Kartu Kredit

Informasi Mengenai Kartu Kredit: Situasi yang Sebaiknya Tidak Menggunakan Kartu Kredit Agar Aman

thumb situasi kkredit - informasi mengenai kartu kredit

Keberadaan kartu kredit memang menjadi angin segar bagi mereka yang ingin bertransaksi lebih praktis tanpa ribet. Namun, bukan berarti penggunaan kartu kredit tanpa perhitungan yang tepat. Kamu perlu mengetahui informasi mengenai kartu kredit agar bisa mengambil pelajaran.

Baca Juga : Simak Alasan Tidak Butuh Kartu Kredit Untuk Kondisi Finansial Kamu!

Pada dasarnya, jenis kartu  ini sudah lazim digunakan masyarakat di era modern. Tidak semua transaksi bisa leluasa dilakukan dengan kartu kredit. Kamu harus pintar membaca situasi lalu menentukan apakah perlu kartu kredit atau tidak.

Kondisi yang Tidak Perlu Menggunakan Kartu Kredit

Segala kemudahan yang diberikan kartu kredit bisa diibaratkan dua mata pisau. Di satu sisi akan sangat membantu transaksi, di sisi lain bisa menimbulkan masalah finansial. Terutama bagi mereka yang tidak bisa menggunakannya dengan bijak.

Padahal saat pertama kali membuat kartu ini, nasabah sudah dihadapkan pada term and condition yang perlu dibaca dengan teliti. Dengan demikian, kamu bisa menggunakan kartu kredit dengan hati-hati agar tidak boros.

Terdapat beberapa kondisi yang sebaiknya kamu tidak perlu menggunakan kartu kredit. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan akan berpengaruh terhadap kondisi finansial nantinya. Daripada penasaran, berikut ulasan yang bisa diperhatikan.

1. Ketika Berkomunikasi via Email

Bagi pengguna kartu kredit yang sering berkomunikasi via email, sebaiknya waspada terhadap hal ini. Mungkin kamu sering menerima banyak email random yang belum dibuka. Ketika membuka kumpulan email tersebut, hindari memberikan informasi mengenai kartu kredit.

Di era digital seperti saat ini, kejahatan lewat internet semakin bervariasi. Mungkin kamu sudah pernah mendengar teknik kejahatan berupa phising atau spear phising. Phising yang dilakukan melalui email biasanya dirancang dengan mengekstrak nomor kartu kredit korban.

Tidak sedikit yang merasa dirugikan akibat penyalahgunaan kartu kredit. Hal ini karena pelaku akan melakukan pembelian tidak sah sehingga menguras limit kartu kredit milik korban. Jadi, hindari meng-klik sembarangan tautan jenis apapun yang ada di internet.

Tidak hanya itu, sebaiknya cari tahu lebih banyak mengenai berbagai indikasi terjadinya phising. Misalnya penggunaan bahasa Inggris yang aneh, kesalahan ejaan, dan logo yang tampak tidak jelas. Kamu juga bisa mengarahkan kursor ke tautan tanpa harus melakukan klik.

Setelah itu, kamu bisa memperhatikan apakah alamat URL dikenal atau tidak. Lanjutkan dengan melakukan pencarian terhadap URL yang dicurigai. Jika ternyata ada sesuatu yang janggal, jangan pernah melakukan pembayaran maupun memasukkan data apapun.

2. Belanja Online di Situs Tidak Aman

 

Masih banyak masyarakat di era modern  yang justru terjebak dengan segala kemudahan yang ada di internet. Pernahkah kamu memperhatikan situs web yang dikunjungi untuk mencari barang incaran? Nah, sebaiknya lebih waspada terhadap website yang kurang kredibel dan terpercaya.

Salah satu cirinya adalah awal domain situs tersebut tidak menggunakan format “https”. Perlu diketahui bahwa ketiadaan bagian ini merupakan salah satu indikasi situs yang tidak aman. Nah, sebaiknya kamu menghindari membayar hal apapun pada tipe situs web tersebut.

Pada dasarnya, https merupakan jenis protokol yang digunakan untuk berkomunikasi melalui jaringan komputer.  Pengguna internet pastinya sudah tidak asing dengan protokol ini. Peran protokol ini adalah sebagai otentikasi website yang dikunjungi user.

Selain itu, https menjadi bentuk perlindungan privasi dan integritas data yang ditransmisikan. Jika kamu sedang dalam kondisi seperti ini, sebaiknya pilih opsi pembayaran lain selain kartu kredit. Salah satu opsi pembayaran yang bisa digunakan sebagai penggantinya adalah PayPal.

3. Ketika Berkomunikasi dengan Orang Lain di Telepon

Nah, hal ini penting diperhatikan karena tidak sedikit korban penipuan kartu kredit yang diawali dari panggilan telepon. Ketika berbicara dengan seseorang via telepon, hindari memberikan informasi kartu kredit yang dimiliki.

Pada dasarnya, kamu tidak pernah tahu kelanjutan apa yang terjadi ketika sambungan telepon berakhir. Tidak hanya itu, kita juga tidak tahu persis apakah percakapan tersebut terekam atau tidak. Bisa jadi ada yang mengetahui isi dari percakapan yang kamu lakukan.

Tidak hanya itu, seseorang di sekitar kamu juga bisa menguping percakapan penting mengenai kartu kredit ini. Bisa jadi informasi berupa angka yang diucapkan ternyata ada yang mencatat. Mungkin masih banyak pengguna kartu kredit yang tidak menyadari kesalahannya ketika menerima telepon.

Salah satu situasi yang memungkinkan untuk memberikan informasi kartu kredit via telepon adalah ketika memesan makanan secara online. Ketika sebuah layanan tidak memiliki aplikasi atau situs web resmi, maka sebaiknya gunakan aplikasi pihak ketiga dibanding kartu kredit.

4. Berbelaja di Toko Online yang Belum Memiliki Ulasan

Rasanya berbelanja secara online memang harus memperhatikan berbagai hal. Nah, pernahkah kamu berbelanja barang di penjual online yang tak memiliki ulasan? Sebaiknya berpikir ulang ketika mendapati toko online yang tidak memiliki review atau ulasan atas produknya.

Tidak adanya tanggapan positif apapun membuat kondisi ini patus dicurigai. Nah, kamu harus berpikir ulang ketika mendapati situasi seperti ini. Pada dasarnya, menjual barang melalui internet juga membutuhka ulasan yang bisa dilihat calon pembeli.

Hal ini terbukti menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengukur reputasi perusahaan tempat berbisnis. Oleh karena itu, gunakanlah kesempatan yang ada sebaik-baiknya dengan memperhatikan tempat membeli barang secara online.

Jika situs web untuk membeli barang belum begitu terkenal, sebaiknya cari tahu lebih mendalam mengenai situs tersebut. Misalnya dengan memastikan alamat dan nomor telepon penjual valid atau tidak.

Selain itu, dapatkan informasi kartu kredit terkini agar tidak ketinggalan informasi mengenai berbagai jenis kasus penggunaan kartu ini.

5. Membeli Barang Melebihi Pendapatan

Pada dasarnya, diterbitkannya kartu kredit adalah untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan. Selain itu, sadarilah bahwa pelunasan tagihan harus bisa dilakukan di akhir bulan. Hal ini sungguh miris karena beberapa pengguna kartu kredit menggunakan sarana ini untuk menumpuk utang.

Bagi yang menggunakan kartu kredit sebagai alat kenyamanan, tentu sudah merasakan berbagai manfaat dari jenis kartu ini.  

6. Ketika Penjual Meminta Kartu Kredit sebagai Metode Pembayaran

Kondisi seperti ini bisa saja terjadi ketika kamu hendak membayar sejumlah makanan di restoran atau bar. Hindari memberikan kartu kredit secara sembarangan kepada pelayan tanpa pengawasan. Kamu harus memperhatikan hal ini terutama ketika hendak membayar tagihan.

Selalu ada kemungkinan dimana pelayan restoran atau bar akan mencatat informasi kartu kredit lalu menyalahgunakannya. Pada dasarnya, kasus kloning kartu kredit memang sempat marak terjadi ketika penggunanya membayar makanan di restoran.

Bahkan terdapat kasus seseorang yang menyimpan perangkat kloning di balik jaketnya. Sebagai solusi, jangan pernah kecolongan ketika mengawasi penggunaan kartu kredit.

7. Mengakses Toko Online dengan WiFi Publik

Bagi kamu yang sering menggunakan WiFi publik sebaiknya berhati-hati. Tidak semua aktivitas berinternet bisa dilakukan dengan aman menggunakan jaringan wireless yang bersifat publik. Terutama ketika hendak berbelanja online menggunakan WiFi publik.

Jangan memasukkan informasi pribadi apapun ke sebuah situs web yang diakses menggunakan koneksi internet yang tidak aman. Misalnya jaringan internet yang tidak dilindungi password atau kata sandi.

Jadi, hal ini beresiko pada informasi kartu kredit yang bisa dibaca orang yang tidak bertanggung jawab. Sebaiknya, tunggu sampai mendapatkan koneksi yang aman sebelum memasukkan informasi penting dan rahasia.

Jika ingin menggunakan koneksi WiFi, sebaiknya gunakan WiFi yang biasa diakses di rumah bersama keluarga. Selain itu, jangan lupa hapus koneksi WiFi yang bukan milik kamu di perangkat. Gunakan pula kata sandi yang unik agar koneksi bisa digunakan dengan aman.

8. Ketika Menggunakan Komputer di Warnet

Bagi kamu yang mengakses komputer di warnet, jangan keluarkan informasi apapun mengenai kartu kredit yang dimiliki. Tidak sedikit komputer yang sudah diprogram untuk merekam semua penekanan tombol yang dilakukan penggunanya.

Nah, aktivitas perekaman ini dikenal sebagai keylogger. Kemungkinan besar komputer seperti itu sudah terisi malware untuk mencari informasi pribadi penggunanya. Jadi, jangan lakukan pembayaran apapun ketika kamu menggunakan komputer yang ada di warnet.

9. Saat Ada Plastik atau Kabel yang Terbuka Pada Perangkat

Beberapa perangkat memang ada yang sengaja dimodifikasi sehingga bisa mencuri data kartu kredit penggunanya. Contohnya transaksi menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture). Jika mendapati kabel atau plastik terbuka, lebih baik laporkan ke pihak kemanan tempat belanja.

Dengan demikian, kamu bisa bertransaksi lebih tenang tanpa was-was. Mengingat informasi kartu kredit yang tersebar luas sembarangan bisa berdampak buruk bagi pemiliknya.

Baca Juga : Cara Membuat Kartu Kredit Online Gratis dan Mudah

Pemahaman mengenai situasi seperti di atas penting dilakukan agar informasi pribadi pengguna kartu kredit tidak tersebar luas. Update terus informasi kartu kredit terkini agar kamu bisa lebih bijak menggunakan jenis kartu ini ya.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Kartu Kredit