Bisnis

10 Model Strategi yang Harus Kamu Ketahui dalam Bisnis Properti

Bisnis properti termasuk salah satu yang paling populer dan menjanjikan. Bahkan meskipun sempat dilanda krisis seperti saat pandemi pada 2020 kemarin, bisnis ini tidak pernah benar-benar mati dan bahkan di awal tahun ini sudah mulai naik lagi. 

Fenomena ini membuat banyak orang ingin terjun ke bisnis properti untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah dan mengumpulkan kekayaan. Apakah kamu salah satunya? Maka kamu harus tahu dulu apa saja strategi yang bisa digunakan untuk menjadi pebisnis sukses di bidang properti.

Jenis-jenis Strategi Bisnis Properti

Berbisnis di bidang properti memiliki peluang besar untuk menghasilkan banyak uang dalam kurun waktu yang bisa sebentar atau agak lama. Pilihan dari jenis properti sendiri ada banyak sekali, mulai dari ruko, rumah yang disewakan, kos-kosan, perumahan, hingga apartemen dan gedung perkantoran. 

Meskipun pilihannya beragam dan bisa disesuaikan dengan modal, namun faktor penentu dalam kesuksesan bisnis ini adalah strategi mana yang akan kamu gunakan. Secara umum, ada sepuluh macam strategi dalam bisnis properti, yaitu:

Fix and Flip

Bisnis properti  - Fix and Flip

Fix and flip adalah istilah bahasa Inggris yang jika diartikan ke bahasa Indonesia adalah “perbaiki dan jual”, jadi kamu membeli dulu properti dengan harga murah, lalu perbaiki dan jual kembali dengan harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan. 

Strategi ini paling banyak digunakan oleh para pebisnis pemula yang sudah memiliki modal lumayan besar dan ingin menghasilkan banyak uang di masa depan. Menurut beberapa sumber, penerapan strategi fix and flip di Indonesia bisa membuat kamu mengantongi keuntungan sekitar 30-50%.

Wholesaling 

Bisnis properti  - Wholesaling

Wholesaling adalah jenis strategi yang cocok digunakan oleh kamu yang ingin memperoleh keuntungan secara cepat. Jika menggunakan strategi ini, kamu harus menemukan properti yang bagus kemudian jual kembali dengan cepat tapi dengan harga yang lebih tinggi.

(Baca Juga: Apa Itu Bisnis Properti, Keuntungan dan Resiko, Beserta Tips Memulainya)

Kunci sukses dari strategi ini adalah kamu harus pandai memasarkan dan bernegosiasi agar bisa memperoleh keuntungan. Jika kurang ahli dalam hal penjualan, kamu bisa mengajak teman yang lebih berpengalaman untuk bekerja sama, atau sebaiknya gunakan strategi lainnya.

Live-In-Flip

Bisnis properti  - Live In Flip

Live-In Flip adalah strategi bisnis yang membuat kamu perlu membeli sebuah rumah terlebih dulu, kemudian kamu tempati selama 2-3 tahun sambil terus kamu renovasi, dan setelah waktu yang tepat, jual kembali rumah tersebut dengan harga lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan.

House Hacking

Bisnis properti  - House Hacking

Strategi ini adalah yang termudah dan teraman jika kamu benar-benar pemula dalam bisnis properti dan ingin mendapatkan pemasukan tambahan dengan sedikit usaha.

House hacking adalah kamu tinggal di rumah yang juga bisa menghasilkan pendapatan. Misalnya rumah yang kamu tempati saat ini memiliki satu atau beberapa ruang tak terpakai seperti kamar tidur tamu atau garasi, maka kamu bisa menyewakannya. 

Dengan menyewakan sebagian dari tempat tinggal kamu, kamu tidak membutuhkan modal besar untuk memulai bisnis ini dan kamu bisa sambil mempelajari bisnis kos-kosan tanpa perlu membangun kos-kosan.

Setelah memiliki modal yang cukup, nantinya kamu bisa membeli rumah baru untuk selanjutnya kamu pindah kesana dan rumah lama bisa sepenuhnya kamu sewakan, atau juga kamu bisa membangun kos-kosan sebagai investasi jangka panjang.

Syndications & Crowdfunding

Bisnis properti  - Syndications & Crowdfunding

Syndications & Crowdfunding adalah mengumpulkan uang yang kamu punya dengan uang dari investor lain untuk membeli real estat, dan selanjutnya real estate tersebut dikelola bersama sesuai dengan kesepakatan. Misalnya untuk disewakan atau bahkan dijual lagi setelah harganya lebih tinggi.

Trade-Up Plan (Rencana Tukar Tambah)

Bisnis properti - Trade-Up Plan (Rencana Tukar Tambah)

Bisnis properti yang satu ini sangat cocok untuk investor yang ingin memiliki dana cadangan pasti yang bisa dicairkan di masa depan. 

Misalnya saat ini kamu sudah memiliki sebuah rumah sebagai tempat tinggal, kemudian kamu memiliki sejumlah uang tak terpakai, maka kamu bisa jual rumah kamu sekarang untuk membeli rumah lain yang lebih bagus.

Setelah 3-4 tahun, harga rumah ini tentunya akan naik kan? Nah, pada saat itulah kamu bisa menjualnya dan membeli lagi rumah yang lebih besar dengan menambahkan sejumlah uang tabungan, dan begitu seterusnya.

Real Estate Investment Trusts (REITs)

Bisnis properti - Real Estate Investment Trusts (REITs)

REITs adalah model strategi bisnis properti yang mirip dengan reksa dana, yaitu sebuah perusahaan yang memiliki, mengoperasikan, dan terkadang mendanai real estat untuk menghasilkan pendapatan.

Posisi kamu di sini bisa sebagai sebagai salah satu owner dari perusahaan tersebut, yang nantinya kamu perlu mengajak lagi beberapa investor individu untuk ikut berinvestasi dan secara rutin memberikan dividen kepada mereka.

(Baca Juga: Memulai Bisnis Online , Ini Dia Yang Harus Kamu Lakukan)

 

Tapi untuk membangun sebuah perusahaan seperti ini, tentunya kamu membutuhkan modal yang sangat besar dan perlu bekerjasama dengan beberapa ahli sebagai owner lain. 

Jika cara ini terlalu berat, maka kamu bisa bertindak sebagai investor yang ikut berpartisipasi di perusahaan REITs yang sudah ada. Jadi yang perlu kamu lakukan hanya memasukkan sejumlah uang investasi tanpa perlu mencari properti, membangun, merenovasi, dan yang lainnya.

BRRRR

Bisnis properti - BRRRR

BRRRR adalah singkatan dari “Buy-Remodel-Rent-Refinance-Repeat”, yang berarti “beli > renovasi > sewakan > renovasi lagi > ulangi”.

Bila dilakukan dengan hati-hati, strategi ini adalah cara terbaik untuk membangun portofolio bisnis properti tanpa kehabisan banyak uang di awal karier investasi kamu.

Pertama kamu harus mencari dulu properti yang dijual dengan harga murah, belilah properti ini dan lakukan sedikit perbaikan untuk membuatnya lebih bagus. 

Selanjutnya sewakan properti tersebut dan setelah beberapa waktu, lakukan renovasi lagi dan sewakan lagi dengan harga yang lebih tinggi, dan begitu seterusnya.

Buy and Hold

Bisnis properti - Buy and Hold

Buy and Hold alias beli dan tahan adalah salah satu strategi bisnis properti yang sebenarnya paling tidak inovatif tapi juga paling terbukti untuk menghasilkan arus kas dan ekuitas jangka panjang.Kelebihan lainnya adalah strategi ini memiliki tingkat resiko paling rendah, yang membuatnya cocok untuk para pemula.

Jika menggunakan strategi ini, kamu perlu membeli properti di daerah yang kemungkinan besar akan mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun ke depan. Jadi kuncinya adalah kamu harus bisa tahu daerah mana yang akan dikembangkan.

Setelah daerah tersebut dikembangkan, harga properti yang kamu beli beberapa tahun silam pastinya akan naik pesat, dan saat itulah kamu bisa menjualnya untuk mendapatkan keuntungan.

Bangun dan Jual

Bisnis properti - Bangun dan Jual

Jika kamu sudah memiliki modal yang sangat banyak, strategi bangun dan jual adalah opsi terbaik nih. Tapi, strategi ini membutuhkan kerja keras dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. 

Kamu juga perlu bekerjasama dengan banyak pihak, mulai dari investor lain, arsitek, ahli keuangan, hingga mandor dan tukang / kuli bangunan. Contoh properti yang dibangun bisa kamu sesuaikan sendiri dengan anggaran, misalnya perumahan sederhana, cluster, atau ruko.

Masing-masing strategi bisnis properti di atas memiliki kelebihan dan kekurangan. Kamu bisa memilih salah satu atau menggabungkan 2-3 strategi berbeda pada waktu yang berbeda. Misalnya pada tahap awal kamu bisa mencoba house hacking, kemudian beralih ke trade-up plan, BRRRR, atau lainnya.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Bisnis