Finansial

Strategi Persiapan Dana Pensiun Di Masa Tua

Persiapan Dana Pensiun

Ketika mendengar kata pensiun, beberapa orang akan merasa khawatir dan bahkan panas dingin. Hal ini diakibatkan oleh ketidaksiapan mereka menghadapi masa pensiun. Ketidaksiapan tersebut sebenarnya dapat dihindari jika kamu melakukan persiapan dana pensiun. 

Dana pensiun sangat diperlukan jika kamu ingin hidup nyaman secara mandiri di hari tua. Saat ini, banyak orang tua yang bergantung pada anak mereka karena tidak memiliki dana ini. Sebenarnya mereka tidak ingin merepotkan anak, namun keadaan finansial mereka berkata lain.

Persiapan Dana Pensiun 

Sebagai orang tua, kamu tentu tidak ingin merepotkan anak-anak jika kelak kamu sudah pensiun. Oleh karenanya, kamu perlu melakukan beberapa persiapan dana pensiun. Persiapan ini dapat kamu lakukan secara mandiri dan dengan bantuan lembaga keuangan.

Berikut ini strategi yang perlu kamu lakukan dalam mempersiapkannya.

Tentukan Kapan Kamu Ingin Pensiun

 Persiapan Dana Pensiun - Tentukan Kapan Kamu Ingin Pensiun

Hal pertama yang perlu kamu lakukan dalam persiapan dana pensiun adalah menetapkan usia pensiun. Jika kamu adalah pegawai swasta, kamu dapat memilih untuk pensiun dini di usia 40an. Namun jika kamu ASN, maka mau tak mau kamu pensiun pada usia 58 hingga 60 tahun.

Penentuan usia pensiun diri sendiri berperan penting dalam penghitungan dana pensiun yang diperlukan. Selain itu, penentuan ini juga berperan dalam perencanaan pengumpulan dana pensiun. 

Sebagai contoh, kamu ingin pensiun pada usia 55 tahun dan sekarang kamu berusia 30 tahun, maka kamu memiliki waktu 25 tahun untuk mengumpulkan dana pensiun. Waktu tersebut nantinya akan dikalikan dengan estimasi kebutuhan hidup per tahun di masa pensiun.

Sebaiknya, kamu menentukan usia pensiun sejak dini. Dengan demikian, kamu bisa menyiapkan dana pensiun sedini mungkin.

 

Hitung Berapa Uang yang Ingin Kamu Miliki di Masa Pensiun

 Persiapan Dana Pensiun - Hitung Uang

Setelah kamu menentukan pada usia berapa kamu ingin pensiun, selanjutnya kamu perlu menghitung berapa uang yang kamu perlukan di masa pensiun. Penghitungan ini diperlukan untuk merencanakan strategi pengumpulan dana pensiun.

Jika saat ini kamu membutuhkan uang 10 juta per bulan untuk menghidupi keluargamu. Saat pensiun nanti, kamu akan membutuhkan dana yang lebih kecil karena beban hidupmu sudah berkurang, contohnya tidak menyekolahkan anak dan tidak membayar cicilan rumah.

Apabila di masa pensiun nanti kamu membutuhkan uang 5 juta per bulan, maka kalikan jumlah tersebut dengan harapan hidupmu. Sebagai contoh, kamu memiliki harapan hidup hingga 75 tahun dan masa pensiunmu adalah 55 tahun, maka kalikan kebutuhan ini dengan 20 tahun.

Dengan demikian, saat pensiun nanti, kamu membutuhkan (5 juta x 12) x 20 = 1,2 milyar. Perhitungan tersebut adalah perhitungan kasar, kamu juga perlu memikirkan nilai inflasi ketika menghitungnya.

Dengan demikian, kamu akan membutuhkan jauh lebih banyak uang untuk membiayai hidupmu di hari tua. Untuk memperoleh perhitungan yang lebih akurat, kamu dapat meminta bantuan penasehat keuangan. 

(Baca Juga: Pentingnya Dana Darurat Untuk Masa yang Akan Datang)

Jika kamu ingin menghitungnya sendiri, maka pertama-tama hitung pengeluaran per tahun di hari tua. Rumusnya adalah:

Pengeluaran per tahun x (1+ nilai inflasi)n

n= selisih umur sekarang dan target pensiun.

Setelah mendapatkan hasilnya, dikalikan kebutuhan per tahun tersebut dengan tahun harapan hidupmu. Selanjutnya, kamu perlu memikirkan strategi untuk mengumpulkan dana tersebut.

 

Kumpulkan Dana Pensiun Bersama Lembaga Keuangan

Persiapan Dana Pensiun - Kumpulkan Dana Pensiun Bersama Lembaga Keuangan

Para pegawai formal biasanya sudah memiliki dana pensiun yang disiapkan oleh tempatnya ia bekerja. Dana pensiun tersebut terkumpul dari setoran tiap bulan di suatu lembaga keuangan, misalnya BPJS Ketenagakerjaan, Asabri, Taspen dan lembaga keuangan lainnya.

Apabila kamu adalah pekerja mandiri atau wiraswasta, tentu kamu perlu merencanakan dana pensiun tersebut sendiri. Perencanaan dan persiapan ini dapat kamu lakukan bersama lembaga keuangan.

Ada banyak lembaga keuangan yang menawarkan produk dana pensiun yang terbuka bagi perorangan, baik pekerja mandiri maupun karyawan. Dana tersebut dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Lembaga tersebut dibentuk oleh bank maupun perusahaan asuransi dengan tujuan untuk menyelenggarakan PPIP (Program Pensiun Iuran Pasti). Contoh DPLK yang ada di Indonesia adalah DPLK BRI, DPLK Manulife, dan DPLK Muamalat.

Jika kamu mendaftarkan diri pada program ini, kamu diharuskan membayar setoran setiap bulan sesuai kesepakatan. Namun, perlu dipahami bahwa program ini bukan tanpa risiko. Nasabah akan menanggung kerugian investasi yang dilakukan oleh DPLK.

Selain itu, nilai dana pensiun yang akan kamu peroleh juga tidak pasti karena tergantung pada hasil investasi dari dana yang kamu setorkan. Sehingga, kamu harus siap dengan risikonya. Untuk mengurangi risiko ini, kamu sebaiknya memilih DPLK yang terpercaya dan profesional.

 

Kumpulkan Dana Pensiun Secara Mandiri

Persiapan Dana Pensiun - Kumpulkan Dana Pensiun Secara Mandiri

Mengumpulkan dana pensiun dengan mandiri merupakan persiapan dana pensiun berikutnya. Mengingat bahwa kebutuhan masa pensiunmu yang besar, ada kemungkinan bahwa dana pensiun dari pemberi kerja tidak dapat mencukupi kebutuhan tersebut. Di samping itu, kamu yang memiliki dana dari DPLK juga tidak memiliki kepastian berapa dana yang akan didapat.

Oleh karena itu, kamu sebaiknya juga mengumpulkan dana pensiun secara mandiri. Dana tersebut tidak dapat dijadikan sebagai dana tambahan dan dapat dikumpulkan dengan berbagai cara.

Investasi Surat Obligasi dan Sukuk

Persiapan Dana Pensiun - Investasi Surat Obligasi dan Sukuk

Investasi adalah salah satu cara jitu untuk mengumpulkan dana pensiun karena investasi akan memberi keuntungan. Jika kamu tidak punya pengalaman investasi atau takut dengan risikonya, kamu sebaiknya memilih investasi dalam surat obligasi dan sukuk.

Jenis investasi tersebut memiliki risiko yang rendah, namun keuntungannya juga tidak terlalu tinggi. Selain itu, investasi ini juga tidak membutuhkan modal yang banyak. Dengan uang satu juta saja, kamu sudah bisa berinvestasi pada surat obligasi dan sukuk.

Investasi surat obligasi dan sukuk tidak hanya cocok untuk persiapan masa pensiun, namun juga cocok dijadikan pendapatan pasif di masa pensiun. Ketika melakukan jual beli surat obligasi dan sukuk, pastikan bahwa kamu melakukannya lewat lembaga terpercaya.

Investasi Tanah

Persiapan Dana Pensiun - Investasi Tanah

Investasi tanah adalah investasi aman dan menguntungkan. Harga tanah biasanya akan mengalami kenaikan sehingga jika kamu membeli tanah sekarang dan menjualnya di hari tua, kamu pasti akan memperoleh keuntungan.

Di samping itu, tanah juga dapat dijadikan penghasilan pasif untuk saat ini ataupun masa depan. Tanah dengan bangunan rumah dapat disewakan dan kamu pun dapat memperoleh penghasilan dari uang sewa tersebut.

Agar investasi ini benar-benar menguntungkan, belilah tanah dan bangunan yang letaknya strategis atau berada di area yang akan berkembang menjadi area strategis. Meski menguntungkan, namun investasi ini membutuhkan banyak modal.

Investasi Emas

Persiapan Dana Pensiun - Investasi Emas

Persiapan dana pensiun yang berikutnya adalah dengan investasi emas. Tabungan dalam bentuk uang memiliki risiko inflasi atau penurunan nilai di masa depan. Untuk meminimalisir risiko ini, kamu sebaiknya menginvestasikan sebagian uangmu dalam bentuk emas.

Investasi emas memiliki risiko inflasi rendah sehingga lebih menguntungkan daripada tabungan uang. Selain itu, nilai emas juga cenderung naik seiring waktu dan mudah dicairkan. 

Dengan demikian, kamu dapat dengan mudah menjualnya saat membutuhkan uang. Agar investasi ini lebih aman, kamu sebaiknya menyimpan emas beserta sertifikatnya di bank.

(Baca Juga: Mengenali Software Akuntansi dan Fitur Manfaatnya)

Tabungan Deposito Berjangka

Persiapan Dana Pensiun - Deposito

Jika kamu ingin mengembangkan dana yang kamu miliki dengan risiko rendah sebelum pensiun, kamu dapat memilih tabungan deposito berjangka. Bunga tabungan ini lebih besar daripada bunga tabungan biasa dan hanya sedikit lebih rendah dari sukuk dan surat obligasi.

Dana di tabungan ini tidak dapat diambil sewaktu-waktu sehingga kamu tidak akan tergoda untuk mengambilnya jika saat ini membutuhkan uang. Untuk memiliki tabungan deposito, kamu tidak memerlukan dana besar.

Beberapa bank ada yang mengizinkan nasabahnya untuk membuka tabungan ini dengan dana 1 juta saja dengan jangka waktu minimal 6 bulan. Agar tabunganmu lebih aman, pilihlah bank yang profesional.

 

Investasi Saham

Persiapan Dana Pensiun - Investasi Saham

Jika investasi surat obligasi, sukuk, dan emas memiliki risiko yang relatif rendah, maka investasi saham adalah investasi berisiko tinggi. Meski risikonya tinggi, jenis investasi ini dapat memberi keuntungan yang besar dalam jangka panjang jika dilakukan dengan baik.

Kamu dapat membeli saham melalui platform investasi. Beberapa platform tersebut bahkan memberi kamu kesempatan untuk investasi hanya dengan dana 100 ribu rupiah. Sehingga, kamu yang belum berpengalaman dapat belajar berinvestasi saham dengan risiko rendah.

 

Selain melakukan persiapan dana pensiun di atas, kamu juga perlu memiliki proteksi sejak sebelum pensiun dan selama masa pensiun. Proteksi ini dapat berbentuk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Selain itu, kamu juga perlu menjaga kesehatan finansialmu dengan hidup hemat tanpa hutang.

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Finansial