Finansial

Kecerdasan Finansial yang Harus Dimiliki Agar Keuangan Stabil

thumb cerdas fin - kecerdasan finansial yang harus dimiliki

Kecerdasan finansial (financial intelligence) adalah salah satu kecerdasan yang harus dimiliki setiap orang terutama bagi mereka yang telah menginjak usia 20 tahun supaya mencapai kebebasan finansial.

Baca Juga : Wanita Mandiri secara Finansial, Buktikan Bahwa Itu Adalah Anda

Dengan begitu, kamu akan memahami betapa pentingnya perencanaan dan penerapan tata kelola keuangan kamu dengan baik dan bijak. Lalu, apa saja kecerdasan finansial yang harus dimiliki setiap orang? Yuk simak penjelasan berikut ini.

8 Kecerdasan Finansial yang Harus Dimiliki Semua Orang

1. Kecerdasan Mencari/Menghasilkan Uang

Kecerdasan dalam mencari atau menghasilkan uang adalah kemampuan kamu dalam menghasilkan uang ketika tidak memiliki pekerjaan dan uang sama sekali.

Ketika kamu mengalami momen ini, kamu hanya memiliki beberapa barang maupun memiliki suatu jasa. Bagaimana kamu berhasil menukar barang maupun jasa tersebut menjadi uang merupakan kecerdasan dalam mencari/menghasilkan uang.

Pun, ketika kamu sudah memiliki pekerjaan, tetapi merasa penghasilan yang kamu miliki kurang. Kemampuan kamu untuk mencari penghasilan tambahan tanpa mengotak-atik gaji yang didapatkan dari pekerjaan kamu merupakan kecerdasan dalam menghasilkan uang.

2. Kemampuan Mengelola Uang

Poin ini merupakan poin yang paling penting. Banyak orang kaya yang sudah kaya dari lahir. Namun, sejak kecil mereka terbiasa menikmati pemberian orang tua mereka.

Ketika orang tua sudah tidak ada, keadaan ekonomi mereka semakin menurun karena tidak mampu mengelolanya. Hal ini membuktikan bahwa sebanyak apapun gaji yang didapatkan, sebanyak apapun omset usahamu, jika tidak mampu mengelolanya akan sia-sia.

Secara terperinci, berikut cara mengelola uang yang dapat kamu lakukan agar keuanganmu terkelola dengan benar:

  • Membuat buku anggaran pemasukan dan pengeluaran.
  • Membedakan keinginan dengan kebutuhan.
  • Hindari utang, cicilan, dan kartu kredit.
  • Biasakan untuk membuat dua tabungan, yaitu dana cadangan dan dana kesehatan
  • Buat keputusan sisa uang akan diarahkan ke mana apakah tabungan biasa, deposito, menabung emas, investasi saham, menabung untuk membuka usaha, mengutangkannya, dan sebagainya.
  • Terakhir, agar uangmu terkelola dengan benar adalah konsisten melakukan langkah-langkah tersebut.

3. Pemahaman Jenis-Jenis Investasi

Semua orang seharusnya paham apa saja jenis investasi, setidaknya yang paling sederhana dan mudah dilakukan oleh siapapun.  Secara garis beda, investasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu jangka panjang dan jangka pendek.

Investasi yang termasuk jangka pendek adalah:

  • Deposito

Deposito merupakan tabungan di bank yang hanya dapat diambil dalam waktu yang telah ditentukan. Jangka waktunya relatif singkat, yaitu 1 hingga 12 bulan.

Keuntungan yang akan kamu dapatkan berasal dari bunga. Selama jangka waktu menabung tersebut, kamu pasti akan mendapatkan bunga. Berbeda dengan menabung biasa yang belum pasti mendapat bunga.

  • Forex dan Bitcoin Trading

Secara sederhana, forex trading adalah penjualan mata uang asing. Kamu membeli mata uang asing. Kemudian ketika nilai mata uang tersebut naik, kamu dapat menjualnya.

Sementara bitcoin adalah mata uang digital. Sistem “permainan” juga sama dengan forex trading, yaitu menjualnya ketika mata uang naik atau menariknya ketika nilainya melesat tinggi.

  • Membeli Saham

Saat ini banyak perusahaan yang sudah melakukan IPO, artinya siapapun kita, asal memiliki uang maka dapat membeli saham tersebut.

Sistem permainannya juga sama dengan trading: membeli saham ketika harga murah, saat harga naik mencairkannya dalam bentuk uang.

  • Peer to Peer Landing

Ini merupakan bentuk investasi dengan cara meminjamkan modal kepada seseorang/perusahaan. Keuntungan yang didapat adalah dari bunga pengembalian dana.

Investasi ini terkesan sangat mudah. Namun, jika kamu meminjamkan modal ke sembarang orang/perusahaan, tidak menutup kemungkinan mereka akan membawa kabur uangmu.

  • Reksadana

Reksadana adalah investasi yang dilakukan oleh sejumlah pemodal (nantinya, kamu akan berperan sebagai salah satu pemodal). Selanjutnya manajer investasi akan mengelola dana dari pemodal untuk disalurkan ke beberapa perusahaan.

Kamu akan mendapatkan perkembangan perusahaan tersebut, kesehatan keuangan, dan informasi-informasi lainnya.

Modal yang ditanamkan ke beberapa perusahaan akan membuat danamu tetap aman karena ketika perusahaan A merugi masih ada perusahaan lain.

Investasi jangka panjang:

  • Emas

Ini adalah investasi yang sudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia sejak puluhan tahun lalu. Konsepnya sama dengan trading dan saham. Justru, permainan forex dan saham sama dengan emas.

Jika ingin bermain aman, investasi emas sangat disarankan karena harganya relatif stabil. Sementara trading dan saham, kamu harus siap jika hari ini nilai tukar masih 1000 rupiah, tetapi enam jam kemudian merosot jauh menjadi 500 rupiah.

Namun karena harga emas stabil maka keuntungan yang akan kamu dapatkan tidak seberapa. Begitu pula dengan trading dan saham, suatu saat harga dapat melesat tinggi sehingga kamu bisa untung banyak.

  • Tanah dan Properti

Tanah dan properti termasuk investasi jangka panjang karena kamu bisa terus menghasilkan uang dari keduanya.

Tiap tahun harga tanah dan properti terus naik. Sebelum menjualnya, selagi menunggu harga naik berkali-kali lipat dari harga saat membeli, kamu dapat menyewakannya.

Sehingga, keuntungan yang akan kamu dapatkan dari investasi tanah dan properti sangat banyak. Hal tersebut sebanding dengan modal yang harus kamu keluarkan untuk mendapatkannya.

4. Kemampuan Mengambil Keputusan

Kemampuan mengambil keputusan erat kaitannya dengan pengelolaan uang. Ketika kamu berada pada momen harus menentukan satu pilihan di antara beberapa pilihan, di sini kemampuan pengambilan keputusanmu sedang dilatih.

Contoh, kamu akan melakukan investasi. Ada dua pilihan yang menarik perhatianmu, yaitu deposito dan membeli saham. Untuk dapat memilih salah satu maka kamu harus tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing investasi tersebut.

Setelah mengetahui apa saja plus dan minus dari keduanya, lalu sesuaikan dengan keadaanmu mana yang sekiranya paling tepat untuk kamu ambil.

Namun, tentu saja kemampuan mengambil keputusan tersebut bukan hanya berkaitan dengan investasi. Dalam mengelola keuangan, terdapat banyak keputusan lain yang harus kamu ambil.

Contoh lain adalah kemampuan memutuskan untuk menabung dana kesehatan atau mendaftar asuransi kesehatan, dan keputusan-keputusan lain.

5. Kemampuan Melihat dan Mengambil Peluang

Kecerdasan finansial yang harus dimiliki yang kelima adalah kemampuanmu dalam melihat dan mengambilnyauntuk mengembangkan/meningkatkan ekonomimu.

Dapat melihat suatu peluang tanpa dapat mengeksekusinya maka akan sia-sia. Kamu harus menguasai keduanya.

Contoh, di sekitar tempat tinggalmu jarang ada pasar tradisional, tukang sayur maupun minimarket yang menjual sayuran mentah. Kamu tahu jika berjualan sayur segar merupakan peluang usaha yang menjanjikan.

Namun, kamu enggan untuk mengeksekusi ide untuk berjualan sayuran. Suatu hari akan ada orang lain yang melihat peluang tersebut dan berani memulainya. Saat ini terjadi maka kamu sudah hampir terlambat.

Sebab, orang tersebut sudah menciptakan brand dan melakukan branding dulu. Jika kamu memulai setelahnya maka kamu perlu perjuangan ekstra untuk membangun brand-mu.

6. Kemampuan Menyusun Rencana Finansial

Banyak orang yang mengikuti arus hidupnya begitu saja sehingga ketika muncul suatu masalah merasa kaget dan tidak siap. Oleh karena itu, menyusun rencana finansial merupakan salah satu kecerdasan finansial yang harus kamu miliki.

Kamu harus tahu, dalam waktu lima atau sepuluh tahun ke depan, tabungan (selain tabungan dana cadangan) yang kamu miliki akan kamu gunakan untuk apa.

Apa saja barang-barang yang harus kamu beli (bukan sekadar ingin kamu beli), berapa lama waktu untuk mendapatkan barang tersebut, bagaimana cara agar barang tersebut cepat terbeli apakah dengan mencari penghasilan tambahan atau mengurangi tabungan lainnya.

Jika memutuskan untuk mencari pekerjaan sampingan, berapa uang yang harus kamu tabung dari gaji pekerjaan sampingan tersebut. Apakah akan kamu tabung semua untuk membeli barang tersebut atau hanya sebagian, sisanya kamu alihkan untuk hal lain.

Jika barang sudah terbeli apakah kamu akan berhenti dari pekerjaan tersebut atau masih lanjut untuk menambah tabungan lainnya, dan rencana-rencana lainnya.

7. Kecerdasan Dalam Memahami Pajak

Jika kamu memiliki banyak aset, pendapatan maupun memiliki sebuah perusahaan maka wajib bagimu untuk memahami apa saja pajak yang harus kamu bayarkan.

Pajak pendapatan dengan pajak perusahaanmu tentu berbeda. Pajak hunian pribadimu dengan hunian yang kamu sewakan juga berbeda.  Oleh karena itu kamu harus mulai mempelajari hal ini.

Apabila terlalu sulit untuk mempelajari hal ini maka kamu bisa menggunakan jasa akuntan maupun konsultan keuangan baik untuk pribadi maupun perusahaan.

8. Kemampuan Dalam Mengendalikan Diri

Tidak ada gunanya menguasai seluruh kecerdasan finansial di atas apabila kamu tidak memiliki kemampuan dalam mengendalikan diri.

Mengendalikan diri yang dimaksud adalah tetap bersikap tenang ketika mengalami masalah ekonomi, kemampuan untuk tetap konsisten melaksanakan rencana finansial, mengendalikan diri untuk berhenti melakukan hal-hal yang dapat memperburuk ekonomi, dan sebagainya.

Baca Juga :

Delapan kecerdasan finansial yang harus dimiliki di atas maka keadaan ekonomi akan tetap stabil. Selain itu kamu juga bisa menghindari hal-hal yang dianggap melanggar hukum seperti pelanggaran pajak dan sebagainya.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Finansial