Finansial

9 Tips Keuangan Pasangan Baru Menikah yang Wajib Kamu Tahu!

Menikah berarti memulai awal yang baru, seperti rutinitas baru, hidup satu rumah bersama orang baru, belajar banyak hal baru, memiliki kebiasan baru, dan banyak lagi. Menikah juga perlu mengatur keuangan dengan cara yang baru lho. Ini dia tips keuangan pasangan baru menikah yang wajib kamu tahu!

Tips Keuangan Pasangan Baru Menikah

Buat kamu yang baru menikah, wah selamat ya, pasti saat ini kamu sedang sangat berbahagia, kan? Tapi kamu juga perlu tahu nih, menikah tidak berisi kebahagian saja lho, melainkan juga perjuangan dan bahkan keribetan dalam mengatur rumah tangga terutama dalam hal keuangan. 

Sudah sering mendengar kan, jika uang adalah salah satu hal sensitif yang paling sering memicu pertengkaran? Wah jangan sampai hal ini terjadi di rumah tangga kamu ya. 

Bahkan untuk pasangan yang mungkin saat ini sudah memiliki gaji puluhan juta rupiah, tetap harus tahu cara mengelola keuangan dengan baik lho. Karena uang sebanyak apapun bisa habis dalam sekejap jika pemiliknya tidak pandai mengatur keuangan.

Inilah sembilan tips keuangan pasangan baru menikah yang bisa kamu praktekkan agar kamu dan pasangan tidak mudah ribut hanya karena masalah uang. Simak baik-baik dan jika perlu, catat ya.

Jumlah Pemasukan

Tips keuangan pasangan baru menikah - Pemasukan

Tips keuangan pasangan baru menikah yang pertama adalah dengan mencatat Jumlah pemasukan. Selain memahami sifat, kebiasaan, serta menerima kekurangan satu sama lain, konon mengelola keuangan termasuk salah satu hal paling menantang dalam pernikahan lho, terutama untuk pasangan baru.

Bagaimana tidak, awalnya kamu hanya mengatur keuangan untuk diri sendiri, atau bahkan kamu tidak pernah melakukannya karena selama ini semua biaya hidup kamu ditanggung dan diatur oleh orang tua, tapi sekarang tiba-tiba kamu harus mengatur agar gaji sebulan bisa cukup untuk hidup berdua. 

(Baca Juga: Ini Dia 9 Tips Menabung di Rumah untuk Pemula)

Maksud dari hidup berdua di sini juga bukan untuk makan saja, tapi juga untuk membeli kebutuhan dapur, perlengkapan mandi, tagihan listrik dan air, dan belum termasuk biaya liburan romantis berdua atau candle light dinner di malam minggu. 

Wah banyak juga ya, tapi tenang, jangan pusing dulu. Mari mulai dengan menjumlahkan pemasukan kamu dan pasangan dalam satu bulan. Poin ini sangat penting dan akan mengatur langkah selanjutnya, jadi dalam hal ini, kamu dan pasangan wajib untuk transparan / terbuka.

Toh kalian sudah memutuskan untuk hidup bersama, jadi tidak boleh ada hal yang disembunyikan terutama dalam keuangan. Jika dilanggar, dijamin deh hal yang ditutup-tutupi sekarang akan menimbulkan pertengkaran besar di kemudian hari. 

Buat Daftar Kebutuhan

Tips keuangan pasangan baru menikah - Daftar

Setelah mengetahui jumlah pemasukan setiap bulan, sekarang buatlah daftar kebutuhan kamu dan pasangan dalam satu bulan, mulai dari makan, uang transport, hingga tagihan-tagihan dan biaya servis kendaraan lengkap dengan nominalnya. Contoh sederhananya seperti ini:

  • Uang bensin 1 bulan (2 motor) : Rp 50.000
  • Bayar listrik per bulan : Rp 350.000
  • Servis kendaraan (2 motor) : Rp 100.000
  • Sabun mandi sebulan : Rp ……..
  • Stok bumbu dapur sebulan : Rp …….

Prioritaskan Kebutuhan Dasar

Tips keuangan pasangan baru menikah - Kebutuhan Dasar

Saat membuat daftar kebutuhan tadi, pastikan kamu mencatat hal-hal dasar terlebih dulu, seperti makanan, uang bensin, obat-obatan, bayar listrik, angsuran rumah / kontrakan jika ada, dan sejenisnya. 

Sedangkan untuk hal-hal mewah atau kebutuhan sekunder harus menjadi hal kedua dalam daftar ya. Intinya, hindari pengeluaran yang belum atau bahkan tidak diperlukan. Misalnya sebelum menikah kamu terbiasa makan siang di luar. Agar lebih hemat, kamu dan pasangan bisa coba membawa bekal dari rumah.

Sistem Amplop

Tips keuangan pasangan baru menikah - Amplop

Pada poin kedua tadi kamu kan sudah membuat daftar kebutuhan dalam sebulan, sekarang coba kamu bagi daftar tersebut menjadi beberapa kategori. Misalnya kategori “dapur” terdiri dari beras, minyak goreng, bumbu dapur, gula dan kopi, tisu dapur, dan sebagainya.

Sedangkan kategori “tagihan” terdiri dari bayar listrik, bayar WiFi atau membeli paket data / pulsa, bayar air, tagihan telepon, mungkin juga TV kabel, dan semua hal lain yang setiap bulannya itu wajib untuk dibayar atau dibeli karena kamu berlangganan.  

Jika dalam list kamu tadi ada “camilan”, “nongkrong di café”, atau “nonton bioskop”, kamu bisa masukkan ke kategori “Fun” misal, atau beri nama lain sesuai keinginan. Setelah muncul beberapa kategori, sekarang hitung berapa total per kategori.

Selanjutnya kumpulkan amplop uang yang jumlahnya sesuai dengan jumlah kategori kamu tadi, dan beri nama amplop ini sesuai nama-nama kategori kebutuhan kamu tadi. Setelah itu masukkan sejumlah uang ke masing-masing amplop, yang jumlahnya sesuai dengan yang kamu hitung tadi.

Khusus untuk tagihan atau pembelian yang kamu lakukan secara online, kamu bisa tetap menyimpan uangnya di dalam rekening ya, jadi tidak perlu ikut masuk ke dalam amplop. Tapi kamu juga harus berhati-hati nih, jangan sampai uang untuk membayar tagihan online malah kamu belanjakan online.  

(Baca Juga:

Tetap Berpegang Pada Anggaran

Tips keuangan pasangan baru menikah - Anggaran

Poin ini paling penting nih, terutama untuk kamu yang mudah tergoda dengan hal-hal yang terlihat menarik tapi sebenarnya tidak diperlukan. Hal penting yang harus kamu ingat adalah “jangan membeli lebih dari total pemasukan kamu dan pasangan”. Inilah fungsi dari sistem penganggaran tadi. 

Kamu dan pasangan perlu belajar untuk hidup sesuai dengan kemampuan, bukan hidup serba mewah ala selebgram atau hidup karena gengsi agar terlihat selalu kece dan up to date. Kecuali kamu dan pasangan memang memiliki harta yang tak akan habis sampai tujuh turunan ya.

Jika nantinya memang ada barang atau hal yang sangat kamu atau pasangan kamu inginkan, rencanakan dulu sebelumnya dan carilah uang untuk memenuhinya, jadi jangan membelinya secara mendadak.

Simpan Uang untuk Kejadian Tak Terduga

Tips keuangan pasangan baru menikah - Menabung

Kadang ada hal tak terduga yang bisa terjadi, misalnya tiba-tiba kamu atau pasangan sakit dan harus dirawat di rumah sakit, atau ada barang penting yang tiba-tiba rusak dan harus diperbaiki, dan sebagainya. 

Agar kamu dan pasangan tidak panik saat berada di situasi seperti ini, siapkan dana darurat yang diambil dari total gaji kamu dan pasangan, kira-kira sekitar 10 persen dari pendapatan kotor ya. 

Jika ingin lebih juga boleh kok, sesuaikan saja dengan pendapatan yang ada. Jika perlu, kamu juga bisa membeli paket asuransi yang akan menjaga masa depan kamu dan pasangan.

(Baca Juga: Pentingnya Dana Darurat Untuk Masa yang Akan Datang)

Berbagi Tugas

Tips keuangan pasangan baru menikah selanjutnya adalah berbagi tugas. Jika ada yang mengatakan bahwa “Mengatur keuangan adalah tugas seorang istri, sedangkan tugas suami hanyalah bekerja”. Hmm…. pernyataan ini sepertinya terlalu kuno ya. Menikah adalah tentang dua orang, bukan satu, jadi semua hal di dalam pernikahan juga perlu dilakukan secara bersama / berdua.

Daftar panjang yang sudah kamu catat sebagai pengeluaran satu bulan tadi, pastinya akan terasa ringan jika dibagi menjadi tugas dua orang. 

Misalnya jika kamu adalah istri, kamu bisa memilih tugas untuk membeli kebutuhan dapur, perlengkapan mandi, stok cemilan, dan stok bahan masakan. Sedangkan untuk suami, kamu bisa mengambil alih tugas untuk membayar tagihan-tagihan dan servis kendaraan.

Tapi, ada juga pasangan yang suka melakukan tugas secara bersama, misalnya pergi belanja dan servis kendaraan berdua di akhir pekan. Pembagian ini bisa kamu sesuaikan sendiri dengan karakter kamu dan pasangan ya.

Buka Rekening Bersama

Sebelum menikah, kamu dan pasangan pastinya sudah memiliki rekening bank masing-masing kan? Setelah menikah, kamu bisa coba membuka rekening bersama nih, sebagai tempat menyimpan uang khusus untuk mewujudkan impian berdua. 

Misalnya untuk membangun rumah impian, pergi haji (jika kamu adalah Muslim), liburan keliling Eropa, membeli kendaraan baru, dan sebagainya.

Investasikan sebagian penghasilan Kamu

Tips keuangan pasangan baru menikah yang terakhir adalah menginvestasikan sebagian penghasilan. Jika kamu dan pasangan kebetulan memiliki gaji yang lumayan besar, kamu bisa coba menyisihkan sebagian penghasilan untuk diinvestasikan, bisa ke emas batangan, properti, atau yang lainnya. Tapi investasi ini tidak sama dengan tabungan di dalam rekening bersama tadi ya.

Fungsi dari investasi ini sendiri adalah sebagai dana di masa depan nanti, bisa untuk biaya persalinan, biaya pendidikan anak, atau bahkan sebagai biaya hidup di masa tua setelah kamu dan pasangan pensiun.

Jangan biarkan momen bahagia dalam rumah tangga tertutup dengan pertengkaran hanya karena masalah uang. Jadi jika sudah selesai membaca tips keuangan pasangan baru menikah ini, coba share ke pasangan kamu agar ia juga tahu bagaimana tips keuangan pasangan baru menikah yang benar.

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Finansial