Investasi

Semua yang Perlu Diketahui Tentang Investasi P2P Lending

Investasi P2P lending

Selama ini, banyak orang telah mendengar dan paham tentang investasi saham, namun tidak semuanya paham tentang investasi P2P lending. Hal ini memang cukup wajar karena investasi tersebut tergolong sebagai jenis investasi baru.

Meskipun baru, berinvestasi pada P2P (Peer to Peer) lending terbilang cukup menguntungkan. Sehingga, tidak ada salahnya jika kamu mencoba investasi ini, apalagi investasi ini dapat dilakukan dengan modal kecil. 

Mengenal Investasi P2P Lending Lebih Jauh

Sebelum kamu mulai menginvestasikan uangmu pada investasi Peer to Peer lending, kamu perlu mengenal lebih dalam tentang investasi ini agar dapat memperoleh keuntungan yang lebih maksimal. Di bawah ini beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang investasi tersebut.

Apakah Investasi P2P Lending itu?

Investasi P2P lending

Peer to Peer lending atau sering disingkat menjadi P2P lending merupakan platform online yang mempertemukan lender dan borrower. Lender merupakan orang yang meminjamkan uang. Mereka adalah pemilik dana yang ada di platform ini dan bisa juga disebut investor.

Sedangkan borrower adalah orang yang meminjam uang. Para borrower tersebut memilih untuk meminjam uang dari platform P2P lending karena berbagai alasan. Salah satunya karena mereka kesulitan mendapat pinjaman dari bank konvensional.

Dalam kegiatan pinjam meminjam ini, lender dan borrower tidak bertemu secara langsung. Akan tetapi, mereka dijembatani oleh pemilik atau pengelola platform tersebut. Jadi, pemilik lah yang akan menerima permohonan pinjaman permohonan ini.

(Baca Juga: 9 Tips and Trick Investasi Saham untuk Kamu yang Pemula)

Selanjutnya, pemilik platform online tersebut akan menganalisis faktor risiko tiap calon peminjam. Beberapa platform juga menyiapkan asuransi bagi lender. Sehingga, lender tidak perlu terlalu mengkhawatirkan risiko gagal bayar.

Cara Kerja Investasi Peer to Peer Lending

Investasi P2P lending

Untuk bisa menginvestasikan uang yang kamu miliki di platform P2P lending, pertama kamu tentu harus bergabung sebagai lender terlebih dahulu. Selanjutnya, kamu dapat memilih untuk mendanai pinjaman yang tersedia di platform tersebut.

Pemilik dan pengelola platform akan menampilkan data tentang pinjaman tersebut sehingga kamu dapat mendanainya dengan penuh pertimbangan. Beberapa data yang dicantumkan adalah jumlah dana pinjaman yang dibutuhkan, faktor risiko peminjam, dan besarnya bunga.

Apabila seorang borrower ingin meminjam uang sebesar 5 juta rupiah dan kamu tidak memiliki dana sebesar itu, maka kamu tetap dapat mendanai sebagian dari pinjaman tersebut. Nantinya, lender lain akan bekerja sama denganmu dan mengalokasikan dananya pada pinjaman ini.

Karena kamu bekerja sama dengan lender lain dalam penyediaan dana pinjaman, maka bunga keuntungan yang diperoleh disesuaikan dengan besarnya dana yang diinvestasikan. Nilai bunga pinjaman sendiri dipengaruhi oleh berbagai hal.

Salah satunya adalah lama pinjaman. Semakin panjang jangka waktu pinjaman, maka semakin besar bunga pinjamannya. Jangka waktu pinjaman di platform ini biasanya pendek, dalam hitungan bulan saja. Sehingga, kamu dapat memperoleh kembali modalmu dengan cepat

Selain itu, nilai pinjaman juga akan mempengaruhi besarnya bunga. Borrower yang dinilai berisiko biasanya juga akan dikenai bunga pinjaman yang lebih tinggi. Setiap borrower yang terlambat dalam membayar pinjamannya juga akan dikenai bunga tambahan atau denda.

  • Keuntungan Investasi P2P lending

Investasi P2P lending - Keuntungan Investasi P2P lending

Beberapa orang mungkin masih ragu untuk berinvestasi pada platform P2P lending. Padahal, jenis investasi ini menawarkan berbagai keuntungan bagi para investornya.

  • Diversifikasi Investasi

Memiliki investasi merupakan suatu keharusan bagi semua orang. Namun jika ingin memperoleh keuntungan lebih, kamu tidak boleh hanya memiliki satu jenis investasi saja, misalnya investasi emas atau deposito saja.

Kamu perlu melakukan diversifikasi investasi dan salah satu caranya adalah menanamkan sebagian modalmu  pada  platform P2P lending. Jenis investasi ini memiliki risiko dan keuntungan yang berbeda dari jenis investasi lain.

Sehingga, jika kamu mengalami kegagalan atau hanya memperoleh keuntungan kecil di investasi yang satu, kamu masih bisa mendapat keuntungan besar dari investasi lainnya. Alhasil, kamu dapat menekan besarnya risiko yang ada.

Investasi P2P lending paling cocok dikombinasikan dengan investasi jangka panjang atau investasi berisiko rendah, misalnya investasi emas, deposito berjangka, dan tanah. Salah satu alasannya adalah karena jenis-jenis investasi tersebut saling melengkapi.

  • Menjanjikan Keuntungan Tinggi

Memiliki investasi P2P lending dapat memberimu keuntungan besar. Jenis investasi ini menawarkan bunga yang lebih tinggi daripada bunga deposito. Bunga tersebut berkisar antara 12% hingga 20% per tahun. Fantastis bukan?

Jika dibandingkan dengan bunga deposito, selisihnya mulai sekitar 7%. Dengan demikian, investasi di platform P2P lending memungkinkan dirimu untuk mengembangkan modal secara cepat.

  • Relatif Aman

Jika kamu mencari jenis investasi yang relatif aman, investasi Peer to Peer lending dapat menjadi pilihan yang tepat. Risiko investasi ini cukup terukur karena pengelola platform menganalisis tingkat risiko borrower dengan cukup akurat.

Selain itu, kamu juga dapat memilih sendiri ingin meminjamkan uangmu kepada siapa. Sehingga, kamu memiliki kendali cukup besar dalam menginvestasikan danamu. 

Di samping itu, sebagian platform P2P lending di Indonesia sudah terdaftar di OJK. Mereka yang telah terdaftar berarti merupakan perusahaan resmi dan terpercaya. 

Pengelola platform juga memiliki fitur asuransi. Sehingga, jika uang dari lender tidak dibayar oleh borrower, asuransi akan mengembalikan dana tersebut.

  • Modal Kecil

Ingin investasi tapi modalmu cuma sedikit? Jangan khawatir karena investasi platform P2P lending cocok sekali untuk kamu yang memiliki modal kecil. Hanya dengan modal sebesar ratusan ribu rupiah saja, kamu sudah bisa menjadi lender P2P lending.

Dengan demikian, platform ini sangat cocok untuk mengembangkan modal kecil. Setelah modal tersebut menjadi lebih besar, kamu dapat menggunakannya untuk membeli produk investasi lain yang membutuhkan modal besar dan lebih menguntungkan.

  • Jangka Pendek

Berdasarkan waktunya, investasi dibedakan menjadi investasi jangka panjang dan jangka pendek. Untuk kamu yang perlu mencairkan modal investasi dalam waktu singkat, kamu sebaiknya memiliki investasi jangka pendek, seperti P2P lending.

Setiap borrower hanya meminjam dana pinjaman selama beberapa bulan saja. Sehingga, kamu dapat memperoleh modalmu dengan relatif cepat. 

Setelah memperoleh modalmu kembali, kamu dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup ataupun meminjamkannya kembali. Sebelum meminjamkannya, pastikan bahwa kamu memilih pinjaman dengan jangka waktu yang pas.

(Baca Juga: Ingin Investasi? Kenali Perbedaan Saham dengan Reksadana Disini Yuk!)

  • Membantu Sesama

Dengan berinvestasi pada platform P2P lending, kamu berarti juga telah membantu orang lain yang membutuhkan dana. Banyak dari platform tersebut yang menyediakan pinjaman khusus bagi pelaku UMKM, petani, dan pelaku online shop.

Pemberian pinjaman modal bagi pihak-pihak tersebut tentu akan sangat membantu kemajuan usaha mereka. Sehingga, perekonomian masyarakat pun akan semakin maju.

  • Risikonya

Sebelum terjun ke dunia investasi peer to peer lending, kamu tentu perlu mengedukasi diri sendiri tentang risiko dari investasi ini. Apa saja risikonya?

  • Risiko Modal Investasi Hilang

Meski pihak pengelola platform telah menganalisis tingkat risiko gagal bayar dari setiap borrower, namun risiko tersebut tetap ada. Jadi, saat kamu menginvestasikan modalmu pada investasi ini, kamu memiliki risiko kehilangan modal investasi.

  • Risiko Likuiditas

Investasi P2P lending memang tergolong investasi jangka pendek karena kamu akan memperoleh modalmu kembali bersama keuntungannya dalam waktu beberapa bulan. 

Akan tetapi, tingkat likuiditas dari investasi ini cukup rendah. Kamu hanya dapat mencairkan modal investasimu saat masa pinjaman telah habis. Sehingga, dibandingkan dengan risiko likuiditas dari investasi lain, P2P lending memiliki risiko likuiditas tinggi.

  • Risiko Platform Gulung Tikar

Saat ini, kamu dapat menemukan banyak platform P2P lending di Indonesia. Akan tetapi, tidak semua platform ini dikelola dengan baik dan profesional. Sehingga, risiko platform gulung tikar pasti ada dan kamu dapat kehilangan modal karenanya.

Tips

Untuk meminimalisir risiko investasi P2P lending yang ada, kamu dapat mengikuti tips berikut ini.

Pilih Platform P2P Lending dengan Pertimbangan

Pilihlah platform yang baik sehingga risiko platform bubar dapat diminimalisir. Ciri-ciri platform P2P lending yang baik adalah memiliki fasilitas asuransi, dipercaya oleh banyak lender dan borrower, berpengalaman, profesional, dan terdaftar OJK.

Baca Statistik P2P Lending pada Website dengan Cermat

Website atau platform P2P lending pada umumnya menyajikan statistik yang bisa digunakan untuk menganalisa kinerja platform. Dari data tersebut, kamu dapat mengetahui jumlah pinjaman yang disalurkan, pinjaman gagal bayar, dan tingkat bunga.

Tempatkan Modal dengan Bijaksana

Untuk menghindari risiko likuiditas, kamu perlu menempatkan modal dengan bijaksana. Jika kamu memiliki kebutuhan dalam waktu dekat, kamu sebaiknya menunda investasi P2P lending atau memilih jangka waktu kredit yang paling cepat.

Investasi P2P lending ternyata sangat menggiurkan karena dapat memberi keuntungan besar. Namun, investasi ini juga memiliki risiko. Sehingga, kamu sebaiknya tidak menempatkan semua modalmu di platform P2P lending.

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Investasi