tahunya. Oleh karenanya menyesal bagi Anda yang menunda-nunda untuk membeli rumah dikarenakan masa mendatang harganya sudah pasti mahal.

Tetapi harga rumah tentu saja tidaklah murah, tergantung pada tipe rumah, lokasi, umur rumah, dan faktor lainnya. Sebagai contoh, rumah dengan tipe 21 kisaran harga sekarang ini per tahun 2021 sejumlah Rp 80 juta – Rp 300 juta. 

Dengan harga yang cukup mahal membuat kebanyakan orang tidak bisa dengan cepat untuk membeli sebuah rumah. Apabila dana yang Anda miliki tidak memenuhi untuk membeli rumah secara tunai, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan layanan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

(Baca Juga: Macam-Macam Bisnis Properti Yang Bisa Kamu Coba)

Sebagian masyarakat banyak memilih KPR sebagai jalan keluar untuk bisa mempunyai rumah dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu. Pada umum, pembelian rumah dengan menggunakan KPR akan memerlukan beberapa uang muka atau down payment (DP).

Adapun sesuai dengan aturan loan to value (LTV) dari suatu bank per Desember 2019, dimisalkan uang muka bagi rumah tipe 21 hingga 70 yakni sebesar 10% hingga 25% dari nilainya. Artinya, meskipun Anda berniat untuk membeli sebuah rumah dengan menggunakan KPR, maka setidaknya Anda harus memiliki sejumlah uang muka sebagai pengajuan akad kredit tersebut.

Take over KPR dan Cara Mengurusnya

Dalam pembelian rumah secara KPR, Anda kemungkinan dapat mempertimbangkan opsi untuk membeli sebuah rumah KPR yang di take over oleh pemiliknya.

Take over KPR merupakan sebuah tindakan pengalihan kepemilikan rumah dari seseorang ke orang lain atau pihak lain (bank) yang dilakukan dengan sebuah perjanjian resmi dan sah berdasarkan hukum serta ketentuan yang berlaku.

Take over bisa saja dilakukan dengan berbagai tujuan, antara lain : memperoleh beberapa bunga yang lebih ringan, membeli sebuah rumah yang lebih besar dan sesuai dengan kebutuhan, kebutuhan keuangan yang demikian mendesak, serta bermacam alasan lainnya.

Proses take over KPR  tentu dilakukan dengan surat perjanjian, sehingga kedua belah pihak yang terlibat di dalamnya tidak akan mengalami kerugian, baik di masa sekarang maupun di masa mendatang.

Di dalam prakteknya, terdapat beberapa macam take over KPR yang wajar terjadi dan dilakukan pada KPR, diantaranya seperti di bawah ini:

 1. Take over Antar Bank

Take over KPR - Take Over Antar Bank

Take over antar bank umumnya akan dilakukan oleh mereka yang menginginkan bunga KPR yang lebih ringan dari yang mereka miliki saat ini. Hal ini pada umumnya dilakukan karena adanya penawaran yang lebih baik dan memberikan keuntungan dari bank lain, di mana seseorang lebih cenderung memilih untuk mengajukan KPR yang baru dan melakukan take over pada KPR sebelumnya yang sudah dipunyainya.

Syarat take over KPR antar bank: 

  • Umumnya sama saja dengan bermacam persyaratan yang ditentukan oleh bank ketika pengajuan KPR sebelumnya
  • Bank akan meminta kelengkapan identitas diri (KTP, Kartu Keluarga) dan bukti pendapatan rutin tiap bulannya
  • Selain persyaratan standar yang akan dipenuhi saat pengajuan KPR awal, bank akan meminta sertifikat rumah yang akan di take over itu.

Catatan :  Take over dapat berjalan jika Anda sudah memiliki sertifikat rumah itu karena hal ini digunakan sebagai jaminan atas kredit yang diajukan.

Dengan demikian, maka proses take over hanya dapat dilakukan jika setidaknya Anda telah memiliki masa cicilan selama setahun, di mana setelah masa tersebut biasanya sertifikat rumah sudah keluar dan dipegang oleh pihak bank.

Apabila sertifikat telah dipegang oleh pihak bank pertama yang Anda gunakan, maka proses take over dapat berjalan lebih cepat dan mudah.

Sesudah semua persyaratan tersebut disanggupi, maka bank akan melakukan proses take over itu. Setelah itu bank akan melakukan analisa kredit dan proses appraisal atau penghitungan ulang pada nilai rumah yang di take over itu.

(Baca Juga: Memulai Bisnis Online , Ini Dia Yang Harus Kamu Lakukan)

2. Jual Rumah Secara Take over

Take over KPR - Jual Rumah Secara Take Over

Anda dapat menjadikan Take over ini sebagai pilihan, ketika Anda memiliki keinginan untuk membeli rumah baru dengan menggunakan KPR dan melakukan take over terhadap KPR seseorang yang masih belum lunas.

Hal ini akan melibatkan 3 pihak yang berkepentingan, yakni: Anda sebagai pemohon take over, penjual rumah yang rumahnya Anda mau beli, dan juga pihak bank selaku penyedia dana.

Syaratnya: 

  • Pada proses mengajukan take over KPR, Anda wajib memenuhi persyaratan seperti pengajuan KPR yang pertama.
  • Anda diminta untuk melengkapi identitas diri serta keterangan penghasilan tetap tiap bulan.
  • Anda juga wajib datang ke bank bersama dengan penjual rumah yang rumahnya dijual kepada Anda sebagai pengajuan KPR dengan cara take over itu.

Apabila semua persyaratan telah dipenuhi, selanjutnya bank akan melakukan analisa pada pengajuan kredit tersebut, dan jika hal ini disetujui, maka pihak bank akan mengeluarkan Akta Jual Beli (AJB) dan juga SKMHT. Sebelum meneruskan KPR itu, maka Anda akan wajib membayar biaya take over yang sudah ditetapkan dan disepakati dengan pihak penjual rumah itu.

Selanjutnya persetujuan itu terjadi, maka Anda akan melakukan transaksi kredit dengan menggunakan nama Anda sendiri.

3. Take over KPR Bawah Tangan

Take over KPR - Take Over Bawah Tangan

Take over di bawah tangan adalah proses pengalihan kepemilikan rumah antara pembeli dan penjual. Take over ini akan berjalan tanpa adanya keterlibatan pihak bank selaku pemberi dana KPR. Hal ini tidak dianjurkan, apabila Anda sebagai pembeli rumah (melakukan pembelian take over).

Catatan : Melakukan take over KPR di bawah tangan sangat berisiko bagi Anda.

Kenyataannya pihak bank tidak akan menyerahkan sertifikat kepemilikan rumah kepada siapapun yang namanya tidak tertera pada sertifikat itu. 

Dalam take over di bawah tangan, biasanya pembeli hanya akan melakukan perjanjian peralihan kredit di depan notaris, melunasi biaya take over itu dan melanjutkan pembayaran cicilan KPR yang di take over.

Permasalah memungkinkan terjadi ketika Anda telah melunasi seluruh cicilan KPR itu, sebab besar kemungkinan Anda akan mengalami kesulitan saat mengambil sertifikat kepemilikan rumah terhadap pihak bank penyedia KPR.

Anda Bingung Cari Produk KPR Terbaik? Solusinya adalah Pilih Take over yang Aman dan Menguntungkan

Perlunya dilakukan take over KPR untuk mendapatkan keuntungan ketika mengajukan KPR ke bank. Tetapi jangan sampai Anda melakukan take over dengan proses yang salah, yang justru membuat Anda mengalami kerugian di masa mendatang.

Kalkulasi dan mempertimbangkan keuntungan yang akan Anda peroleh dari take over KPR, memilih cara yang aman dan juga bisa menjamin hak-hak Anda di kemudian hari atas rumah yang Anda beli.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Kredit