Reksadana

Reksadana Obligasi: Pengertian, Keuntungan dan Risikonya

Karena minim risiko, mudah dicairkan dan relatif aman, reksadana menjadi salah satu pilihan instrumen investasi untuk masyarakat. Sebenarnya reksadana ini terbagi menjadi beberapa jenis, namun kali ini kami akan menjelaskan mengenai reksadana obligasi yang merupakan salah satu jenis dari reksadana.

Jika kamu penasaran dan ingin mengetahui tentang jenis reksadana ini, simak terus penjelasan dari kami karena kami akan memberikan penjelasan secara lengkap mulai dari pengertian, keuntungan dan juga risiko dari reksadana obligasi.

Pengertian Reksadana

Sebelum kamu belajar mengenai reksadana obligasi yang merupakan salah satu jenis dari reksadana, kamu harus mengetahui dan mempelajari reksadana terlebih dahulu. Reksadana merupakan alternatif investasi yang dapat digunakan oleh masyarakat luas.

Dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana investasi dari masyarakat dan kemudian dikelola oleh manajer investasi, reksadana ini memiliki nilai imbal hasil yang relatif lebih stabil jika dibandingkan dengan produk investasi lainnya.

Dana yang diinvestasikan oleh para investor tersebut kemudian diinvestasikan dengan membeli portofolio efek yang merupakan surat berharga pasar modal seperti misalnya surat berharga perbankan (deposito), obligasi dan juga saham.

(Baca Juga: Pengertian Reksadana Campuran, Jenis dan Risiko serta Keuntungannya)

Reksadana ini dapat menjadi pilihan bagi calon investor yang ingin melakukan investasi namun khawatir karena tidak memiliki pengetahuan mendalam mengenai pengelolaan investasi. Di dalam reksadana, kamu akan dibantu oleh para manajer investasi untuk mengelola dana investasi yang kamu keluarkan.

Reksadana dibagi menjadi beberapa jenis yang disebabkan oleh perbedaan portofolio efek yang dipilih untuk menginvestasikan dana, adapun jenis-jenis dari reksadana tersebut diantaranya adalah:

  1. Reksadana Pasar Uang
  2. Reksadana Pendapatan Tetap atau Obligasi
  3. Reksadana Saham
  4. Reksadana Campuran
  5. Reksadana Indeks

Pengertian Reksadana Obligasi

Reksadana pendapatan tetap atau obligasi merupakan salah satu jenis dari reksadana yang sebagian besar dari alokasi dana investasinya ditempatkan pada efek utang atau obligasi yang akan memberikan pendapatan tetap sehingga kemudian dinamakan reksadana pendapatan tetap.

Obligasi sendiri merupakan surat penyertaan utang yang diterbitkan untuk pemegang obligasi tersebut. Obligasi berisi janji untuk melakukan pembayaran kembali pokok atau bunga utang sesuai dengan tanggal yang sudah ditentukan (jatuh tempo).

Di Indonesia, produk obligasi yang dikenal oleh masyarakat secara umum adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Obligasi Ritel Berbasis Syariah (Sukuk Ritel). Selain diterbitkan oleh pemerintah, obligasi juga dapat diterbitkan oleh perusahaan swasta.

Perbedaan antara obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta terletak pada segi risiko dimana risiko atau potensi kamu gagal membayar obligasi yang dikeluarkan pemerintah sangat kecil.

Sedangkan risiko atau potensi kamu gagal dalam membayar obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan swasta cenderung besar.

Keuntungan Reksadana Obligasi

Sebelum kamu memilih untuk menginvestasikan dana yang kamu miliki terhadap reksadana pendapatan tetap atau obligasi ini, kamu harus mengetahui terlebih dahulu apa saja keuntungan yang akan kamu dapatkan dari jenis reksadana ini.

Adapun keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika menginvestasikan dana yang kamu miliki untuk reksadana pendapatan tetap ini diantaranya adalah:

1. Reksadana Pendapatan Tetap Cocok Untuk Investor yang Cari Aman

Reksadana Obligasi - Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap atau biasa juga disebut sebagai obligasi ini cocok untuk kamu yang memiliki profil risiko konservatif atau masih cari aman. Hal ini dikarenakan tingkat risiko dari reksadana pendapatan tetap ini termasuk ke dalam jangka waktu menengah.

Jika kamu menginvestasikan dana pada reksadana pendapatan tetap, kamu bisa memperkirakan keuntungan dalam jangka waktu 1 hingga 3 tahun.

2. Imbal Hasil Reksadana Pendapatan Tetap Lebih Tinggi Dibandingkan Deposito

Reksadana Obligasi - Imbal Reksadana lebih besar dari deposito

Perlu kamu ketahui sebelumnya bahwa keuntungan atau profit yang bisa kamu dapatkan dari sebuah investasi akan berbanding lurus dengan tingkat risikonya, dimana semakin tinggi nilai imbal balik dari suatu reksadana maka akan semakin tinggi pula tingkat risiko dari investasi reksadana tersebut.

Dalam jangka waktu per satu tahun, return atau imbal hasil yang bisa kamu dapatkan dari reksadana pendapatan tetap adalah sekitar 7 hingga 8 persen dan bahkan bisa mencapai 9 persen.

Nilai imbal hasil tersebut masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposito dengan suku bunga bank berkisar antara 3 hingga 5 persen.

Selain itu, nilai imbal hasil dari reksadana pendapatan tetap juga masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksadana pasar uang yang memiliki nilai imbal hasil sekitar 4.5 hingga 5.5 persen dalam jangka waktu satu tahun.

3. Reksadana Pendapatan Tetap Memiliki Pajak yang Lebih Kecil Dibandingkan dengan Obligasi

Reksadana Obligasi -  Pajak

Jika dibandingkan dengan obligasi, besaran pajak yang harus dikeluarkan oleh investor reksadana pendapatan tetap atau obligasi lebih rendah. Pajak yang dikenakan kepada investor obligasi adalah sekitar 15% dari penghasilan final.

Sedangkan besaran pajak yang dikenakan kepada investor reksadana pendapatan tetap atau obligasi adalah sebesar 10% pada tahun 2021 (sebelumnya 5% pada tahun 2020).

Karena besaran pajak yang lebih kecil tersebut, tentu saja profit atau keuntungan yang kamu dapatkan akan menjadi terhitung lebih besar saat berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap dibandingkan dengan berinvestasi pada obligasi secara langsung.

4. Kamu Dapat Mencairkan Dana Kapanpun

Reksadana Obligasi - Likuiditas

Saat kamu berinvestasi dengan menggunakan sistem deposito, akan ada jangka waktu yang diberikan oleh bank penerbit sebelum kamu kemudian dapat mencairkan dana tersebut. Sebelum mencapai jangka waktu yang sudah dipilih (jatuh tempo), kamu tidak bisa mencairkan dana yang sudah diinvestasikan.

Jangka waktu periode deposito biasanya beragam sesuai dengan kebijakan bank penerbit, namun pada umumnya  bank penerbit akan menentukan jangka waktu deposito selama 6 bulan, 1 tahun, 3 tahun dan 5 tahun.

Jika kamu mau mencairkan dana pun kamu akan dikenakan denda berupa penalti yang diberikan oleh bank penerbit. Dengan menginvestasikan dana yang kamu miliki pada reksadana pendapatan tetap ini kamu dapat terhindar dari hal tersebut dan bisa mencairkan dana kapanpun kamu membutuhkannya.

Dan tentu saja kamu akan terhindar dari denda berupa penalti yang akan menyertai jika kamu mencairkan dana sebelum jatuh tempo pada deposito.

(Baca Juga: Pengertian Reksadana Saham Bisnis, dan Cara Mengevaluasi Reksadana Saham)

5. Harganya Relatif Murah

Reksadana Obligasi - Harga Murah

Jika dibandingkan dengan berinvestasi pada obligasi secara langsung, menginvestasikan dana pada reksadana pendapatan tetap atau obligasi ini tergolong lebih murah. Kamu dapat melakukan investasi pada reksadana pendapatan tetap hanya dengan uang Rp 10.000 saja.

Hal yang berbeda jika kamu ingin berinvestasi dengan media investasi obligasi secara langsung karena umumnya dana minimal yang kamu butuhkan adalah sekitar 5 juta rupiah untuk satu lembar obligasi saja. Selisih harga di antara kedua sungguh jauh, bukan?

 

Risiko Reksadana Obligasi

Selain mengetahui tentang keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari reksadana pendapatan tetap, kamu juga harus mengetahui apa saja risiko yang akan kamu hadapi saat berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap.

Berikut adalah beberapa risiko yang akan kamu hadapi saat kamu berinvestasi pada reksadana pendapatan tetap:

1. Kinerja Reksadana Sangat Dipengaruhi Oleh Kinerja Manajer Investasi

Sebenarnya risiko yang pertama ini merupakan risiko bagi semua jenis dari reksadana. Hal itu dikarenakan semua reksadana dikelola oleh manajer investasi.

Karena dikelola oleh manajer investasi, kinerja dari reksadana pendapatan tetap sangat dipengaruhi oleh kinerja manajer investasi yang sudah kamu pilih.

Jika kinerja manajer investasi yang kamu pilih bagus, maka kamu akan mendapatkan nilai imbal hasil yang tinggi namun jika kinerja manajer investasi yang kamu pilih kurang bagus, maka kamu tidak akan mendapatkan keuntungan dan bahkan bisa saja merugi.

2. Keuntungan Reksadana Pendapatan Tetap Ditentukan Oleh Keadaan Pasar

Karena merupakan jenis reksadana yang portofolio efeknya merupakan surat utang, keuntungan atau profit dari reksadana pendapatan tetap ini sangat dipengaruhi oleh nilai suku bunga dan juga inflasi.

Jika nilai suku bunga naik dan juga terjadi inflasi, hal tersebut akan memberikan dampak terhadap kinerja reksadana pendapatan tetap yang akan menjadi kurang baik.

3. Reksadana Pendapatan Tetap Memiliki Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas yang kami sebutkan ini berkaitan dengan kemampuan manajer investasi untuk menyediakan uang tunai kepada investor yang ingin menarik reksadana. Jika terlalu banyak investor yang ingin menarik dana, ada peluang bahwa manajer investasi tidak dapat mengakomodir semua investor.

Reksadana pendapatan tetap atau reksadana obligasi dapat kamu pilih untuk menginvestasikan dana dalam jangka waktu menengah. Semoga setelah membaca penjelasan kami, kamu akan lebih mengerti mengenai jenis reksadana ini.

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Reksadana