InvestasiSaham

Baru Mau Mulai Investasi? Ketahui Tips Investasi Saham Untuk Investor Pemula Sepertimu Dulu Yuk!

thumb inv pemula - tips investasi saham untuk investor pemula

Bayangkan hidupmu tanpa investasi dulu. Kamu bekerja sepanjang hidup, mungkin mendapatkan kenaikan gaji, promosi, memiliki rumah yang bagus, mobil dsb, tapi Kamu tidak memiliki banyak waktu untuk keluarga. Itulah mengapa belajar tips investasi saham untuk investor pemula amat penting.

Baca Juga : Yuk Kenali Jenis Investasi yang Cocok Untuk Pemula Seperti Kamu!

Dengan investasi, Kamu tidak terpaku dengan pekerjaan saja untuk bisa menghasilkan uang. Kamu bisa pergi berlibur setahun sekali, makan di luar secara teratur, dan berusaha menikmati hal-hal yang lebih menyenangkan dalam hidup sebaik mungkin.

Berikut Tips Investasi Saham Untuk Investor Pemula

Kamu yang belum berinvestasi, jika kelak Kamu menjadi tua, tidak ada yang tertarik untuk mempekerjakan, dan hidup dengan tunjangan jaminan sosial yang sangat sedikit selama sisa hidupmu.

Kamu mungkin menghasilkan banyak uang ketika masih muda, tetapi ketika sudah tua besok? Buat Kamu yang ingin belajar investasi saham, berikut adalah tips cerdas untuk berinvestasi :

1. Ingat Konsep Investasi

Mungkin Kamu bingung dengan tips pertama satu ini, apa konsep investasi saham? Jadi, konsep dari investasi adalah membeli saham bisnis yang bagus ketika harganya sedang berada di titik rendah, dan kemudian menahannya untuk waktu yang lama (jangka panjang).

Apakah bisnis yang bagus itu? Bisnis yang bagus adalah perusahaan dengan potensi memberikan keuntungan tinggi. Apa yang dimaksud dengan harga di titik rendah? Harga beli  yang berada di bawah nilai intrinsik saham.

Lalu berapa lama jangka panjangnya? Memegang saham dengan jangka waktu lebih dari 3 tahun. Ya, 3  tahun merupakan syarat umum investasi jangka panjang.

2. Targetkan Pengembalian Modal yang Realistis

Membeli saham dengan harapan bisa melipatgandakan uang dalam beberapa bulan tidak akan pernah terjadi. Itulah mengapa Kamu jangan terlalu berharap lebih! Memang, ada beberapa tempat yang dapat melipatgandakan modal dengan tingkat tertentu, namun tetap butuh waktu.

Sebagai pemula, Kamu hanya perlu mentargetkan pengembalian modal investasi saja di tahun pertama. Urusan mendapatkan untung, itu bisa diatur setelah tahun pertama.

 Jika holding periode 3 sampai 5 tahun, saham biasanya bisa memberikan return sebesar 15% per tahun. Pada tingkat ini, investasi Kamu akan berlipat ganda setiap 5 tahun..

3. Selalu Berpikir Bahwa Investasi itu Jangka Panjang

Volatilitas harga saham jangka pendek itu seperti teka-teki. Dalam jangka pendek, pergerakan harga saham hampir tidak mungkin bisa untuk diprediksi. Ada beberapa investor yang mencoba peruntungan dengan analisis teknis untuk bisa memprediksi pergerakan saham, namun hal itu tidak bisa menjamin.

Lalu bagaimana alternatifnya untuk menghindari volatilitas harga saham? Alternatifnya adalah mempraktikkan investasi jangka panjang. Bagaimana cara melakukannya? Jangan membeli saham dengan gegabah dan juga tidak menjual saham yang Kamu beli dengan tergesa-gesa pula!

Kamu harus mempertahankan saham dalam jangka waktu yang sangat lama untuk mendapatkan keuntungan ke depannya.

4. Selalu Siap Dengan Hal Terburuk

Tidak ada alternatif apapun untuk bisa mengetahui segala hal tentang investasi kecuali belajar secara mandiri. Ya, sama halnya seperti Kamu ingin naik sepeda, untuk bisa menguasainya maka Kamu perlu belajar dan latihan, begitu pula dengan investasi saham.

Selain belajar, Kamu juga perlu latihan dengan mulai membeli dan menjual saham sendiri. Kamu juga perlu bersiap dengan beberapa keputusan buruk. Apapun yang akan Kamu hadapi nantinya, belajarlah terus dan tetap berinvestasi.

Fokus pada pengembangan keterampilan Kamu untuk mengidentifikasi bisnis yang kuat dan memperkirakan nilai wajarnya. Triknya adalah membaca dan menerapkan pembelajaran dengan benar-benar membeli dan menjual saham.

5. Pahami Perspektif Seluruh Perusahaan

Menjadi seorang investor pemula harus memahami sebuah perusahaan yang hendak diinvestasi, memahami perspektif tentang perusahaan dan kemudian membeli sahamnya. Buatlah catatan mengenai perusahaan yang hendak Kamu bidik.

Apakah Kamu ingin membeli saham perusahaan ini karena prospeknya bagus? Atau karena kinerjanya diyakini akan meningkat di tahun-tahun yang akan datang?

Semua hal tentang perusahaan yang hendak Kamu investasi perlu Kamu pelajari sebelum membeli sahamnya. Belajar memahami investasi saham pada sebuah perusahaan secara substansial akan meminimalkan kemungkinan kerugian.

6. Belilah Saham Ketika Harganya Turun dan Jual Ketika Naik

Tips investasi saham untuk investor pemula satu ini adalah yang paling mudah. Ketika harga saham turun, inilah saatnya untuk membeli lebih banyak saham, bukan justru menjualnya.

Jika harga saham naik, sebagian orang cenderung membeli sahamnya bahkan tanpa memeriksa fundamental bisnisnya. Secara umum, kenaikan harga saham memungkinkan orang untuk menjual, bukannya membeli. Jadi, jangan sampai Kamu melakukan hal terbalik, ya!

7. Jual Saham yang Berpotensi Merugikan

Pastikan Kamu tidak terlalu sering melakukan trading karena sangat dianjurkan untuk memiliki saham dalam jangka panjang. Namun bukan berarti Kamu dapat menyimpan semua saham untuk jangka panjang, ya!

Jika kira-kira ada saham yang menurut Kamu berpotensi merugikan meskipun sudah disimpan selama bertahun-tahun, maka jual saja saham tersebut. Kamu mungkin beralasan bahwa menahannya untuk jangka panjang dapat menggantikan kerugian.

Namun pada titik ini, buang pikiran itu dan carilah prospek bisnis masa depan perusahaan. Jika berita terkini terkait perusahaan suram, ya jual saja!

8. Ketahui Strategi Trading

Ada banyak strategi untuk memperdagangkan saham. Strategi paling umum adalah membeli dan menahan. Kamu perlu membeli saham, lalu menahannya selama bertahun-tahun.

Strategi kebalikannya adalah trading saham harian, yaitu ketika Kamu membeli saham kemudian menjualnya pada hari yang sama sebelum pasar tutup.

Setiap strategi memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya, trading harian bisa mahal karena Kamu sering bermain saham. Selain itu, karena trading Kamu berdurasi kurang dari satu tahun, keuntungan apa pun akan dikenakan pajak capital gain jangka pendek.

Untuk menekan biaya serendah mungkin, sangat disarankan untuk membeli dan menahan seluruh pasar saham. Strategi ini dikenal sebagai investasi pasif, sebuah metode beli dan tahan. Strategi investasi pasif adalah saat Kamu membeli seluruh indeks pasar sebagai reksa dana tunggal atau ETF.

 Dengan membeli seluruh indeks, Kamu terdiversifikasi dengan benar, yakni memiliki saham di perusahaan besar, bukan hanya satu. Ketika  Kamu sudah terdiversifikasi, maka hal itu akan mengurangi risiko jangka panjang.

Tiga strategi umum lainnya yang mungkin bisa Kamu terapkan adalah :

  • Trading dengan momentum, membeli saham dari perusahaan yang tumbuh sangat cepat dan menjualnya untuk mendapatkan keuntungan sebelum harga pasti mencapai puncaknya).
  • Swing trading, menggunakan analisis teknis untuk mengidentifikasi kisaran trading, kemudian membeli dan menjual saham saat saham dijual dalam kisaran yang sudah dianalisis.
  • Trading saham penny, membeli saham perusahaan yang sangat kecil harganya per lot saham.

9. Selalu Bersabar

Orang yang berhasil dalam investasi saham perlu memiliki kesabaran. Nah, tindakan paling logis dari investor yang sabar adalah mempertahankan saham untuk jangka panjang.

Namun, kesabaran dan kepemilikan jangka panjang bukan berarti Kamu bebas membeli saham dan kemudian melupakannya.

Kamu harus ingat saham apa saja yang sudah Kamu beli dan jangan lupa untuk melacak harga dan mengingat fundamental bisnisnya yang terus berkembang. Tracking perkembangan saham harus dilakukan secara mendalam, setidaknya setahun sekali.

Kamu perlu mengevaluasi nilai intrinsik saham. Penurunan nilai suatu perusahaan merupakan pertanda buruk. Cobalah untuk mengetahui lebih banyak tentang apa yang menyebabkan penurunan.

Cari tahu apa yang salah dengan perusahaan? Jika tidak ada hal negatif pada perusahaan tersebut, maka pertahankan kepemilikan Kamu.

10. Lakukan Investasi Kontrarian

Investasi kontrarian adalah strategi investasi yang digunakan investor untuk mengambil keputusan jual-beli yang kontras dengan apa yang dilakukan oleh mayoritas di pasar saham. Apa dasar logikanya? Saat mayoritas orang membeli saham, harga akan mencapai puncaknya.

Jika Kamu membeli saham pada saat itu, maka ada lebih banyak peluang untuk mendapatkan saham yang dinilai terlalu tinggi. Nah, waktu ini lebih cocok jika Kamu gunakan untuk menjual kepemilikanmu saat ini.

Demikian pula, ketika mayoritas orang menjual saham, maka hal itu membuat harga semakin jatuh. Jika Kamu membeli pada titik ini, ada lebih banyak peluang untuk menangkap saham pada level harga yang terlalu rendah. Artinya, titik ini adalah waktu yang tidak cocok untuk menjual kepemilikan.

Kombinasi investasi nilai dan pendekatan kompetitor dapat membuat investasi saham menjadi sangat mudah. Menyadari nilai intrinsik saham adalah langkah pertama. Kemudian membelinya ketika pasar jatuh membuat gaya investasi satu ini  bebas risiko.

Baca Juga : Ayo Cari Tahu Cara Investasi Saham Untuk Pelajar Sepertimu

10 tips investasi saham untuk investor pemula  mencakup hampir semua aspek investasi saham yang harus diketahui dan dipraktikkan. Bagi Kamu yang ingin sekali mencoba investasi perhatikan beberapa langkah yang sudah disebutkan di atas seperti ketahui konsep investasi, strategi trading dan seterusnya.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Investasi