Finansial

Ingin Pensiun Dini? Pahami Tips Menjaga Finansial untuk Masa Pensiun Berikut

thumb fin pensiuan - tips menjaga finansial untuk masa pensiun

Pensiun mungkin menjadi hal yang masih sangat jauh bagi Kamu yang berusia 20-an. Padahal, penting untuk memikirkan kebutuhan finansial saat masa pensiun mulai sekarang.

Baca Juga : Kecerdasan Finansial yang Harus Dimiliki Agar Keuangan Stabil

Untuk kamu yang belum memiliki gambaran, coba ikuti tips menjaga finansial untuk masa pensiun berikut.

Berikut Tips Menjaga Finansial untuk Masa Pensiun

1. Paksakan Diri untuk Menabung Dana Cadangan

Sudah menjadi hal wajar untuk memisahkan gaji untuk beberapa kepentingan. Berapa banyak pun gajimu terbagi, pastikan untuk selalu menabung dana cadangan.

Menabung dana cadangan sebaiknya bukan dari sisa gaji. Namun, sejak awal kamu harus berani memaksakan dirimu untuk menentukan nominal yang harus ditabung sebagai dana cadangan.

Misalkan harus menyisihkan seratus ribu setiap kali gajian sebagai dana cadangan. Supaya dapat memaksakan diri, anggap saja kamu punya utang pada bank/dealer kendaraan. Dengan begitu, kamu bisa tegas pada dirimu sendiri.

Jika kamu berpikir bahwa kamu berutang pada pihak lain maka kamu dapat menekan sifat konsumtifmu. Kamu akan berpikir berulang kali ketika akan membeli suatu barang untuk meyakinkan dirimu sendiri apakah kamu benar-benar butuh barang tersebut atau tidak.

Kamu juga akan mengajukan pertanyaan pada dirimu sendiri apakah setelah barang tersebut terbeli masih ada sisa uang untuk memenuhi kebutuhan harian atau tidak.

Dana cadangan bukan hanya berguna ketika kamu telah pensiun, jika kamu memiliki kebutuhan mendadak saat ini juga, dana tersebut akan membantumu untuk membayar keperluan tersebut tanpa perlu berutang.

Dengan adanya dana cadangan, kamu tidak akan terbebani oleh utang yang bisa jadi baru bisa kamu lunasi saat usiamu sudah hampir pensiun.

Bila di masa muda dana cadangan tersebut sama sekali tidak terpakai maka ia dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian di masa pensiun.

2. Utamakan Asuransi Kesehatan

Kamu mulai melek untuk mengelola finansialmu sehingga memutuskan untuk mengikuti beragam asuransi mulai dari asuransi kesehatan, asuransi pendidikan untuk anakmu, hingga asuransi kendaraan.

Mengikuti asuransi memang hal baik, tetapi kamu tidak perlu mengikuti segala macam asuransi, pilihlah yang paling utama, yaitu asuransi kesehatan.

Saat ini mungkin kamu jarang sakit. Namun, ketika semakin tua maka penyakit yang tadinya tidak pernah terbayangkan olehmu bisa jadi menyerang. Apa lagi bila semasa muda pola hidupmu tidak sehat.

Namun, bila kamu tidak percaya dengan berbagai jenis asuransi, kamu dapat menggantinya dengan tabungan kesehatan. Tabungan ini harus dibedakan dengan dana cadangan.

Dana cadangan untuk keperluan mendadak jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalkan mengalami kecelakaan sehingga kendaraan rusak parah maka kamu bisa menggunakan dana cadangan untuk membeli kendaraan lagi.

Sementara itu, kamu pasti juga membutuhkan biaya perawatan. Jika kamu menggunakan dana cadangan untuk biaya perawatan maka kamu tidak bisa membeli kendaraan lagi padahal kendaraan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupanmu.

Oleh karena itu, kamu juga harus menyediakan tabungan kesehatan agar kamu dapat membayar biaya perawatan tersebut.

3. Cari Pasif Income

Secara mudah, pasif income dapat diartikan sebagai pekerjaan yang tidak perlu dilakukan secara menggebu dan setiap hari, tetapi tetap menghasilkan cuan.  Contohnya ada banyak sekali berikut beberapa sumber pasif income yang mungkin cocok untukmu:

  • Monetisasi YouTube maupun website bisa dengan cara mengajukan adsense ke pihak Google maupun melalui affiliate marketing
  • Penghasilan dari rumah kontrakan/rumah kost maupun menyewakan ruko
  • Endorsement melalui media sosial
  • Menulis+menerbitkan+menjual buku
  • Investasi saham maupun melakukan trading.
  • Membuka tabungan deposito

Hasil dari pasif income tersebut saat kamu belum pensiun dapat kamu masukkan ke dana cadangan, tabungan kesehatan maupun tabungan khusus untuk masa pensiun.

Namun, ketika kamu sudah memasuki masa pensiun, jangan sampai melepas sumber pasif income tersebut karena penghasilan pasif income yang sudah kamu tabung selama muda pasti akan segera habis.

Bila kamu melepas sumber pasif income, lalu tabungan masa pensiunmu habis, kamu tidak memiliki pendapatan apapun lagi. Kecuali jika perusahaan tempatmu bekerja memberikan dana pensiun.

4. Lunasi dan Jauhi Utang Sebelum Pensiun

Keinginan pensiun kemungkinan akan terpikirkan olehmu ketika usiamu menginjak 40 tahun. Jika kamu sudah membulatkan tekad untuk pensiun maka pastikan semua utang dan cicilan sudah lunas.

Jika utang sudah lunas, jangan tergiur untuk mengambil cicilan baru untuk barang yang dirasa tidak begitu penting untuk masa pensiunmu.

Ketika cicilan sudah lunas, jangan buru-buru mengajukan pensiun kepada atasan. Tunggu dua hingga tiga tahun lagi untuk menambah tabungan dana pensiun, dana cadangan maupun asuransi/tabungan kesehatan.

Setelah kamu yakin dana cadangan, tabungan pensiun, dan tabungan kesehatan sudah cukup, kamu bisa mengajukan pensiun.

5. Hindari Kartu Kredit

Saat ini mungkin kamu memiliki kartu kredit dan tidak kesulitan membayarnya. Namun, ketika kamu mulai memutuskan untuk pensiun, sebaiknya berhenti menggunakan kartu kredit karena kartu kredit sama dengan utang.

Padahal, seperti yang telah dijelaskan pada penjelasan sebelumnya, ketika kamu mantap untuk pensiun kamu tidak boleh menyisakan utang sedikit pun.

Berpikir untuk tidak akan menggunakannya di masa pensiun dengan cara membiarkannya hingga hangus dan kartu ditarik oleh pihak bank? Sebelum kartu tersebut hangus dan ditarik bank, kamu tetap akan dikenakan annual loan dengan nilai paling sedikit 150 ribu rupiah.

Oleh karena itu, ketika sudah mendekati masa pensiun, segera minta pihak bank untuk menonaktifkan kartu kredit tersebut, jangan tunggu hangus.

6. Investasi Lahan Pertanian

Investasi saham adalah hal paling digemari para dewasa muda, mungkin kamu salah satunya. Sementara investasi rumah kontrakan adalah hal yang paling mudah dilakukan karena risikonya tidak sebesar investasi saham.

Namun, semakin tua dirimu maka barang-barang yang ingin kamu beli semakin sedikit. Kamu akan semakin sadar bahwa tidak ada yang lebih penting selain urusan perut dan kebutuhan pokok lain.

Oleh karena itu, walaupun kamu berinvestasi di bidang saham maupun rumah kontrakan, ada baiknya kamu membeli lahan untuk bertani sendiri.

Kamu tidak perlu menggarap lahan pertanian seorang diri. Kamu bisa mencari orang, kemudian melakukan membagi hasil pertanian dengan rata.

Dalam keadaan normal, kamu bisa menjual hasil pertanian dan mengambil sebagian untuk kebutuhanmu sendiri.

Ketika terjadi keadaan buruk seperti krisis ekonomi, pandemi, dan peristiwa besar tak terduga lain, uang menjadi hal yang tidak begitu berharga bila sumber bahan makanan sama sekali tidak ada.

Saat hal tersebut terjadi, kamu tidak akan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan bagi dirimu sendiri.

Selain itu, saat ini lahan pertanian semakin sempit. Suatu saat, tidak menutup kemungkinan Indonesia akan impor seluruh sayur, buah, dan rempah. Sebelum hal tersebut terjadi, kamu dapat mengantisipasinya dengan menyediakan lahan pertanian bagi dirimu sendiri.

Untuk Masa Pensiun, Sebaiknya Asuransi Kesehatan atau Tabungan Kesehatan?

Sudah cukup paham dengan tips-tips tersebut, tetapi tips menjaga finansial untuk masa pensiun poin kedua justru membuatmu bingung memilih antara asuransi kesehatan dengan tabungan kesehatan?

Memilih antara asuransi kesehatan dengan tabungan kesehatan sebenarnya tergantung keadaan dan kebutuhanmu. Supaya tidak salah menentukan, coba cermati tabel perbandingan antara asuransi kesehatan dengan tabungan kesehatan berikut:

Asuransi Kesehatan

  • Nominal iuran sudah ditetapkan, tidak dapat ditoleransi.
  • Jika terlambat membayar ada denda
  • Tidak semua penyakit dan tindak perawatan dapat dibayar menggunakan asuransi.
    Pada beberapa asuransi, masalah gigi dan mulut serta periksa kesehatan mental tidak dapat menggunakan asuransi.
  • Pada kasus tertentu sulit diklaim karena dianggap tidak memenuhi syarat. Sebagai contoh, sakit ginjal mendapatkan asuransi. Namun, tidak untuk biaya cuci darah. Asuransi hanya akan melunasi biaya obat, biaya pemeriksaan, dan rawat inap.
  • Tidak dapat dialihkan untuk kepentingan lain
  • Jika dibatalkan, uang tidak dapat dikembalikan. Sekalipun dapat dikembalikan, tidak 100%.
  • Cocok untuk kamu yang mudah sakit

Tabungan Kesehatan

  • Kamu bisa menetapkan jumlah uang yang akan ditabung sesuai kemampuan.
  • Tidak ada denda.
  • Dapat digunakan untuk membayar biaya periksa, obat, dan rawat inap penyakit apapun. Termasuk cabut gigi dan biaya psikolog/psikiater.
  • Bebas kamu gunakan untuk membayar biaya pengobatan dasar hingga biaya tertentu seperti operasi.
  • Dapat dialihkan untuk hal yang lebih mendesak.
  • Tabungan dapat ditarik hingga rekening benar-benar kosong, tersisa saldo mengendap seperti peraturan bank pada umumnya.
  • Cocok untuk kamu yang jarang sakit

Baca Juga : Langkah Menuju Kebebasan Finansial untuk Mencapai Titik Hidup Tertinggi

Kunci utama tips menjaga finansial untuk masa pensiun adalah menyiapkan berbagai jenis dana mulai dari dana cadangan, tabungan kesehatan, serta harus mencari sumber pendapatan pasif sejak lima hingga sepuluh tahun sebelum pensiun.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Finansial