Kredit Pemilikan Rumah

Apa Itu KPR Subsidi dan Non Subsidi?

Jika ditanya tentang tempat paling nyaman, sebagian besar dari kamu mungkin akan menjawab “rumah”. Secara umum, rumah memang tempat paling dirindukan saat kita pergi jauh. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memiliki rumah sendiri, salah satunya dengan sistem KPR subsidi. Apa itu KPR subsidi?

Apa Itu KPR Subsidi?

Menjadi salah satu kebutuhan primer, tentunya keinginan memiliki rumah sendiri adalah impian setiap orang ya. Tapi harga pembangunan rumah yang tidak sedikit menjadi penghalang besar bagi orang-orang dengan penghasilan rendah untuk memiliki rumah.

Meski tersedia pilihan rumah siap huni yang bahkan pembayarannya bisa dicicil, tapi cicilan ini seringkali membuat ngos-ngosan banyak pemilik setiap bulannya.

Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang belum bisa memiliki rumah sendiri bahkan ada yang sudah sampai berusia senja masih harus mengontrak. Melihat hal ini membuat pemerintah mengambil langkah maju dengan membuat program KPR bersubsidi. Apa itu KPR subsidi?

KPR adalah singkatan dari “Kredit Pemilikan Rumah”, yang merupakan produk pinjaman dari suatu developer perumahan kepada pembeli rumah untuk bisa tinggal di rumah tersebut dengan skema pembayaran cicilan per bulan selama jangka waktu tertentu.

(Baca Juga: Syarat dan Cara Mengurus Take over KPR)

Tapi KPR ini tidak cuma-cuma, sebagai ganti dari keringanan pembelian rumah tersebut, pihak pembeli harus memberikan jaminan berupa sertifikat tanah, BPKB kendaraan, logam mulia, atau pun sertifikat dari rumah itu sendiri.

Sistem KPR ini mirip seperti kamu membeli motor baru dengan sistem kredit, yang motornya bisa langsung kamu bawa pulang setelah kamu memberikan DP tapi surat-surat motor kamu masih ditahan sampai kamu bisa melunasi angsuran.

Sedangkan KPR bersubsidi adalah program bantuan dari pemerintah yang ditujukkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar bisa memiliki hunian sendiri yang layak namun tidak memberatkan.

Program ini tepatnya dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan tahun 2021 ini PUPR menargetkan sebanyak 222.876 unit hunian akan dibuat di berbagai kota di Indonesia agar kualitas hidup masyarakat lebih sehat, layak, dan nyaman.

Syarat Mengajukan KPR Bersubsidi

Apa itu KPR subsidi - Syarat Mengajukan KPR

Setelah mengetahui apa itu KPR subsidi, kamu juga perlu tahu tentang syarat apa saja sih jika ingin mengajukannya. Secara umum syaratnya adalah sebagai berikut:

  • Kamu adalah warga negara Indonesia yang menetap di Indonesia.
  • Usia kamu saat mengajukan KPR adalah 21 tahun dan sudah atau pernah menikah secara sah menurut hukum dan agama. Jadi untuk pasangan yang menikah menikah siri (agama) tidak diperbolehkan. Namun untuk kamu yang sudah bercerai diperbolehkan.
  • Kamu belum pernah memiliki rumah KPR bersubsidi, dan saat pengajuan belum memiliki rumah atas nama kamu sendiri. Kamu juga belum pernah menerima dana bantuan pemerintah dalam program apapun yang mengarah ke kepemilikan rumah.
  • Saat mengajukan, kamu dalam status bekerja atau memiliki usaha/bisnis yang sudah berjalan setidaknya 1 tahun.
  • Kamu harus memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) atau SPT (Surat Pemberitahuan) orang pribadi.
  • Pemasukan maksimal kamu setiap bulan adalah Rp 4.000.000 jika kamu mengambil KPR Rumah Sejahtera Tapak, dan maksimal Rp 7.000.000 jika kamu mengambil KPR Rumah Sejahtera Susun.

Dokumen Pengajuan KPR Subsidi

Apa itu KPR subsidi - Document Pengajuan KPR Subsidi

Setelah tau apa itu KPR subsidi dan semua syarat pemohon, inilah beberapa syarat dokumen yang harus disiapkan:

  • Mengisi formulir pengajuan KPR subsidi secara lengkap.
  • Pas foto terbaru dari kamu dan pasangan kamu.
  • Fotokopi identitas diri (KTP) kamu dan pasangan bersama dengan fotokopi KK dan fotokopi surat nikah. Jika sudah berpisah dengan pasangan, maka
  • dokumen yang harus disertakan adalah fotokopi surat cerai, KK, dan KTP sendiri.
  • Fotokopi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • Fotokopi mutasi rekening dalam 3 bulan terakhir.
  • Surat pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa kamu dan / atau pasangan kamu belum pernah memiliki rumah atas nama sendiri dan belum pernah mendapat subsidi pemerintah dalam hal kepemilikan rumah.
  • Jika kamu adalah karyawan di suatu perusahaan, maka lampirkan fotokopi surat keterangan kerja / kontrak kerja / SK (Surat Keputusan) Pengangkatan Pegawai Tetap.
  • Sedangkan untuk non pegawai (pemilik usaha), sertakan fotokopi SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) bersama dengan fotokopi TD (Tanda Daftar Perusahaan), surat keterangan lokasi usaha kamu, dan bukti pemasukan usaha dalam 3 bulan terakhir.

Jika kamu adalah pekerja profesional, misalnya dokter yang sudah membuka praktek sendiri, maka lampirkan fotokopi ijin praktek.

(Baca Juga: Mengenal Kredit Tanpa Agunan (KTA), Lalu Apa Kelebihan dan Kekurangannya?)

Perbedaan KPR Subsidi dan Non-Subsidi

Agar lebih paham tentang apa itu KPR subsidi, sepertinya kamu juga perlu tahu nih apa perbedaanya dari yang non subsidi:

  • Pihak yang Terlibat

 Apa itu KPR subsidi - Pihak yang Terlibat

Jika membeli rumah dengan sistem KPR non subsidi, seluruh biaya akan dibebankan kepada pembeli. Sedangkan pihak yang mengcover harga rumah kamu adalah bank umum konvensional. Jadi pihak bank akan membeli sebuah rumah atas nama kamu dari developer perumahan.
Selanjutnya kamu harus membayar pinjaman tersebut kepada pihak bank selama beberapa waktu sampai pinjaman tersebut lunas. Jadi sebenarnya kamu itu berhutang kepada bank, bukan ke pemilik perumahan.
Sedangkan developer perumahan sendiri tentu saja tidak ingin pembelinya berhutang, karena mereka juga harus balik modal agar bisnis terus berputar. Sedangkan dalam program KPR subsidi, pihak yang menalangi dana pembelian rumah kamu adalah pemerintah, bukan bank konvensional.
Dalam hal ini, pemerintah tidak membebankan PPN kepada kamu dan justru akan memberikan dana bantuan kepada kamu selaku pembeli sehingga harga total dari rumah tersebut akan lebih murah.

  • Suku Bunga

Apa itu KPR subsidi - Suku Bunga

Secara umum, KPR subsidi hanya membebankan bunga sekitar 5% kepada pembeli, yang termasuk lebih rendah dari KPR non subsidi. Suku bunga ini juga flat (tetap) selama masa kredit, tidak seperti KPR non subsidi yang bunganya bisa tetap atau naik turun mengikuti kondisi pasar.
Bunga KPR non subsidi yang tidak stabil / bisa berubah disebut dengan “fixed rate”. Jika kamu masih berada di masa periode kredit (cicilan rumah kamu belum lunas) tapi bunga di pasaran berubah, maka bunga yang dibebankan ke kamu tidak akan berubah sehingga jumlah angsuran tetap sama.
Sedangkan bunga KPR non subsidi yang bisa naik atau turun sesuai kondisi pasar disebut dengan “floating rate” (bunga mengambang). Jika suku bunga di pasaran turun, maka jumlah angsuran kamu akan ikut turun, begitu juga sebaliknya.

  • Syarat Usia Pemohon

Apa itu KPR subsidi - Usia Pemohon

KPR non subsidi memiliki syarat yang sedikit berbeda dari syarat KPR subsidi yang sudah disebutkan di atas. Perbedaan ini terletak pada usia. Jika mengajukan KPR subsidi, usia minimal adalah 21 tahun dan tidak ada batasan maksimal.
Sedangkan usia pemohon KPR non subsidi bisa dari 18 sudah menikah dan saat masa pelunasan usianya tidak boleh lebih dari 55 tahun untuk karyawan, dan tidak lebih dari 65 tahun untuk pengusaha dan pekerja profesional.

  • Fasilitas

Apa itu KPR subsidi - Fasilitas

Seperti yang mungkin sudah kamu tebak, rumah bersubsidi memiliki fasilitas yang sederhana, karena memang merupakan rumah bantuan dari pemerintah. Berbeda dengan rumah non subsidi yang tipenya lebih beragam dan fasilitasnya pun lebih banyak bahkan ada yang mewah.
Biasanya, rumah subsidi belum dilengkapi dengan dapur, tapi sudah ada kamar mandi, kamar tidur, dan ruang tamu. Sedangkan rumah non subsidi sudah dilengkapi dengan dapur dan bahkan ada banyak ruangan lain tergantung tipe masing-masing rumah.

  • Ukuran Rumah

 Apa itu KPR subsidi - Ukuran Rumah

Rumah subsidi biasanya berukuran kecil, yaitu luas maksimal 36 m2 atau biasa disebut rumah tipe 36, yang memang ditunjukan untuk pasangan baru menikah dan belum memiliki anak. Berbeda dengan rumah non subsidi yang ukurannya bisa kamu pilih sendiri mulai dari yang kecil hingga sangat besar.

  • Lokasi Rumah

Apa itu KPR subsidi - Lokasi

Ciri khas lain dari rumah subsidi adalah berada di lokasi yang cukup jauh dari pusat kota dan fasilitas umum, biasanya ada di pinggiran kota. Sedangkan rumah non subsidi justru berada di lokasi sebaliknya, yaitu dekat dengan pusat kota dan fasilitas umum, serta berada di kawasan yang strategis.
Aturan Renovasi dan Penjualan
Sebagai pemilik rumah bersubsidi, ternyata kamu tidak bisa melakukan renovasi seenaknya lho. Kamu harus menunggu setidaknya 2 tahun untuk membongkar atau menambahkan bagian tertentu ke rumah kamu.
Begitu pula jika ingin menjualnya. Sedangkan untuk rumah non subsidi, kamu bisa melakukan renovasi atau over kredit kapan saja.
Sekarang sudah tahu ya apa itu KPR subsidi dan non subsidi. Masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangan dan pilihan terbaiknya kembali lagi ke kemampuan / keinginan kamu dalam membeli rumah.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *