Finansial Syariah

5 Macam-Macam Investasi Syariah Serta Hal yang Perlu Diketahui Terkait Investasi Syariah

macam-macam investasi syariah

Macam-Macam Investasi Syariah – Investasi merupakan salah satu cara untuk mempersiapkan keuangan masa depan yang lebih sehat. Ada banyak cara untuk melakukan investasi dari mulai investasi konvensional hingga investasi berlabel syariah. Mempelajari macam-macam investasi syariah akan membantu kamu menentukan investasi yang sesuai.

Untuk memastikan apakah suatu instrumen investasi memang benar telah sesuai prinsip syariat Islam maka kamu harus mempelajari terlebih dahulu fiqh ekonomi Islam. Berikut ini adalah beberapa jenis investasi di Indonesia yang sudah diberi label syariah oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

Manfaat dan Risiko dari Macam-Macam Investasi Syariah 

 1. Investasi Emas

Investasi Emas

Emas adalah salah satu instrumen investasi yang cukup populer bahkan sejak ribuan tahun yang lalu. Emas sebagai logam mulia telah terbukti tahan banting dalam menghadapi tingkat inflasi dan resesi ekonomi global. 

Keuntungan emas sebagai instrumen investasi adalah sifatnya yang liquid sehingga mudah untuk diuangkan kapanpun kamu butuhkan. Selain itu, nilai emas yang terus meningkat dari tahun ke tahun membuat emas menjadi instrumen investasi andalan untuk menjaga nilai aset yang kamu pegang. 

Selain itu, dilihat dari sisi syariah Islam, investasi emas dengan cara membeli emas langsung di gerai atau penjualnya tentu sesuai dengan aturan Islam. Oleh karena itu, emas menjadi salah satu dari berbagai macam-macam investasi syariah yang patut dipertimbangkan.

Hanya saja, kamu harus memahami bahwa imbal hasil dari investasi emas tidaklah besar terutama jika investasi emas dilakukan dalam jangka pendek. Untuk mendapatkan imbal hasil besar, emas sebaiknya digunakan sebagai investasi jangka panjang.

(Baca Juga: 8 Keunggulan Investasi Emas untuk Masa Depan)

Satu hal yang perlu kamu catat ketika ingin berinvestasi emas secara syariah adalah bahwa emas hanya bisa dibeli dari tangan ke tangan langsung. Sehingga kamu tidak dapat membeli emas secara online jika mengikuti aturan syariat Islam. 

2. Investasi Properti

macam-macam investasi syariah

Properti merupakan salah satu instrumen investasi terbaik yang menawarkan imbal hasil cukup besar. Macam-macam investasi syariah berbentuk properti meliputi tanah, rumah, kos-kosan, apartemen, rumah toko (ruko) dan lain sebagainya. 

Kamu bisa mendapatkan keuntungan dari menyewakan properti kepada orang lain. Besarnya keuntungan yang diperoleh dari menyewakan properti membuat banyak orang saat ini memilih berinvestasi properti seperti apartemen dan kos-kosan. 

Selain memperoleh keuntungan dari sewa properti, kamu juga bisa memperoleh keuntungan dengan jual beli properti seperti tanah atau bangunan. Sebagai salah satu dari berbagai macam-macam investasi syariah, properti mengharuskan kamu untuk mengeluarkan biaya perawatan rutin.

Biaya rutin yang perlu dikeluarkan meliputi biaya perawatan properti saat rusak dan sebagainya. Selain itu, properti termasuk ke dalam jenis investasi yang tidak liquid. Mencari pembeli properti ataupun penyewa properti tidak semudah menguangkan emas.

3. Permodalan Syirkah

Permodalan Syirkah

Dalam sistem ekonomi Islam, dikenal istilah syirkah yang merupakan kerjasama antara dua orang atau lebih yang bertujuan untuk menghasilkan nilai bersifat komersial atau keuntungan. Ada berbagai macam-macam investasi syariah berbentuk syirkah seperti syirkah tenaga ataupun syirkah tenaga dan modal.

Syirkah memungkinkan seseorang yang memiliki keahlian untuk membangun bisnis namun tidak mempunyai modal bekerjasama dengan orang yang memiliki modal namun tidak memiliki keahlian. Keuntungan yang diperoleh dari syirkah didapat melalui bagi hasil laba yang diperoleh dari bisnis.

Permodalan syirkah dapat menjadi salah satu metode investasi syariah terbaik yang bisa kamu pilih. Permodalan syirkah selama tidak melanggar syariat maka ia bersifat halal dan sangat menguntungkan. Selain itu, permodalan syirkah juga akan menghindarkan kamu dari kemungkinan riba.

Hanya saja, patut dipahami bahwa dalam prinsip Islam, syirkah modal tidak hanya memberimu potensi keuntungan, namun juga kemungkinan rugi apabila bisnis tidak berjalan lancar. Oleh karena itu, inilah yang membedakan akad syirkah dengan pinjam meminjam berbasis riba.

Dalam syirkah, kamu juga harus siap menanggung resiko rugi yakni kehilangan modal. Sementara dalam akad pinjam meminjam konvensional berbasis bunga atau riba, kamu mendapat kelipatan uang serta tidak menanggung resiko kehilangan modal.

4. Saham Syariah

macam-macam investasi syariah

Indonesia melalui Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI telah memberi label syariah terhadap aktivitas pasar modal di pasar saham syariah. Aktivitas saham syariah ini bisa dilihat melalui Indeks Saham Syariah Indonesia, Jakarta Islamic Index 70 maupun Jakarta Islamic Index.

Di dalam pasar saham berlabel syariah ini terdapat beberapa perusahaan terbuka yang menerbitkan sahamnya untuk dijual. Prinsip dalam saham syariah ini sebenarnya hampir sama dengan syirkah dimana kamu sebagai pemilik modal menanamkan dana pada perusahaan. 

Di dalam pasar saham syariah, hanya perusahaan yang menjual produk-produk halal dan tidak melanggar ketentuan syariat Islam saja yang bisa melantai di bursa saham. Misalnya, perusahaan yang menjual alkohol dan barang haram tidak bisa melantai di bursa saham berlabel syariah ini.

Meski sudah diberi label syariah MUI, kamu sebaiknya memperhatikan akad-akad yang ada di bursa saham syariah ini untuk memastikan apakah akad yang kamu lakukan telah sesuai syariat. Hindari akad-akad haram atau batil yang mungkin muncul saat membeli saham.

5. Reksa Dana 

Reksa dana

Sedikit berbeda dari saham, di reksadana, nasabah tidak langsung berhubungan dengan perusahaan yang menerbitkan saham. Sebaliknya, pada reksa dana, nasabah hanya mengumpulkan dana pada suatu lembaga perbankan untuk kemudian lembaga perbankan tersebut investasikan di instrumen investasi.

Manajer investasi dari lembaga perbankanlah yang bertugas untuk menghimpun dana tersebut. Dana-dana tersebut nantinya akan dimasukkan ke macam-macam investasi syariah di pasar uang seperti saham yang sudah diberi label syariah. 

Sehingga, reksa dana tidak akan digunakan untuk permodalan aktivitas bisnis melanggar syariat seperti penjualan alkohol, narkoba, obat terlarang, ataupun barang-barang yang melibatkan zat haram. 

(Baca Juga: Ini Dia, Rekomendasi Bisnis yang Menjanjikan di 2021)

Hal yang Perlu Diketahui Terkait Investasi Syariah 

 1. Tidak Mengandung Riba

Riba adalah tambahan yang diterima dari hutang piutang. Kamu harus memastikan apakah dalam investasi syariah tersebut tidak ada tambahan yang diterima akibat aktivitas hutang piutang. Aktivitas hutang piutang sendiri harus dibedakan dari aktivitas penanaman modal.

Saat penanaman modal, maka kamu berisiko kehilangan modal jika merugi. Sementara akad hutang piutang maka orang yang berhutang wajib membayar hutangnya.

2. Terkait Multi Akad

Multi akad atau dikenal dengan al uqud al murakkabah adalah aktivitas menggabungkan dua buah akad atau lebih ke dalam satu akad. Meski banyak ulama yang berbeda pendapat mengenai hal ini, namun pendapat jumhur ulama menekankan bahwa hukum multi akad adalah haram.

Hal ini sesuai dengan hadist riwayat Imam Ahmad bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah melarang dua kesepakatan dicampur dalam satu kesepakatan. Misalnya akad pembelian maka akad pembelian tidak bisa dicampur dengan akad sewa karena memiliki konsekuensi berbeda.

Terlepas dari berbagai macam-macam investasi syariah di atas, kamu harus memahami jenis akad-akad ekonomi yang ada di dalam Islam terlebih dahulu agar terhindar dari akad yang batil dan diharamkan. Tentunya kita ingin agar harta yang dihimpun akan membawa keberkahan baik di dunia dan akhirat.

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *