Kredit Pemilikan Rumah

Daftar Produk Bank Kredit Pemilikan Rumah Syariah

thumb kpr syariah - kredit pemilikan rumah syariah

Rumah adalah aset yang sangat penting di masa sekarang. Apalagi dengan terbatasnya lahan akibat meningkatnya jumlah keluarga di Indonesia. Salah satu alternatif yang dipilih adalah mengajukan kredit pemilikan rumah syariah (KPR Syariah).

Baca Juga : Mengenal Apa itu KPR Syariah dan Tips Mengajukan KPR Syariah

Jika Kamu penasaran kira-kira bank mana saja yang memiliki layanan ini, maka menyimak penjelasan dari awal hingga akhir adalah sebuah keharusan.

Bank Dengan Layanan Kredit Pemilikan Rumah Syariah

Sebelum membahas lebih jauh, perlu diketahui bahwasanya ada perbedaan antara KPR syariah dan konvensional. Jika konvensional, maka akad yang digunakan adalah pinjaman berbunga, artinya besaran cicilan dipengaruhi oleh besarnya suku bunga Bank Indonesia.

Sedangkan KPR syariah tidak ada bunga dan keuntungan diambilkan dari pembelian rumah tidak tunai yang ditawarkan kepada masyarakat dengan skema Islam. Lalu apa saja sih daftar bank yang menyediakan layanan kredit pemilikan rumah syariah? Ini dia lengkapnya:

1. BNI KPR Syariah

Pertama adalah Bank Negara Indonesia atau yang disingkat dengan BNI. Mereka mempunyai program yang diberi nama BNI Griya iB Hasanah, yaitu pembiayaan kredit pemilikan rumah berbasis syariah konsumtif.

Masyarakat bisa membeli, menabung dan melakukan renovasi hunian sejenis ruko, apartemen, perumahan baik baru atau bekas. Pembelian kavling dan proses pembangunan layanan ini dilakukan dengan akad mudharabah.

Ada juga layanan lainnya yaitu menggunakan akad musyarakah mutanaqisah, merupakan skema pemilikan yang mana aset salah satu pihak akan berkurang apabila ada pihak lain yang membelinya secara bertahap.

Kelebihan yang diusung KPR Syariah ini adalah pengajuan yang terbilang relatif cepat dan mudah. Pastinya tanpa meninggalkan ketentuan Financing to Value dengan simulasi yang sangat menarik.

Batas maksimum pembayaran KPR yang bisa diberikan oleh BNI ini mencapai 25 milyar dengan tenor 15 tahun.  Sedangkan untuk pembelian kavling yaitu 10 tahun.

Nah jika kamu tidak bisa menyelesaikan perjalanan dari bank lain, maka bisa take over ke KPR BNI syari’ah ini.

2. BRI KPR Syar’iah

Bank penyedia layanan kredit pemilikan rumah syariah selanjutnya adalah BRI. Mereka menamainya dengan Griya Faedah. Kamu bisa melakukan pembelian rumah baru, bekas, kavling siap bangun, renovasi, refinancing dan lain sebagainya.

Selain itu, BRI juga meluncurkan program Faedah Sejahtera yang dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Implementasi dari skema pembayaran KPR layanan Griya Faedah ini disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan nasabah. Mulai dari tempo pembayaran hingga besaran angsuran menggunakan akad mudharabah.

Kelebihan lain dari layanan ini adalah nasabah tidak akan dikenakan pinalti apabila ingin melunasi pembiayaan KPR dengan metode IMBT.

Jumlah pembiayaan yang bisa diberikan oleh BRI syariah ini mencapai 3,5 milyar loh dengan uang muka minimal 10% dari harga rumah.

Tenor yang berlaku maksimal 15 tahun untuk pembelian unit bekas atau baru, 10 tahun untuk take over apartemen dan 5 tahun untuk kavling siap bangun.

3. BCA Syariah

Bank Central Asia (BCA) syariah juga meluncurkan program kredit pemilikan rumah syariah yang diberi nama KPR iB BCA Syariah. Tujuannya untuk melayani nasabah dalam kebutuhan pembelian rumah baik baru atau bekas, renovasi atau refinancing.

Kelebihan yang ditawarkan adalah jenis akad yang beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan nasabah. Salah satu yang bisa dipilih adalah akad mudharabah yang tidak jauh berbeda dengan layanan dari bank lain.

Kamu bisa membeli rumah baru atau melakukan renovasi atas bangunan lama. Bisa juga memilih akad istishna untuk rumah indent, akad ijarah muntahiya bittamlik untuk refinancing dan masih banyak lagi yang lainnya.

Besaran pembiayaan yang bisa diberikan oleh BCA Syariah adalah Rp. 100.000.000 dengan margin berjenjang 8,5% per tahunnya.

Tidak hanya mudah dalam mendapatkan rumah baru, tapi kamu juga bisa melakukan kerjasama dengan pengembang rumah dan pebisnis lainnya.

4. KPR Syariah CIMB Niaga

CIMB Niaga juga tak ketinggalan dalam memberikan layanan KPR Syariah, diberi nama KPR iB Fix CIMB Niaga. Ada juga yang lainnya yaitu KPR IB Flexi CIMB Niaga . Keduanya memberikan kemudahan dan keuntungan bagi para nasabah yang ingin mendapatkan KPR.

Perbedaan antara KPR iB Fix dan Flexi adalah sebagai berikut:

  • KPR iB Fix CIMB Niaga

Layanan ini menawarkan kredit pemilikan rumah syariah melalui akad mudharabah, yaitu angsuran tetap dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Jadi tidak dipengaruhi oleh kondisi pasar ya.

Jangka waktunya mencapai 15 tahun dengan jumlah cicilan yang tetap. Pastinya membantu kamu dalam merencanakan dan memanajemen keuangan pribadi.

Layanan ini bisa digunakan untuk kebutuhan pembelian ruko, apartemen, tanah kavling, renovasi dan lain sebagainya.

  • KPR iB Flexi CIMB Niaga

Sedikit berbeda dengan iB Fix, iB Flexi menerapkan sistem yang lebih fleksibel. Dalam artian, uang muka bisa disetorkan mulai dari 5% dalam jangka waktu 25 tahun. Namun ujrah yang ditetapkan bisa berubah sesuai dengan kondisi ekonomi acuan BI.

Kamu bisa membeli produk berupa rumah baru, ruko, apartemen dan alih pinjaman dari bank lain menggunakan layanan ini. Sampai sini bisa dipahami kan?

5. KPR Syariah Mandiri

Kelima adalah KPR Syariah Mandiri yang menawarkan program Pembiayaan Griya baik jangka panjang, pendek dan menengah. Nasabah didukung untuk mendapatkan tempat tinggal baik baru ataupun bekas di lingkungan developer.

Simulasi pembayaran KPR Syariah Mandiri ini bisa kamu tanyakan langsung ke customer service saat ingin melakukan pengajuan. Sama seperti sebelumnya, akad yang dilakukan adalah mudharabah (jual beli antara nasabah dan bank).

Bank akan membeli barang-barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah, ditambah dengan keuntungan margin, hasil kesepakatan bersama.

Program ini mengusung proses pembayaran flat selama masa perjanjian dan skema ini menguntungkan nasabah.

6. KPR Syariah BTN

Nah kredit pemilikan rumah syariah yang terakhir datang dari Bank BTN dengan jenis layanan yang berbeda. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

  • KPR Platinum iB

KPR Platinum iB merupakan pembiayaan kredit pemilikan berbasis syariah berupa toko, rumah, ruko, apartemen dengan uang muka yang ringan. Angsurannya juga tetap tidak bergantung pada kondisi ekonomi. Prosesnya dinamakan akad mudharabah.

  • KPR Indent iB

Kedua adalah KPR Indent iB yang merupakan program pembiayaan yang memungkinkan nasabah untuk membeli rumah, rusun, apartemen, ruko dan rukan menggunakan akad istishna’.

  • Pembiayaan Bangun Rumah BTN iB

Program ini merupakan pembiayaan untuk nasabah yang ingin melakukan pembangunan rumah atau renovasi lahannya sendiri. Semua bisa dilakukan sesuai keinginan dengan akad mudharabah.

  • Pembiayaan Properti BTN iB

Sesuai dengan namanya, program ini merupakan kredit pemilikan rumah syariah bagi nasabah yang ingin membeli properti baru atau pembiayaan ulang semua properti yang sudah dimiliki. Akad yang disepakati adalah musyarakah mutanaqisah.

  • KPR BTN Bersubsidi iB

Terakhir adalah KPR BTN Bersubsidi iB yang dikhususkan untuk masyarakat berpendapatan rendah dan sudah bekerjasama dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).

Program ini mendongkrak masyarakat untuk melakukan pembelian rumah dengan akad mudharabah. Bagi kamu yang belum pernah melakukan pengajuan KPR maka program ini adalah pilihan yang tepat.

Sebenarnya ada beberapa poin yang wajib dipahami sebelum melakukan pengajuan kredit pemilikan rumah syariah melalui beberapa bank yang disebutkan di atas, diantaranya adalah:

Bunga/Margin/Ujrah Tetap

Kamu pastinya sudah paham dengan bunga, hanya saja dalam skema KPR syariah ini yang ditawarkan sifatnya tetap, tidak berubah hingga semua pinjaman yang diberikan dibayar lunas.

Bunga/Ujrah Floating

Kebalikan dari yang pertama, kalau bunga yang satu ini bisa berubah sewaktu-waktu tergantung bagaimana kondisi ekonomi acuan BI. Contohnya adalah Bank BTN yang memberikan dasar pemahaman sebagai berikut:

  • Harga rumah yang dibandrol adalah Rp. 500.000.000.
  • Uang muka sebesar 15%, berarti totalnya Rp. 75.000.000.
  • Tenor masa pinjamannya adalah 10 tahun, berarti nasabah harus membayar sekitar Rp. 5.300.000 per bulannya.
  • Terdapat penambahan biaya administrasi sebesar Rp. 10.750.000.
  • Dikenakan biaya notaris sebesar Rp. 23.000.000.

Baca Juga : Inilah Rumus dan Contoh Perhitungan KPR Rumah di Indonesia

Bagi kamu yang bertanya apa saja sih syarat mengajukan kredit pemilikan rumah syariah? Masing-masing bank memiliki kebijakan yang berbeda. Namun pada umumnya adalah memiliki KTP, tidak ada riwayat kredit bermasalah, berpenghasilan dan memiliki NPWP.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *