KreditKredit Kendaraan Bermotor

Cara Menghitung Angsuran Kredit Motor Anti Ribet

Lebih dari 70% pembelian motor di Tanah Air ternyata dilakukan dengan sistem kredit lho. Alasannya adalah sistem ini dianggap lebih ringan sehingga menjadi solusi cepat dan mudah untuk memiliki motor idaman. Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana cara menghitung angsuran kredit motor.

Banyak orang yang mengambil motor secara kredit ternyata juga tidak paham dengan skema atau cara menghitung angsuran kredit motor. Orang-orang ini biasanya lebih fokus pada angsuran ringan yang ditawarkan oleh pihak dealer, tapi tidak tahu bahwa bunga yang diberikan cukup tinggi dan dengan tenor yang panjang.

Istilah-Istilah dalam Kredit Motor

Ketidaktahuan di atas membuat banyak orang menjadi bingung saat harga total dari motor menjadi lebih mahal dari harga yang terlampir di brosur atau ditawarkan. Pada kasus lain, ketidaktahuan skema kredit membuat calon pembeli merasa dirugikan karena total biaya uang muka yang sangat banyak.

Padahal dalam sistem kredit, memang ada beberapa biaya tambahan yang tidak akan ada jika kamu melakukan pembelian langsung lunas. Sebelum membahas cara menghitung angsuran kredit motor, kamu juga harus tahu dulu nih tentang beberapa istilah yang sering digunakan dalam sistem kredit.

Jadi nanti saat kamu diajak bicara atau dijelaskan oleh pihak leasing atau dealer, kamu tidak akan bingung lagi dengan maksud dari istilah-istilah tersebut. Inilah beberapa istilah tersebut:

Tenor

Cara menghitung angsuran kredit motor - Tenor

Tenor adalah istilah untuk menyebut periode / jangka waktu pengambilan kredit, yang umumnya dihitung dengan satuan bulan atau tahun. Tenor merupakan salah satu cara menghitung angsuran kredit motor.

Misalnya kamu mengambil kredit motor seharga Rp 10.000.000 dengan membayar DP Rp 2.000.000. Kemudian sisa pembayaran kamu (yaitu Rp 8.000.000) akan kamu angsur dalam waktu 12 bulan (1 tahun). Nah, lamanya waktu untuk membayar angsuran ini (yaitu 12 bulan) adalah yang dimaksud dengan tenor.

(Baca Juga: Prosedur Kredit Motor Baru Berbagai Merk)

DP (Down Payment)

Cara menghitung angsuran kredit motor - Down Payment

DP adalah sejumlah uang (seringkali dalam bentuk tunai) yang harus kamu bayar pada tahap awal pembelian barang atau jasa yang mahal, yang dalam kasus ini adalah motor.

Salah satu fungsi DP adalah sebagai tanda bahwa kamu serius membeli motor tersebut dan agar motor bisa dibawa pulang. Besarnya DP yang harus kamu berikan tergantung pada harga dari motor yang akan kamu beli, karena perhitungan DP menggunakan sistem persentase dari harga total motor. 

Dengan kata lain, jumlah DP yang harus kamu berikan tidak asal-asalan. Bahkan, jumlah DP tidak ditentukan oleh pihak leasing atau pun kamu, tapi oleh pemerintah. 

Menurut Peraturan Bank Indonesia (atau disingkat PBI) Nomor 17/10/PBI/2015 Tentang Rasio Loan to Value (atau biasa disingkat LtV) diketahui bahwa uang muka untuk kendaraan bermotor yang harus dibayar oleh pembeli dalam sistem kredit adalah 20 – 25% dari harga total kendaraan tersebut. 

Inilah alasan mengapa semakin besar DP yang diberikan, semakin kecil pula jumlah angsuran yang nantinya harus kamu bayar setiap bulan. Persentase DP ini termasuk lebih sedikit jika dibandingkan peraturan sebelumnya yang mengharuskan calon pembeli memberikan DP sebanyak 30%. 

Tapi kamu harus tahu nih, DP sekitar 20 – 25% tadi adalah uang muka murni ya, jadi belum termasuk biaya-biaya lain seperti biaya administrasi, bunga kredit, mungkin juga komisi marketing, dan biaya lainnya.

Tergantung pada kebijakan masing-masing leasing, ada DP yang bisa dikembalikan tapi ada juga yang tidak, terutama jika kesepakatan gagal karena pembeli, misalnya calon pembeli tiba-tiba tidak jadi membeli motor tersebut.

Uang Tanda Jadi

Cara menghitung angsuran kredit motor - Uang Tanda Jadi

Selain DP, ada juga nih istilah uang tanda jadi (booking fee), yang kadang disebut juga sebagai uang muka. Padahal keduanya cukup berbeda lho. Mirip dengan DP, uang tanda jadi juga tidak bisa kamu tarik jika kamu membatalkan kesepakatan. 

Uang muka adalah uang yang dihitung dari persentase harga barang yang akan dibeli, sedangkan uang tanda jadi tidak menggunakan perhitungan khusus, tapi tergantung kebijakan masing-masing leasing. Jumlahnya bisa berkisar dari ratusan ribu atau di atas Rp 1.000.000 tergantung pada harga motor juga.

Perbedaan lainnya adalah uang tanda jadi diberikan pembeli kepada pihak penjual agar barang yang ingin dibeli tidak ditawarkan atau dijual kepada orang lain. Uang ini berfungsi sebagai DP sementara karena DP yang sebenarnya belum bisa kamu berikan, misalnya karena jumlahnya masih kurang. 

Total Kredit

Cara menghitung angsuran kredit motor - Kalkulator

Total kredit adalah jumlah uang yang harus kamu bayar setiap bulan dalam beberapa waktu kedepan setelah kamu memberikan DP. 

Misalnya kamu membeli motor seharga Rp 10.000.000 dengan membayar DP Rp 1.000.000, maka Rp 10.000.000 – Rp 1.000.000= Rp 9.000.000. Angka terakhir inilah yang disebut total kredit. Tapi ini belum termasuk bunga ya.

Kredit

Jika total kredit adalah sisa uang / hutang kamu kepada pihak penjual, maka kredit adalah jumlah angsuran + bunga yang harus kamu bayar setiap bulan sampai hutang kamu lunas

Bunga Kredit

Bunga adalah sebutan uang imbal jasa yang diberikan oleh pembeli kepada pihak leasing sebagai tanda terima kasih karena sudah diperbolehkan untuk membeli motor dengan sistem kredit. Sayangnya, uang tanda terima kasih ini jumlahnya tidak ditentukan oleh pihak pembeli, tapi oleh pihak leasing sendiri.

Selanjutnya bunga dibagi menjadi dua macam, yaitu bunga flat (tetap) dan bunga floating (mengambang / tidak tetap). Jenis pertama adalah bunga yang tidak terpengaruh dengan kondisi pasar. 

Misalnya pihak leasing memberikan bunga flat 1,5% per bulan kepada kamu, dan sebelum kredit kamu habis ternyata bunga di pasar naik menjadi 2% per bulan. Maka bunga kamu tidak akan ikut naik. Berbeda dengan bunga floating, yang jumlahnya akan ikut naik atau turun sesuai dengan kondisi pasar.  

(Baca Juga: Mau Kredit Motor Bekas? Anda Perlu Tahu Rugi dan Untungnnya)

Cara Menghitung Angsuran Kredit Motor

Pastinya kamu tidak mau kan jika motor kesayangan harus diambil lagi oleh pihak leasing karena kamu telat atau bahkan macet membayar? 

Itulah pentingnya mengetahui cara menghitung angsuran kredit motor yang benar, jadi kamu bisa memiliki gambaran tentang berapa banyak jumlah angsuran yang harus dibayar setiap bulan, berapa jumlah bunganya, dan berapa DP yang harus disiapkan. 

Misalnya kamu membeli motor seharga Rp 13.000.000, lalu pihak leasing mematok DP 25% untuk pembelian dengan sistem kredit dan memberikan bunga flat 1,5% per bulan. 

Kemudian kamu memilih untuk mengambil tenor 24 bulan (2 tahun). Maka cara menghitung angsuran kredit motor adalah dengan dengan rumus-rumus berikut:

Rumus DP = 25% x harga motor

= 25% x Rp 13.000.000

= Rp 3.250.000

Total Kredit = harga motor – DP

= Rp 13.000.000 – Rp 3.250.000

= Rp 9.750.000

 Total Bunga = total kredit x persentase bunga per bulan x tenor 

= Rp 9.750.000 x 1,5% x 24

= Rp 3.510.000

Total Hutang = total kredit + total bunga

= Rp 9.750.000 + Rp 3.510.000

= Rp 13.260.000

Kredit per Bulan= total hutang : tenor

  = Rp 13.260.000 : 24

  = Rp 552.500

Jika kamu ingin mengetahui cara menghitung angsuran kredit motor dalam tenor lain, kamu bisa hitung seperti berikut:

Tenor 6 bulan

Pertama hitung dulu total bunganya dengan rumus di atas, dan didapatkan hasil Rp 877.500. Kemudian hitung total hutang dengan rumus di atas dan didapatkan hasil Rp 10.627.000. Maka, angsuran per bulan kamu selama 6 bulan adalah Rp 10.627.000 : 6 = Rp 1.771.250

Tenor 30 bulan

Masih dengan rumus yang sama, diperoleh hasil bahwa total bunga dengan tenor 30 bulan adalah Rp 1.462.500 dan total hutang adalah Rp 11.212.500. Maka angsuran kamu perbulan adalah Rp 11.212.500 : 30 = Rp 373.750.

Hasil di atas menunjukkan bahwa, semakin panjang tenor yang kamu ambil, jumlah angsuran per bulan kamu akan semakin sedikit tapi harga total dari motor tersebut akan lebih mahal. Selain itu, tenor yang panjang akan membuat jumlah bunga semakin banyak dan keuntungan leasing semakin meningkat.

Catatan: total DP dan angsuran per bulan dalam contoh di atas adalah jumlah murni ya, jadi belum termasuk biaya administrasi, asuransi, atau biaya lain apapun yang ditetapkan pihak leasing yang jumlahnya bisa berbeda di masing-masing leasing.

Ternyata sangat mudah kan cara menghitung angsuran kredit motor? Sekarang kamu bisa hitung sendiri berapa DP dan angsuran yang harus dibayar setiap bulan jika ingin mengambil motor impian. Kamu juga bisa pikirkan dulu ingin mengambil tenor berapa lama yang kira-kira angsurannya sesuai isi kantong. 

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Kredit