Finansial

Gojek Kena Denda Sampai 3,3 M. Kenapa Tuh?

Gojek kena denda

Gojek kena denda lantaran dinilai telah melanggar aturan dan undang-undang yang berlaku. Seperti yang diketahui bahwa Gojek merupakan perusahaan teknologi yang menyediakan jasa transportasi secara online. 

Gojek merupakan salah satu aplikasi inovatif yang sangat membantu masyarakat untuk memenuhi segala kebutuhannya di bidang transportasi dengan lebih mudah dan cepat. Hal inilah yang membuat banyak masyarakat selalu setia menggunakannya.

Profile Gojek

Gojek kena denda

Gojek merupakan sebuah perusahaan teknologi asal Indonesia yang menyediakan layanan angkutan transportasi melalui jasa ojek. 

Selain di Indonesia, layanan Gojek kini telah tersedia di berbagai negara lain seperti Vietnam, Singapura dan Thailand. Gojek didirikan dengan menggunakan prinsip untuk menyelesaikan tantangan sehari-hari dengan menggunakan teknologi. 

Gojek bermitra dengan pengendara ojek berpengalaman yang ada di seluruh wilayah untuk dapat memberikan layanan transportasi, pengiriman barang, belanja, bepergian dan pesan antar makanan. Layanan ini menjadi salah satu solusi terbaik di tengah kemacetan pusat kota yang sangat padat.

Aplikasi Gojek telah berevolusi dari hanya menawarkan transportasi menjadi rangkaian lebih dari 20 layanan lainnya saat ini. Gojek berupaya terus dapat tumbuh sebagai perusahaan teknologi terkemuka yang dapat memberikan solusi sehari-hari untuk jutaan pengguna yang ada di seluruh Asia Tenggara. 

Dengan semangat juang yang dimiliki, Gojek mampu memberikan pemecahan masalah dan memberikan layanan terbaik bagi pengguna. 

Perjalanan yang dilakukan Gojek dilakukan sebagai bentuk dedikasi untuk dapat menciptakan pengalaman tanpa batas bagi para pengguna dan mampu memberikan dampak sosial ekonomi bagi jutaan mitra Gojek (pengemudi dan pedagang).

Logo yang digunakan Gojek melambangkan transportasi dari layanan ride hailing menjadi super app terbesar dengan 3 platform yang ada yaitu, aplikasi untuk konsumen, pedagang dan pengemudi. Hal tersebut dihadirkan untuk memberikan kemudahan dalam bertransaksi.

Awalnya Gojek hanya meluncurkan 3 layanan yaitu GoRide, GoMart dan Gosend. Sejak itu, Gojek terus mengembangkan layanannya hingga saat ini telah berubah menjadi Super App, platform multi layanan dengan lebih dari 20 jenis layanan.

Bersama Gojek, dipercaya teknologi yang ada di Indonesia akan terus berkelanjutan dan akan selalu ada cara untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dengan memberikan dampak sosial yang lebih positif.

(Baca Juga: Pentingnya Sosialisasi Paylater untuk Para Awam, Paylater bukan Uang Gratis!)

Layanan Jasa Gojek

Gojek kena denda - Layanan Jasa Gojek

Hanya melalui satu platform, pengguna Gojek bisa mengakses seluruh layanan yang terdiri dari lebih 20 jenis mulai dari transportasi, pengiriman makanan, pijat, bahkan program loyalitas. Bersama Gojek akan selalu ada jalan untuk mengatasi setiap masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan adanya layanan yang diberikan Gojek, diharapkan banyak pengguna yang merasa terbantu untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam bisnisnya, Gojek telah melibatkan sekitar 6.732 responden yang dilakukan di 9 kota yang ada di Indonesia. 

Dengan adanya layanan yang dibuatnya, Gojek mampu berkontribusi sekitar 44,2 triliun untuk perekonomian Indonesia pada akhir tahun 2018. Gojek diketahui dapat membantu mitra pengemudi yang bergabung untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Para mitra memiliki keyakinan bahwa Gojek mampu memberikan kesejahteraan yang lebih baik bagi keluarga mitra yang bergabung bersama Gojek. Sebagian besar mitra Gojek mengklaim bahwa mereka sekarang bisa menyekolahkan anak-anak dan bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

Selain ditunjang dari ongkos jasa yang dikeluarkan, Gojek juga memberikan intensif khusus bagi mitra yang mampu meraih reputasi terbaik dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kebijakan yang dibuat Gojek telah diatur dengan adil agar seluruh pihak bisa merasakan manfaatnya.

Selain itu, Gojek juga telah mampu mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia, hampir 90% mitra UMKM telah mengalami peningkatan volume transaksi dan 55% mitra dapat mengalami peningkatan pendapatan.

Dalam kurun waktu satu bulan sejak pertama kali aplikasi diluncurkan, Gojek telah berhasil mencapai 150 ribu pengguna dengan rating 4,4 dari 5 bintang. Untuk sistem pembayaran, Gojek menyediakan 2 jenis metode pembayaran yaitu dengan cash dan menggunakan kredit Gopay.

Gopay atau yang disebut juga dengan Gojek Credit merupakan metode pembayaran cashless yang dihadirkan oleh Gojek untuk memudahkan proses pembayaran. Saldo ini bisa digunakan untuk membayar apapun jenis layanan yang kamu gunakan pada aplikasi Gojek.

Visi Dan Misi Gojek

Untuk dapat mengembangkan rancangan teknologinya, Gojek terus berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga kinerjanya agar tetap stabil dan bisa terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Hal ini mengacu pada visi dan misi dari pendirian Gojek.

Dengan adanya visi dan misi yang telah ditetapkan, Gojek berharap dapat terus ikut menstabilkan perekonomian yang ada di Indonesia. Kedepannya Gojek juga berkeinginan untuk membantu untuk mewujudkan negara Indonesia yang lebih bermartabat. Berikut visi dan misi Gojek.

Visi:

Membantu perbaikan struktur transportasi yang ada di Indonesia dengan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari seperti belanja harian, pengiriman barang, pembelian makanan dan lain sebagainya.

Selain itu Gojek juga turut serta dalam mensejahterakan kehidupan tukang ojek di Indonesia untuk kedepannya.

Misi:

Memberikan layanan yang prima serta solusi bernilai kepada seluruh pelanggan.

Meningkatkan kepedulian serta tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan dan sosial.

Membuka lapangan kerja yang lebih besar bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak terkait dengan usaha ojek online untuk di masa selanjutnya.

Menjadi pelopor yang bisa dijadikan acuan dalam pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola struktur transportasi dengan pemanfaatan teknologi yang lebih baik.

Alasan Gojek Kena Denda

Gojek kena denda

KPPU menjatuhkan sanksi kepada PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa atau yang dikenal dengan Gojek berupa denda sebesar 3,3 miliar. 

Gojek kena denda akibat telat memberitahukan akuisisi yang dilakukan pada PT. Global Loket Sejahtera (Loket). Sanksi tersebut diberikan dari hasil sidang majelis komisi yang telah diadakan sebelumnya. 

  1. Global Loket Sejahtera merupakan perusahaan pemilik brand Loket.com yang bergerak dalam bidang teknologi khususnya untuk platform event dan juga event creator.
  • Kronologi Kasus, Hingga Gojek Kena Denda

Perkara ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan atas dugaan keterlambatan notifikasi Gojek dalam akuisisi yang dilakukannya atas sebagian besar saham yang dimiliki PT. Global Loket Sejahtera. Akuisisi tersebut diadakan pada 4 Agustus 2017.

Majelis komisi menilai bahwa transaksi tersebut secara hukum harusnya telah efektif sejak 9 Agustus 2017. Hal tersebut diputuskan sesuai dengan ketentuan peraturan yang telah ada. 

Untuk itu, Gojek wajib melakukan pemberitahuan pengambilalihan saham kepada KPPU selambat-lambatnya 30 hari sejak tanggal efektif tersebut yaitu tanggal 22 September 2017. Sedangkan Gojek baru memberitahukan pengambilalihan saham tersebut kepada KPPU di tanggal 22 Februari 2019. 

Hal inilah yang membuat Gojek kena denda hingga 3,3 miliar. Gojek Dianggap telah terlambat memberitahukan pengambilalihan saham selama 347 hari. 

Dalam kasus ini Gojek wajib membayar denda yang harus disetorkan ke Kas Negara paling lambat 30 hari setelah Putusan KPPU memiliki kekuatan hukum yang tetap. Dengan memperhatikan berbagai fakta yang ada, ditemukan dalam proses sidang bahwa Gojek telah melanggar hukum.

(Baca Juga: 15 Platform Resmi Pinjaman Online OJK)

Majelis Komisi telah menyatakan Gojek telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar dua pasal yang berlaku serta telah dijatuhi hukuman denda sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Dalam putusan perkara yang teregistrasi, Gojek diputuskan telah melanggar 2 pasal undang-undang sebagai berikut.

Pertama, Gojek telah melanggar ketentuan yang tertulis pada Pasal 29 Undang – Undang No 5 Tahun 1999 terkait larangan adanya praktek monopoli yang bisa menyebabkan persaingan tidak sehat.

Kedua, Gojek diputuskan telah melanggar Pasal 5 Peraturan Pemerintah No 57 Tahun 2010 tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha terkait Pengambilan Saham Perusahaan yang bisa mengakibatkan terjadinya pelanggaran tersebut.

  • Tanggapan Dari Pihak Gojek

Menanggapi keputusan yang dijatuhkan oleh KPPU, VP Corporate Communications Gojek secara resmi mengatakan bahwa pihaknya telah mengikuti seluruh proses di KPPU atas perkara tersebut dan masih menunggu salinan dari hasil keputusan resmi yang dikeluarkan oleh KPPU. 

Menanggapi Gojek kena denda VP Corporate Communications Gojek telah mengkonfirmasi bahwa Gojek berkomitmen untuk mematuhi semua aturan dan undang-undang yang berlaku di wilayah Indonesia. 

Pernyataan ini sekaligus menerangkan bahwa Gojek akan berperan aktif dalam keputusan yang diberikan oleh Majelis Komisi dan akan membayarkan denda tersebut.

Menanggapi kasus Gojek kena denda ini, Gojek selaku pihak terkait sudah sangat kooperatif dalam menjalani kewajibannya. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh pelaku bisnis untuk dapat lebih tertib dan cermat dalam mematuhi aturan dan undang-undang yang berlaku.

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Finansial