Finansial Syariah

Mengenal Apa itu KPR Syariah dan Tips Mengajukan KPR Syariah

KPR Syariah

Tips Mengajukan KPR Syariah – Tentunya Anda sudah mengetahui berita tentang sulitnya memiliki rumah. Anda juga pasti sering mendengar pinjaman KPR yang bisa menjadi solusinya. Jadi, sebagai variasi dari KPR, tahukah Anda apa itu KPR Syariah atau KPR IB?

Tahukah Anda, kelebihan KPR ini bukan hanya nilai-nilai Islamnya saja! Besaran cicilan KPR bisa naik karena Bank Indonesia mengubah suku bunga acuannya. Sebaliknya, ini tidak akan terjadi di NRP IB. Alasannya karena besaran angsuran sudah ditetapkan di awal kontrak.

Nah, selain kelebihan tersebut, masih banyak hal yang perlu Anda pahami. Jadi apa sajakah itu?

Apa itu KPR Syariah?

Sebelum kita masuk ke pembahasan lebih dalam lagi, kita pahami dulu pengertian KPR, yuk! KPR singkatan dari Kredit Kepemilikan Rumah.

Nah, kredit semacam ini ditawarkan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya. Apalagi sertifikat tanah dan rumah diatasnya akan digunakan sebagai bangunan di dalam KPR itu sendiri. Seperti kredit yang lainnya, Anda dikenakan bunga sebagai jasa atas pelayanan yang harus dibayarkan.

Pada umumnya, KPR ini memiliki tujuan dan aspek teknis yang serupa dengan KPR biasanya. Yang membedakannya adalah sistem balas jasa layanannya saja.

(Baca Juga: 5 Macam-Macam Investasi Syariah Serta Hal yang Perlu Diketahui Terkait Investasi Syariah)

Pada balas jasa dalam KPR IB ini berbentuk bagi hasil, alih-alih bunga. Pasalnya, layaknya sistem keuangan dan perbankan syariah, dan harus bebas riba.

Oleh karena itu, kata “kredit” di dalam KPR IB kurang tepat. Namun, istilah ini masih digunakan sampai sekarang karena sangat umum. Dengan cara ini, bagi Anda yang menawar tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga untuk memperkenalkannya kepada publik.

Akad dalam KPR Syariah

KPR Syariah - Akad dalam KPR Syariah

Setelah Anda mengetahui apa itu KPR Syariah, kita akan membahas hal-hal lain yang menjadi ciri khasnya. Salah satunya adalah akad/kontrak yang diberlakukan.

Ada empat jenis kontrak di KPR IB sebagai berikut:

Murabahah

Murabahah merupakan perjanjian akad jual beli antara bank dengan nasabah. Jadi bank akan membeli rumah atau apartemen yang Anda butuhkan lalu menjualnya kepada Anda.

Sejumlah keuntungan telah ditambahkan pada harga jualnya. Biaya tambahan ini tidak ditetapkan secara sewenang-wenang yang telah disetujui oleh bank dan Anda.

Musyarakah Mutanaqisah

Istilah Musyarakah Mutanaqisah adalah kerjasama koperasi. Dalam akad KPR jenis ini, Anda dan bank melakukan usaha patungan untuk membeli rumah atau apartemen.

Namun dalam persentase pembagian pembelian sahamnya berbeda. Misalnya, Anda membayar 20% dari harga dan sisanya dibayar oleh bank.

Oleh karena itu, Anda akan diminta untuk “membeli” bagian yang sudah dimiliki bank. Perlahan-lahan, semua harta benda akan jatuh ke tangan Anda.

Istishna

Dalam akad istishna, Anda akan meminta bank untuk membangun rumah. Nah, Anda akan membeli rumah nanti.

Biaya yang Anda keluarkan tidak hanya untuk membangun rumah, tetapi juga ada biaya tambahan untuk jasa pembangunan.

Ijarah Muntahiyyah Bit Tamlik

Akad Ijarah Muntahiya Bit Tamlik (IMBT) merupakan kepemilikan suatu manfaat/jasa berupa barang yang jelas dalam tempo waktu yang jelas. Akad IMBT kontrak sewa menyewa antara pemilik objek sewa dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas barang yang disewakan dengan kemungkinan mengalihkan hak milik ke sewa dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian sewa.

Nah, di akhir masa sewa, bank akan memberi Anda opsi jual. Bank juga bisa menghibahkannya secara langsung.

Kelebihan dan Kekurangan KPR Jenis Syariah

KPR Syariah - Kelebihan dan Kekurangan KPR Jenis Syariah

Kelebihan KPR Jenis  Syariah

Pinjaman KPR jenis ini menetapkan cicilan bulanan tetap dan tidak bergantung pada tingkat bunga Bank Indonesia.

Ada beberapa yang perlu diperhatikan bahwa beberapa bank yang menawarkan produk KPR ini dengan sistem bunga campuran.

Dengan jumlah cicilan yang terprediksi tersebut, Anda bisa melakukan perencanaan keuangan keluarga dengan baik. Selain itu, bila Anda ingin melunasi pelunasan lebih awal, debitur tidak akan dikenakan denda, seperti kasus pinjaman KPR konvensional.

(Baca Juga: 6 Keunggulan Asuransi Syariah yang Belum Anda Ketahui)

Kekurangan KPR Syariah

Dengan jumlah cicilan bulanan yang tetap, debitur tidak akan bisa menikmati cicilan rendah jika terjadi penurunan suku bunga.

Jika kita amati, perekonomian Indonesia mengalami penurunan suku bunga yang sangat signifikan pada tahun 2011-2013. Jika ini terjadi lagi, Anda harus bersedia membayar dengan jumlah yang sama dengan mencicil.

Seperti halnya KPR konvensional, KPR Syariah akan dikenakan denda jika debitur terlambat membayar.

Selain itu, jangka waktu pembayaran pinjaman maksimum yang ditawarkan oleh KPR Syariah hanya sampai 15 tahun. Berbeda dengan KPR konvensional yang memiliki jangka waktu hingga 25 tahun.

Kesimpulannya, kelebihan dan kekurangan pinjaman KPR syariah sebenarnya bisa disesuaikan dengan profil risiko nasabah. Jika nasabah menginginkan kepastian, KPR ini tentunya menjadi pilihan yang tepat.

Sementara bagi yang ingin mengambil pinjaman jangka pendek, pinjaman KPR konvensional patut dipertimbangkan.

Syarat Pengajuan KPR Jenis Syariah

Setelah Anda memahami apa itu dan jenis akad dengan KPR Syariah, apakah Anda semakin tertarik bukan untuk mengajukannya?

Lalu selanjutnya, Anda perlu memahami syarat-syaratnya, ya! Diantara lainnya adalah

  • Warga Negara Indonesia (WNI),
  • Mempunyai e-KTP,
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun,
  • Usia minimal 25 tahun saat pembiayaan, dan usia maksimal 65 tahun saat pembiayaan pelunasan,
  • Tidak memiliki kredit/pembiayaan bermasalah,
  • Berpenghasilan pokok Rp 4 juta – Rp 7 juta,
  • Tidak memiliki rumah dan belum menerima subsidi dari pemerintah ,
  • Pemohon harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) sesuai perundang-undangan yang berlaku

Tips Mengajukan KPR Jenis Syariah

KPR Syariah - Tips Mengajukan KPR Jenis Syariah

Nah, meski Anda sudah memenuhi persyaratan di atas, namun tetap ada kemungkinan pengajuan KPR-mu akan ditolak lho! Oleh karena itu, Anda perlu menerapkan trik dan cara agar proses ini tetap lancar.

Apa sajakah tips-tips mengajukan KPR Jenis Syariah? Berikut informasinya:

  • Pilih Pengembang yang memiliki reputasi yang baik
  • Pilih bank atau Lembaga keuangan syariah yang bereputasi baik
  • Pilih produk sesuai kebutuhanmu
  • Lengkapi dokumen-dokumen sejak awal pengajuan
  • Pastikan datamu di dalam formular lengkap dan benar
  • Pastikan Anda sudah mampu dan layak mengajukan KPR
  • Pilih jangka waktu yang menurut Anda sesuai dengan kemampuan Anda sendiri

Isu kenaikan cicilan KPR yang tak terduga kerap kali menyebabkan kekacauan keuangan keluarga. KPR Syariah menawarkan cicilan tetap hingga akhir periode pinjaman rumah.

Keberadaan KPR Syariah membantu untuk mengelola perencanaan keuangan keluarga dengan lebih baik dan lebih percaya diri.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *