Asuransi KesehatanFinansial Syariah

Hal Lengkap Tentang Asuransi Kesehatan Syariah yang Harus Diketahui

https://brunoretailleau.net/wp-content/uploads/2021/03/Untitled-4-01-1-1.png

Bagi sebagian warga Indonesia, asuransi kesehatan telah menjadi pilihan utama dalam mengelola resiko keuangan yang disebabkan oleh kondisi sakit. Kamu tidak tahu kan kapan datangnya penyakit? Itulah sebabnya sangat penting untuk mempertimbangkan asuransi kesehatan syariah.

Produk dan jenis asuransi kesehatan tersedia dalam berbagai pilihan dan bisa Kamu pilih sesuai dengan kebutuhan keluargamu. Bagi umat Muslim, bahkan sudah ada asuransi berbasis syariah yang bisa Kamu pilih sehingga Kamu tidak perlu khawatir tentang riba yang sering diperdebatkan dalam dunia asuransi.

Pengertian dari Asuransi Syariah

Berdasarkan keterangan dari Dewan Syariah Nasional, asuransi syariah merupakan suatu usaha dalam saling menolong dan melindungi yang terjadi diantara beberapa orang dan dilakukan mealui investasi yang berbentuk aset atau tabarru.

Usaha tersebut selanjutnya akan memberikan suatu pola pengembalian dalam menghadapi resiko tertentu melalui suatu perikatan atau akad yang sesuai dengan syariah. Apa yang membedakan asuransi syariah dengan asuransi kesehatan yang biasa?

Sebenarnya kedua asuransi kesehatan tersebut hampir sama, yang membedakan hanyalah penerapan prinsip syariah dalam mengelola asuransi kesehatan.

Asal Mula Terciptanya Asuransi Syariah

Asuransi syariah sudah ada sejak lama. Di Indonesia sendiri, asuransi syariah yang berpedoman pada syariat Islam pada awalnya dikeluarkan kurang lebih 26 tahun yang lalu oleh PT Syarikat Takaful Indonesia dan diprakarsai oleh ICMI atau Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia.

Perusahaan tersebut dan bantuan teknis yang diberikan oleh Syarikat Takaful Malaysia menyediakan asuransi syariah melalui Bank Muamalat Indonesia, Yayasan Abdi Bangsa, Departemen Keuangan Republik Indonesia, PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, serta pengusaha Muslim di Indonesia.

TEPATI atau Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia melahirkan PT Syarikat Takaful Indonesia pada tanggal 24 Februari 1994. Sejak itulah asuransi syariah mulai berkembang di Indonesia.

(Baca Juga: 6 Kriteria Asuransi Kesehatan dalam Islam Sesuai Fatwa MUI)

Prinsip Penting yang Mendasari Asuransi Syariah

Bisnis asuransi syariah diawasi oleh Dewan Syariah Nasional serta Majelis Ulama Indonesia sehingga semua layanan yang disediakan tidak akan melanggar prinsip syariah dan Kamu pun bisa mendapatkan perlindungan terbaik tanpa mengkhawatirkan adanya riba.

Setidaknya ada 3 hal penting yang membuat asuransi syariah berbeda dari asuransi biasa yang tersebar luas di Indonesia, yaitu tidak adanya unsur gharar atau ketidakpastian, tidak mengandung adanya qimar atau perjudian, serta bebas dari riba. Selain 3 perbedaan tersebut, ada juga 3 prinsip penting lainnya.

Ketiga prinsip syariah akan menyelamatkan para nasabahnya dari berbagai kerugian duniawi sambil tetap memberikan perlindungan maksimal kepada nasabah secara maksimal. Ini dia ketiga prinsipnya:

Tabarru dan Takaful

Asuransi Kesehatan Syariah - Tabarru dan Takaful

Asuransi kesehatan syariah mempunyai prinsip yang bernama Takaful atau koperasi sharing risk. Hal ini berarti para peserta asuransi bisa bekerja sama atau berkoperasi dengan peserta asuransi lainnya dengan tujuan berbagi resiko. Dalam hal ini perusahaan asuransi akan berperan sebagai pengelola dana atau admin.

Prinsip ini membedakan asuransi kesehatan syariah dengan asuransi kesehatan biasa karena asuransi kesehatan biasa memberlakukan prinsip transfer of risk. Untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas, cermati contoh perhitungan di bawah ini:

Koperasi sharing risk

 Asuransi Kesehatan Syariah - Koperasi Sharing Risk

Sebagai contoh, Kamu melakukan pembayaran premi sebesar 5 juta saja setiap bulannya. Dalam suatu periode waktu tertentu, Kamu bisa memperoleh klaim senilai 100 juta. Dana 95 yang dikumpulkan tersebut merupakan milik nasabah syariah yang lainnya atau disebut Tabarru.

Kalau nasabah lain merasa bahwa sistem bagi hasil ini tidak menguntungkan, mereka boleh meminta rincian pengelolaan premi dengan tujuan menghindari kemungkinan terjadinya penyalahgunaan dana yang melanggar hukum Islam.

Transfer of risk

Asuransi Kesehatan Syariah - Transfer Of Risk

Dalam asuransi kesehatan syariah yang biasa, dari 100 juta klaim yang Kamu dapatkan seperti contoh di atas, 95 jutanya adalah milik perusahaan penyedia asuransi dan bukannya dari nasabah asuransi yang lainnya.

Sudahkah Kamu memutuskan asuransi kesehatan mana yang akan Kamu pilih? Kalau belum, Kamu perlu mempelajari 2 prinsip asuransi kesehatan syariah lain di bawah ini dan berbagai manfaat yang bisa kamu dapatkan hanya kalau kamu memilih asuransi kesehatan yang berlandaskan syariah.

Dana yang dikembalikan

Asuransi Kesehatan Syariah - Dana yang Dikembalikan

Kalau Kamu tidak pernah membuat pengajuan klaim, apa yang akan terjadi dengan premi mu? Apakah premi yang sudah Kamu bayarkan bisa dikembalikan? Kalau masa pertanggungan sudah berakhir tapi pemegang polis dari asuransi kesehatan syariah tidak menderita sakit, akankah dana yang sudah dibayar hangus?

Semua pertanyaan itu sangat mengganggu mereka yang berencana membeli asuransi kesehatan. Tenang, prinsip kedua yang dimiliki oleh asuransi syariah adalah pengembalian dana. Tapi penting untuk diingat, masing-masing perusahaan penyedia asuransi kesehatan syariah syariah mempunyai kebijakan sendiri tentang ini.

Biasanya, pengembalian untuk premi yang tidak diklaim akan diberikan dalam wujud potongan harga ketika Kamu atau nasabah melakukan perpanjangan polis asuransi kesehatan.

Amal ibadah

Asuransi Kesehatan Syariah - Amal Ibadah

Prinsip dalam asuransi syariah selalu berkaitan dengan nilai amal. Konsep saling menolong yang diterapkannya menjadikan premi yang Kamu bayarkan mempunyai tujuan sebagai suatu ladang amal untuk Kamu agar bisa diberikan kesehatan, terhindar dari pengobatan, serta bisa menolong yang lain.

Jadi tujuan utamamu dalam membeli asuransi kesehatan pun tidak semata-mata untuk melindungi dirimu dari resiko kesehatan dan finansial, tapi juga bermanfaat untuk nasabah lain. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah asuransi kesehatan ini halal?

(Baca Juga: 12 Produk Tabungan Syariah Terbaik di Indonesia)

Memilih Asuransi Kesehatan Syariah yang Menaati Hukum Riba

Kalau kamu merupakan salah satu umat Muslim dan menaati hukum riba, ada banyak pertimbangan yang harus Kamu pikirkan sebelum memilih asuransi kesehatan. Salah satu hal yang sangat penting untuk dipikirkan adalah haram atau halalnya suatu asuransi kesehatan.

Sebanyak apapun aset yang Kamu miliki, kalau itu semua haram tentu tidak akan ada artinya. Dengan memilih asuransi syariah, pengelolaan dana mu akan terhindar dari berbagai hal yang syubhat. Karena asuransi kesehatan syariah tidak mengandung qimar atau perjudian, gharar, dan riba, asuransi ini halal.

Apalagi yang membuat Kamu bisa mempercayai asuransi syariah? Berikut pertimbangan yang bisa mempengaruhi pilihanmu:

Diawasi oleh badan terpercaya yang memegang hukum Islam

Asuransi syariah secara ketat diawasi oleh Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Pengawas Syariah yang tentu tidak akan memperbolehkan sesuatu yang haram untuk beroperasi.

Produk yang ditawarkan dijamin oleh Dewan Pengawas Syariah

Semua produk yang diluncurkan oleh perusahaan asuransi kesehatan syariah berlandaskan syariah dan diluncurkan hanya setelah disetujui oleh Dewan Pengawas Syariah yang menetapkan jaminan bahwa suatu produk memang telah mengikuti berbagai prinsip syariah yang berlaku.

Kalau kamu masih juga ragu antara asuransi syariah atau asuransi kesehatan biasa yang sering ditawarkan oleh berbagai perusahaan penyedia asuransi, kamu perlu mempelajari manfaat asuransi syariah sehingga bisa lebih mantap dalam membuat keputusan.

Manfaat yang Ditawarkan oleh Asuransi Kesehatan Syariah

Bahkan asuransi kesehatan yang biasa ditawarkan oleh perusahaan penyedia asuransi juga menyediakan banyak manfaat bagi para nasabahnya. Yang membuat asuransi syariah berbeda adalah kamu bisa merasakan manfaat dengan tenang tanpa perlu merasa takut melanggar hukum Islam.

Asuransi kesehatan yang berlandaskan syariah akan menyediakan berbagai manfaat dan memastikan Kamu memperoleh fasilitas yang terbaik. Di bawah ini adalah beberapa contoh dari banyaknya manfaat yang bisa kamu rasakan dengan memilih asuransi berbasis syariah.

Saat kamu sakit, kamu akan otomatis mendapatkan ha katas perlindungan untuk inpatient atau rawat inap serta outpatient atau rawat jalan di rumah sakit yang menjadi rekanan asuransi syariah tersebut.

Manfaat yang kamu peroleh dengan menggunakan asuransi syariah biasanya sudah mencakup biaya kamar, biaya obat-obatan, biaya perawatan dokter serta biaya tindakan bedah.

Ada juga manfaat tahunan yang bisa kamu rasakan yaitu antara 50 juta hingga 100 juta. Jumlah atau besaran manfaat tahunan ini bergantung pada besaran kontribusi yang kamu bayarkan setiap bulannya.

Sekarang ini sudah banyak perusahaan yang menawarkan asuransi kesehatan syariah. Pastikan kamu mencari tahu lebih dulu tentang performa atau kinerja perusahaan tersebut. Apakah perusahaan tersebut diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah dan Majelis Ulama Indonesia atau tidak.

Dengan menyeleksi perusahaan asuransi kesehatan secara cermat, kamu akan bisa menemukan asuransi kesehatan terbaik yang benar-benar berlandaskan pada prinsip syariah sehingga hati nuranimu pun akan lebih tenang karena tahu bahwa asuransi yang kamu gunakan halal dan bebas dari riba.

 

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *