Investasi

Mari Belajar Tahapan Investasi Untuk Pemula Seperti Kamu Sebagai Strategi di Masa Depan Nanti

thumbnail tahapan invest - tahapan investasi untuk pemula

Banyak orang mulai berinvestasi dengan pendekatan yang terburu-buru dan jika keberuntungan tidak berpihak padanya, maka yang ada hanyalah menghadapi kerugian. Jika tidak ingin menghadapi kerugian yang pelik, maka Kamu harus pahami tahapan investasi untuk pemula.

Baca Juga : Mengenal Prinsip Mengelola Keuangan Agar Finansial Baik dan Aman

Sebagai pemula, Kamu harus menyadari bahwa kekayaan yang didapatkan dari investasi itu adalah hasil dari proses yang didorong oleh tolok ukur dari waktu ke waktu. Tahapan proses ini melibatkan banyak hal, tidak hanya kesiapan dana saja, apakah itu?

Berikut Tahapan Investasi Untuk Pemula

Memulai investasi bukanlah hal yang mudah, ada banyak tahapan yang perlu dilalui oleh seorang pemula. Mulai dari persiapan untuk berinvestasi dengan mengumpulkan keuangan, membidik tujuan secara sistematis dan menuliskan risiko.

Jika Kamu sudah siap menginvestasikan uang, maka Kamu juga harus memiliki mental untuk kehilangan. Berikut adalah tahapan yang perlu Kamu lalui jika ingin berinvestasi :

1. Siapkan Dana Investasi

dana invest - tahapan investasi untuk pemula

Tahap pertama untuk memulai investasi adalah dengan menyiapkan beberapa dana yang Kamu butuhkan. Anggarkan pendapatan bulanan Kamu pada tahap ini untuk memberikan sedikit sisa uang tambahan di setiap bulannya.

Ketika penghasilanmu cukup tinggi, Kamu juga harus melakukan pengeluaran yang hati-hati agar surplus finansialmu teratur.  Banyak faktor berbeda yang dapat menentukan seberapa baik proses investasi bekerja untukmu.

Pembelian yang terburu-buru tidak hanya memberimu keuntungan minimal, tetapi juga dapat merusak kesehatan keuangan dan emosionalmu.

Nah, untuk memastikan Kamu mendapatkan hasil maksimal dari uang hasil jerih payahmu, Kamu harus memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara kerja proses investasi dengan menyiapkan uang semaksimal mungkin.

2. Ketahui Situasi Keuangan Kamu Saat Ini

situasi uang - tahapan investasi untuk pemula

Setelah menyiapkan dana, Kamu juga perlu mengevaluasi situasi keuangan Kamu saat ini. Kamu perlu memperhatikan faktor-faktor keuanganmu seperti aset, kewajiban, dan, yang terpenting, risiko yang dihadapi setelah investasi.

Meluangkan waktu untuk menilai semua aspek keuangan di atas akan membantu Kamu memutuskan kebijakan dan strategi investasi yang tepat.

3. Buat Dana Darurat

dana darurat - tahapan investasi untuk pemula

Akumulasi uang bulananmu, bonus, hadiah, atau uang apapun di rekening tabunganmu. Keamanan finansial adalah hal terpenting saat mulai berinvestasi karena Kamu akan menghadapi keadaan di luar dugaan.

Kumpulkan uang darurat Kamu setelah mengakumulasikan biaya hidup selama enam bulan. Melakukan investasi yang tepat memainkan peran penting dalam mencapai kesehatan finansial.

Pastikan Kamu memiliki dana darurat agar ketika ada sesuatu di luar dugaan, Kamu tidak akan tergoda menjual investasimu.

Menempatkan uang pada hal yang benar akan menghasilkan kehidupan yang nyaman. Investasi adalah pertaruhan dan merupakan hal yang sangat berisiko sehingga dana darurat adalah hal yang penting untuk disiapkan.

4. Buat Rencana Investasi

rencana invest - tahapan investasi untuk pemula

Setelah ada dana darurat, mulailah membuat rencana keuangan yang komprehensif dari investasi seperti membeli rumah, biaya sekolah anak ke perguruan tinggi atau memiliki dana pensiun. Rencana keuangan yang matang akan menentukan seberapa banyak dana yang bisa Kamu investasikan.

Investasikan pada saham pertumbuhan, ETF di bursa indeks, dan reksa dana. Jika Kamu bekerja untuk perusahaan yang memberikan tunjangan pensiun, Kamu sudah memulai tahap ketiga ini.

Investasi dengan indeks pertumbuhan yang bagus bisa membantu Kamu mengakumulasi uang lebih cepat daripada mengandalkan pendapatan Kamu.

5. Tulis Resiko Investasi yang Akan Dihadapi

resiko invest - tahapan investasi untuk pemula

Setelah memperhatikan 4 tahapan yang disebutkan di atas, sekarang Kamu perlu membuat catatan mengenai risiko yang akan Kamu hadapi secara terperinci. Ya, tahapan investasi untuk pemula satu ini perlu Kamu lakukan mengingat pasar bersifat fluktuatif.

Kamu perlu menentukan tingkat risiko yang ingin Kamu ambil dan ketidakpastian keuntungan yang dapat Kamu tanggung. Aturan mainnya adalah, ingat bahwa semakin tinggi keuntungannya, semakin tinggi pula risikonya.

Kunci investasi yang sukses adalah menciptakan strategi yang dapat memberimu jumlah pengembalian yang layak pada tingkat risiko yang dapat diterima.

Setelah itu, Kamu harus menetapkan tolok ukur untuk melacak seberapa baik investasi Kamu. Selain memberi Kamu gambaran tentang kinerjanya, catatan resiko ini juga memungkinkan Kamu melakukan penyesuaian strategi dengan mudah.

6. Pilih Jenis Aset

pilih aset - tahapan investasi untuk pemula

Langkah penting yang menjadi tahapan berinvestasi adalah memilih aset. Pengembalian investasi tergantung pada jenis aset yang Kamu pilih. Semakin tinggi Kamu mengambil risiko, semakin baik keuntungan yang akan Kamu dapatkan.

Jadi, saat membuat keputusan investasi, selalu pertimbangkan selera risiko Kamu. Sebagai investor pemula yang menginginkan hasil investasi yang memuaskan, Kamu harus memasukkan jenis aset investasi ke dalam strategi investasi Kamu.

Pilih jenis aset sebagai keputusan Kamu menginvestasikan danamu. Ada dua jenis aset yang bisa dipertimbangkan yakni :

  • Aset Jangka Panjang

Keputusan berinvestasi pada aset jangka panjang disebut juga dengan capital budgeting. Jadi, Kamu perlu melakukan penganggaran modal sebagai proses pemilihan aset yang nantinya memberikanmu keuntungan dalam jangka waktu yang lama.

Misalnya, berinvestasi di reksa dana, saham dan obligasi, selama lebih dari setahun akan memberikanmu pilihan tentang investasi keuangan jangka panjang.

  • Aset jangka pendek

Investasi yang dilakukan dalam aset lancar atau aset jangka pendek dikenal sebagai manajemen modal kerja di mana seorang investor mencoba menyeimbangkan antara profitabilitas dan likuiditas.

Proses keputusan investasi melibatkan aset jangka panjang dan aset jangka pendek. Jika Kamu memiliki pengetahuan yang baik tentang pasar, dan mengetahui proses investasi dengan sangat baik, sangat disarankan jika Kamu memilih penganggaran modal daripada aset jangka pendek.

7. Alokasikan Aset Kamu

alokasikan aset - tahapan investasi untuk pemula

Sekarang setelah Kamu memiliki gambaran yang jelas tentang kondisi keuangan Kamu, jenis aset yang dipilih dan catatan mengenai risiko yang kemungkinan akan Kamu hadapi, hal berikutnya yang harus dilakukan adalah memutuskan bagaimana Kamu akan mengalokasikan asetmu.

Sebagai investor, Kamu dapat memilih dari berbagai kelas aset, seperti saham, obligasi, uang tunai, dan membagi jumlah modal yang layak.

Dengan mendiversifikasi aset Kamu dengan benar, Kamu bisa mendapatkan dua hal dalam satu waktu. Pertama, Kamu memenuhi jumlah pengembalian yang diharapkan, dan kedua meminimalkan risiko.

Atau, saat Kamu mempertimbangkan properti sebagai pembelian pertama sebagai investor, Kamu perlu mempertimbangkan bahwa properti adalah aset jangka panjang dan bisa tidak likuid.

Artinya, sangat sulit untuk mengkonversinya menjadi uang tunai dalam jangka pendek dan jika Kamu mencoba menjual dengan cepat, artinya Kamu yang akan rugi.

Properti memang memberikan pengembalian investasi yang konsisten dan menjanjikan, namun  ada baiknya Kamu harus mendiversifikasi asetmu agar keuntungan yang didapatkan lebih besar.

8. Pilih Strategi Investasi

strategi invest - tahapan investasi untuk pemula

Setelah mengalokasikan aset, Kamu harus memutuskan bagaimana ke depannya Kamu akan mengembangkan uangmu. Sederhananya, Kamu memiliki dua jenis strategi portofolio untuk dipilih, yakni :

  • Pasif

Manajemen portofolio pasif adalah strategi di mana tujuan investor adalah untuk mencerminkan indeks pasar. Manajemen portofolio satu ini adalah strategi reaktif yang memungkinkan investor memperoleh pengembalian yang setara dengan pangsa pasar.

  •  Aktif

Manajemen portofolio aktif memerlukan lebih banyak risiko karena tujuan investor adalah mengungguli pasar. Nah, karena strategi ini membutuhkan penyesuaian terus-menerus, investor perlu fokus dan memberikan banyak perhatian.

Jika Kamu memikirkan jenis mana yang lebih baik, jawabannya bergantung pada kelas aset yang Kamu pilih dan pengaruh sektor ekonomi yang terlibat.

9. Pantau dan Kelola Proses Investasi

pantau invest - tahapan investasi untuk pemula

Setelah Kamu menerapkan strategi, saatnya memantau dan mengelola investasi Kamu. Untuk mengetahui seberapa baik kinerja portofolio investasimu, Kamu perlu meninjau kinerjanya secara berkala.

Baik triwulanan atau tahunan, tolok ukur yang telah ditetapkan akan memberitahu Kamu apakah kinerjanya masih sejalan dengan tujuan atau tidak,

Ya, perubahan dalam kebutuhan hidup Kamu dan pertumbuhan ekonomi akan terjadi seiring waktu, sehingga Kamu juga perlu menyesuaikan strategi.

Jika proses investasi Kamu tidak sejalan dengan risk-rewardmu, Kamu dapat menyeimbangkannya kembali dengan menjual investasi yang telah mencapai targetnya dan membeli investasi yang memiliki potensi pengembalian yang tinggi.

Buat langkah yang meyakinkan untuk bisa mencapai kesehatan finansial yang Kamu dambakan di masa depan. Kamu mungkin mendapatkan banyak uang dari bisnis atau gaji bulananmu yang tinggi, tetapi uang dari bermain investasi tentu beda dengan uang yang dihasilkan oleh pendapatan ketika bekerja,

Dengan melakukan investasi yang tepat untuk setiap tujuan keuangan yang Kamu tetapkan, bisa memberikan Kamu passive income yang bagus di hari tua.

Baca Juga : Apa Itu Trading, Jenis, Risiko dan Keuntungan Trading

Tahapan investasi untuk pemula seperti menabung untuk dana darurat, menetapkan tujuan keuangan, memilih strategi investasi dan seterusnya adalah langkah penting dalam proses investasi yang membuatmu puas di masa depan.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Investasi