InvestasiReksadana

Yuk Kenali Jenis-Jenis Reksa dana dan Resikonya

Jenis-Jenis Reksa dana

Reksa dana kini menjadi salah satu perbincangan yang kerap digandrungi kaum milenial saat ini. Bagi kamu yang ingin belajar investasi bisa memulai dengan membeli reksa dana terlebih dahulu. Sebelum itu, perlu pengetahuan tentang jenis-jenis reksa dana agar dapat disesuaikan kondisi. 

Pada dasarnya jenis reksa dana ada 4, kamu bisa menyesuaikan kondisi diri dengan kriteria reksa dana tersebut. Setiap jenis reksa dana memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Ingin tahu lebih lengkap? Simak ulasan di bawah ini yuk! 

4 Jenis-Jenis Reksa dana

Reksa dana sangat cocok digunakan bagi kamu yang memiliki modal minim, belum berpengalaman untuk menghitung risiko dan keuntungan, serta memiliki waktu yang terbatas. Ingin memulai investasi reksa dana? Kenali jenis-jenisnya di bawah ini. 

1. Reksa dana Pasar Uang

Jenis-Jenis Reksa dana - Reksadana Pasar Uang

Bagi kamu yang memiliki pendapatan rutin dan berminat untuk investasi dapat memilih jenis reksa dana pasar uang. Reksa dana ini dapat dimulai dengan modal Rp. 5.000, sehingga siapapun dapat memulainya. 

Reksa dana pasar uang ini memiliki resiko yang rendah, sehingga sangat cocok digunakan untuk pemula. Jangka waktunya juga lebih dekat dibandingkan jenis reksa dana lainnya, yaitu minimal kurang dari 1 tahun. Reksa dana ini memiliki jenis-jenis yang dijelaskan lebih lengkap dibawah ini:

Reksa dana Indeks

Jenis-jenis reksa dana yang pertama di dalam reksadana pasar uang adalah reksadana indeks. Indeks atau jenis portofolio investasi kerap dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan berbagai jenis kepemilikan saham. Reksa dana indeks mengacu pada saham atau obligasi yang dapat dijadikan strategi untuk memperoleh keuntungan tinggi dengan investasi yang pasif.

Bagi kamu yang memiliki waktu padat namun tetap ingin melakukan investasi dapat mencoba jenis reksa dana indeks ini. Kumpulan obligasi dan saham yang terkumpul di dalamnya dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Reksa dana Terproteksi

Jenis-Jenis reksa dana ini mampu menjaga nilai investasi pada saat kamu melakukan investasi pertama kali. Sistem penjagaan ini dilakukan dengan membeli surat utang atau obligasi dan memegangnya hingga jatuh tempo.

Berdasarkan jangka waktu tersebut, pihak bersangkutan wajib membayar utangnya. Jika pihak yang bersangkutan tersebut mengalami gagal bayar, maka nilai investasi awal akan terjaga dan kamu akan memperoleh keuntungan dari bunga setiap pembayarannya.

Reksa dana dengan Penjaminan

Jenis-Jenis reksa dana yang terakhir dalam reksa dana pasar uang adalah reksa dana dengan pinjaman. Reksa dana ini menggaransi nilai investasi awal yang dilakukan oleh investor. Adapun mekanisme garansi ini dilakukan untuk melakukan perjanjian dengan guarantor atau perusahaan asuransi.

tiga jenis-jenis reksa dana pasar uang diatas merupakan jenis reksadana yang memiliki fungsi dan manfaat yang sama dengan reksadana pasar uang.

2. Reksa dana Pendapatan Tetap

Jenis-Jenis Reksa dana - Reksadana Pendapatan Tetap

Bagi kamu yang ingin menjalankan investasi dalam jangka waktu pendek yaitu rentang antara 1 – 3 tahun dapat memilih jenis reksa dana pendapatan tetap ini. Minimal 80% pada efek yang bersifat utang seperti obligasi ini memberikan keuntungan yang lumayan, bukan?

Kamu akan memperoleh tingkat penghasilan yang lebih stabil dibandingkan jenis-jenis reksa dana lainnya. Namun risiko yang diperoleh juga lebih besar dibandingkan dengan reksa dana pasar uang. 

(Baca Juga: Penjelasan Lengkap tentang Pengertian Reksadana Pendapatan Tetap, Ikutin Yuk)

3. Reksa dana Campuran

Jenis-Jenis Reksa dana - Reksada Campuran

Jenis reksa dana ini mengalokasikan dana investasi dalam berbagai jenis portofolio investasi. Instrumennya bermacam-macam, contohnya seperti saham, namun juga dapat dikombinasikan dengan instrumen lain, contohnya obligasi dan lain sebagainya. 

Adanya penggabungan berbagai instrumen ini dapat memberikan pertumbuhan harga dan pendapatan yang stabil. Adapun risiko reksa dana campuran ini bersifat moderat dengan potensi pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksa dana pendapatan tetap di atas. 

(Baca Juga: Pengertian Reksadana Campuran, Jenis dan Risiko serta Keuntungannya)

4. Reksa dana Saham 

Jenis-Jenis Reksa dana - Reksa dana Saham

Jenis reksa dana ini menginvestasikan paling minim 80% dari aktiva yang berbentuk efek atau yang bersifat ekuitas. Tujuan kriteria ini adalah unik menumbuhkan harga saham dalam jangka waktu yang lebih panjang, sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan tertentu. 

Namun risiko yang diperoleh dari jenis investasi ini lebih tinggi daripada reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Tidak dapat dipungkiri setiap jenis-jenis reksa dana pasti memiliki risiko yang perlu diketahui investor sebelumnya.

Risiko Investasi di Reksa dana

Selain jenis-jenis reksa dana, kamu juga harus mengetahui risiko sebelum membeli produk reksa dana. Peluang risiko ini perlu diketahui sebagai pelajaran bahwa dalam investasi juga tidak hanya terdapat keuntungan namun juga kerugian. Simak penjelasan tentang risiko investasi reksa dana dibawah.

Risiko likuiditas

Likuiditas berhubungan dengan pencairan reksa dana yang muncul jika terjadi keterlambatan ketersediaan dana untuk membayar pencairan yang dilakukan oleh investor. Berdasarkan peraturan, pembayaran dana dalam pencairan harus dilakukan dalam tujuh hari kerja. 

Manajer investasi dalam hal ini harus melakukan pembayaran sesuai persyaratan, yaitu hari Sabtu, Minggu, dan hari libur yang tidak dihitung. 

Biasanya jika terjadi situasi tertentu sebagian besar investor reksa dana melakukan penjualan kembali atau redemption atas unit-unit yang dimiliki.

Risiko wanprestasi

Risiko ini terkenal dengan nama gagal bayar atau risiko kredit yang terjadi jika rekan usaha manajer investasi yang gagal dalam memenuhi kewajiban. Rekan usaha termasuk dalam hal ini tidak dibatasi oleh emiten, bank kustodian, pialang, dan agen penjual efek reksa dana.

Intinya, jika kamu membeli sebuah reksa dana yang di dalamnya terdapat obligasi atau surat utang. Keuntungannya adalah menerima kupon atau bunga secara reguler. Namun jika perusahaan tersebut tidak mampu membayar kupon, maka dapat berpengaruh terhadap produk.

Risiko penurunan nilai

Dalam investasi pasti terdapat penurunan dan kenaikan nilai karena adanya risiko pasar. Dalam hal ini nilai aktiva per unit penyertaan (NAB/UP) dihitung dari nilai semua aset dikurangi biaya dibagi dengan unit yang beredar. 

Penyebab naik dan turunnya nilai ini berasal dari perubahan harga aset di dalam, contohnya ketika reksa dana saham memiliki aset terbesar, maka harga saham tersebut bisa naik turun sesuai dengan pemegang reksa dananya. 

Risiko kurangnya nilai unit penyertaan ini dipengaruhi oleh turunnya harga dari efek saham, surat berharga, dan obligasi. Kamu dapat menyerahkan semua portofolio pada reksa dana agar dikelola oleh manajer investasi.

Risiko pertanggungan harta

Risiko ini terjadi jika ada kehilangan aset secara fisik yang tersimpan di bank kustodian. Kamu tidak perlu khawatir karena biasanya aset yang telah diberikan ini dapat diasuransikan sehingga tetap memberi keamanan dalam setiap transaksi.

Setiap risiko yang terdapat pada reksa dana wajib ditanggung oleh investor. Setiap jenis-jenis reksa dana memiliki risiko dan keuntungan masing-masing. Sehingga memberikan potensi keuntungan serta kerugian yang dapat diantisipasi sebelumnya. 

Risiko ekonomi dan politik

Risiko ini muncul adanya kondisi ekonomi dan politik yang terjadi di luar negeri. Biasanya hal ini berpengaruh terhadap perekonomian yang terjalin secara global. Dimana terdapat perubahan peraturan yang menyebabkan pengaruh terhadap reksadana baik secara langsung maupun tidak.

Setiap aktivitas ekonomi dan politik secara tidak langsung berpengaruh terhadap keuntungan perusahaan. Kamu yang memiliki kumpulan modal dari aktivitas yang dijalankan oleh perusahaan tentu memahami berbagai kendala yang menyebabkan risiko. 

Penjelasan tentang jenis-jenis reksa dana serta resikonya di atas memberikan pengetahuan agar kamu bisa menjalankan investasi reksa dana dengan baik dan benar. Tentunya setiap orang yang melakukan investasi ingin selalu untung, bukan? Oleh karena itu kenali dulu produk investasi yang kamu gunakan ya!

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Investasi