Bisnis Makanan

Tips Keuangan Bisnis Kuliner Agar Mampu Bertahan dan Berkembang Pesat

Tips Keuangan Bisnis Kuliner - Dapur

Pengelolaan keuangan yang baik akan membuat bisnis kuliner bertahan. Sedangkan pengelolaan keuangan yang buruk akan berakibat pada kerugian. Maka dari itu, kamu membutuhkan tips keuangan bisnis kuliner agar terhindar dari masalah yang mengganggu kelangsungan usaha. 

10 Tips Keuangan Bisnis Kuliner 

Kebangkrutan memang sudah menjadi resiko saat menjalani bisnis apapun. Namun, kamu bisa mencegahnya dengan menerapkan manajemen keuangan yang rapi dan terstruktur. Dengan pengaturan yang baik, bisnis kulinermu bakal mendatangkan keuntungan besar. 

Selain itu, kamu akan memiliki kesempatan untuk semakin memperluas sayap bisnis dengan membuka cabang maupun menambah variasi kuliner. Agar bisa mencapai tujuan tersebut, terapkan tips keuangan bisnis kuliner berikut ini agar tidak salah langkah dalam pengaturan uang: 

Menyusun Anggaran Biaya

Tips Keuangan Bisnis Kuliner - Anggaran

Ada 2 tujuan utama dari penyusunan anggaran biaya yaitu mempermudah penggunaan uang untuk usaha dan menentukan apa saja yang menjadi prioritas. 

Kamu perlu membuat anggaran secermat mungkin yang berisi biaya operasional harian, biaya tetap yang harus dibayar, perkiraan pendapatan dan jumlah dana yang masuk ke kas. 

Anggaran biaya bisa diibaratkan sebagai acuan untuk menghindari kebingungan soal keuangan usaha. Apabila acuan sudah jelas, maka pembengkakan biaya bisa diminimalisir dengan baik. 

Sebab, kamu bisa membuat skala prioritas kebutuhan sehingga menghilangkan hal yang tidak penting. Dalam menyusun anggaran, sebaiknya gunakan perkiraan yang tidak terlalu berlebihan. Nantinya apabila sudah berjalan, anggaran bisa disesuaikan dengan kondisi usaha.  

Memisahkan Uang Bisnis dan Pribadi

Tips Keuangan Bisnis Kuliner - Pisahkan Uang Bisnis dengan Uang Pribadi 

Tips keuangan bisnis kuliner yang terbilang sederhana untuk mempertahankan usaha adalah dengan memisahkan uang milik pribadi dan kepentingan bisnis. Caranya dengan membuat rekening khusus untuk menyimpan uang keperluan usaha. 

Pemisahan rekening akan mempermudah untuk mengontrol keuangan dan menggunakannya untuk kebutuhan operasional bisnis. Apabila tercampur, kamu akan kesulitan dalam melakukan pengawasan. Bisa-bisa, malah uang pribadi yang dipakai untuk keperluan bisnis kulinermu. 

Dengan dibuatkan rekening khusus, alur keuangan akan lebih lancar sehingga bisa digunakan untuk mengembangkan usaha nantinya. 

Kalau sudah membuat rekening berbeda, kamu harus berkomitmen kuat untuk tidak menyalahgunakan salah satunya. Misal, menggunakan uang bisnis untuk kepentingan pribadi.  

(Baca Juga: Simak Yuk 5 Bisnis Makanan yang Menjanjikan di Masa Pandemi)

Membuat Catatan Keuangan

Tips Keuangan Bisnis Kuliner - Catatan Keuangan 

Jenis bisnis apapun pasti membutuhkan catatan keuangan atau pembukuan. Tujuannya agar mengetahui kondisi keuangan dari usaha yang dimiliki, keuntungan, kerugian dan informasi mengenai transaksi lainnya. 

Pembukuan bisa disusun secara manual maupun dengan bantuan software. Kalau mau lebih rapi dan mudah diakses kapanpun, penggunaan software memang lebih cocok dipilih. Namun, pembukuan manual juga tidak masalah asalkan catatan yang dibuat mudah dipahami. 

Sebagai gambaran, kamu bisa membuat catatan keuangan sederhana seperti:

Catatan Kas

Isi dari catatan kas adalah daftar pemasukan dan pengeluaran selama bisnis berjalan dalam kurun waktu tertentu. Dua informasi ini sangat penting untuk menganalisa jalannya bisnis dan menentukan kebijakan selanjutnya. 

Pemasukan berkaitan dengan hasil penjualan dari jenis kuliner yang dibeli pelanggan. Sebaiknya, catatlah pemasukan setiap harinya agar lebih mudah saat melakukan pembukuan. Manfaat lain, kamu akan mengetahui keuntungan harian yang diperoleh. 

Selanjutnya adalah pengeluaran yang berhubungan erat dengan modal yang kamu keluarkan. Biaya yang termasuk pengeluaran seperti gaji karyawan, pembelian bahan baku, kegiatan operasional harian dan administrasi bisnis. 

Dengan mengetahui besaran pengeluaran, kamu bisa dengan mudah merencanakan target, menentukan pengembalian modal dan hal lain yang menyinggung penjualan. 

Inventaris Barang

Tips Keuangan Bisnis Kuliner - Inventaris Barang

 

Selama menjalankan bisnis kuliner, pasti kamu memiliki aset barang, kan? Maka, jangan lupa untuk melakukan pembukuan aset dengan mencatat apa saja jenis barang yang kamu punyai. 

Tulis juga berapa banyak biaya untuk membeli semua barang yang dibutuhkan untuk bisnis tersebut. Tujuan pembukuan aset antara lain mempermudah pengawasan, mencegah kehilangan, mempermudah pengecekan dan menjadi bukti kepemilikan atas barang. 

Persediaan Barang 

Tips Keuangan Bisnis Kuliner - Persediaan Barang

Pembukuan persediaan barang juga tidak kalah penting karena mempengaruhi kerugian dan keuntungan bisnis. Dengan mencatat persediaan barang, maka kamu bisa menghindari penumpukan sisa barang di akhir periode penjualan. 

Selain itu, pencatatan stok barang akan meminimalisir kecurangan yang dilakukan oleh supplier. Semakin detail data yang kamu catat, maka kerugian akan diminimalisir sedangkan keuntungan lebih bisa didapatkan. 

Memperhatikan Masalah Utang dan Piutang 

Tips keuangan bisnis kuliner untuk menghindari kebangkrutan adalah jangan terlalu banyak berhutang. Sebab, kamu akan terbebani dengan angsuran dan bunga yang harus dilunasi. 

Bagi pebisnis kuliner pemula, sebisa mungkin hindari utang untuk meminimalisir masalah. Apabila terpaksa melakukannya, maka carilah pihak bank yang menawarkan bunga paling rendah dan tenor pengembalian yang panjang. 

Selain utang, kamu juga harus memperhatikan soal piutang yang ditawarkan pada pembeli. Piutang memang bisa dijadikan strategi untuk menggaet lebih banyak pelanggan. 

Hanya saja, kamu harus tegas saat melakukan penagihan karena uang tersebut dibutuhkan untuk kelangsungan bisnis. Apabila dibiarkan sampai melebihi jatuh tempo, kamu sendiri yang akan repot karena kegiatan operasional bisnis bisa tersendat.  

Melunasi Tagihan Sesegera Mungkin 

Tagihan merupakan beban yang bisa menghambat perkembangan bisnis kulinermu. Usahakan untuk melunasi tagihan sesegera mungkin agar bisa fokus ke hal lain. 

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memasukan biaya tagihan ke kategori prioritas dalam anggaran biaya. Dengan begitu, akan selalu ada uang yang disisihkan untuk melunasi tagihan. 

Selama kamu memiliki tanggungan tagihan, hindari mengambil tagihan lain untuk kepentingan bisnis. Selesaikan dulu tanggungan yang pertama agar tidak menumpuk sehingga menyebabkan keuangan menjadi kacau. 

Menyiapkan Dana Darurat

Menyisihkan uang untuk dana darurat merupakan tips keuangan bisnis kuliner yang penting tapi sering dikesampingkan. Padahal, kemungkinan di dunia bisnis sangat sulit untuk diprediksi. 

Bisa saja, bisnismu akan mengalami kesulitan yang besar sehingga membutuhkan dana mendadak. Apabila kamu memiliki simpanan dana darurat, maka masalah tersebut bisa teratasi secara langsung. 

Dengan begitu, operasional bisnis akan kembali lancar seperti semula. Makanya, jangan lupa selalu mengalokasikan uang untuk kebutuhan urgent. Jumlahnya tidak perlu sekaligus banyak. Lebih baik, sedikit demi sedikit tapi rutin disisihkan misalnya seminggu atau sebulan sekali. 

Meninjau Penjualan Setiap Hari

Tidak cukup hanya evaluasi setiap akhir bulan, kamu juga perlu untuk meninjau hasil penjualan harian dari bisnis kulinermu. Tujuan utamanya adalah mengetahui berapa banyak dagangan yang terjual, jumlah pengunjung dan keuntungan yang didapat. 

Peninjauan penjualan harian akan membantumu untuk memastikan apakah pengeluaran sudah sesuai dengan anggaran yang direncanakan sebelumnya atau tidak. Selain itu, bisa dideteksi apakah ada pembengkakan biaya maupun kebutuhan yang tidak terduga atau tidak. 

(Baca Juga: Cara Menentukan Target Pasar yang Tepat pada Bisnis)

Memanfaatkan Keuntungan untuk Mengembangkan Bisnis

Selanjutnya, tips keuangan bisnis kuliner yang patut dicoba yakni memanfaatkan laba untuk mengembangkan usaha yang kamu jalankan. 

Contohnya dengan membeli peralatan baru yang menunjang proses produksi, membeli bahan baku baru untuk membuat jenis kuliner yang lebih bervariasi dan hal lain yang bertujuan untuk menjadikan bisnis lebih besar. 

Kamu juga bisa memanfaatkan keuntungan usaha untuk memulai investasi. Intinya, jangan hanya menghabiskan laba usaha untuk kesenangan diri karena kamu harus berpikir untuk jangka panjang. 

Ada berbagai macam kemungkinan yang penting untuk disikapi dengan baik sejak sekarang. Entah itu kemungkinan untuk kemajuan bisnis yang besar maupun kemungkinan buruk yang mengharuskanmu untuk mengambil keputusan saat itu juga. 

Menyisihkan Sebagian Uang untuk Promosi

Tentu saja bisnis tidak lepas dari kegiatan promosi. Semakin gencar kamu mempromosikan bisnis kulinermu, maka semakin besar kemungkinan untuk dikenal banyak orang. 

Maka dari itu, jangan ragu untuk menyisihkan uang sebagai modal promosi. Anggarkan uang secukupnya saja dan pilih platform promosi yang efektif, misalnya media sosial. 

Alasannya, orang zaman sekarang lebih sering membuka gadget sehingga promosi secara online lebih manjur dibanding offline. Biaya yang dikeluarkan pun cenderung minim karena tidak perlu mencetak pamflet hingga ribuan lembar. 

Meninjau Menu Kuliner Secara Berkala 

Terakhir, tips keuangan bisnis kuliner agar terhindar dari kerugian adalah meninjau menu kuliner yang dijual ke pembeli. Tujuannya untuk mengetahui apakah bahan baku yang dipakai sudah sesuai dengan penghitungan atau tidak. 

Selain itu, kamu juga bisa menganalisa apakah porsi untuk jenis makanan atau minuman tertentu terlalu banyak atau justru kurang. Porsi yang berlebihan sebaiknya langsung dikurangi untuk menghindari bahan baku yang akhirnya terbuang sia-sia. 

Sedangkan porsi yang dirasa masih kurang, sebaiknya ditambah sehingga kamu tidak kehilangan pelanggan. Dengan melakukan peninjaun seperti itu, pengeluaran biaya produksi dapat dikontrol dengan baik karena sesuai keadaan di lapangan. 

Kamu bisa menerapkan tips keuangan bisnis kuliner tersebut agar pengelolaan dana bisa digunakan sebagaimana mestinya sehingga terhindar dari kerugian. Apabila skala usaha kulinermu masih kecil, maka manajemen keuangan dan pembukuan yang sederhana sudah cukup. 

Namun saat skala bisnismu sudah besar, pengelolaan keuangan harus dilakukan lebih serius. Setidaknya, kamu perlu memahami dasar fungsi akuntansi dan manajemen bisnis yang baik. 

Melibatkan pihak ketiga untuk menanggung manajemen keuangan pun tidak masalah asalkan kontrak perjanjian jelas dan komunikasi selalu lancar. 

 

Itulah beberapa tips keuangan bisnis kuliner yang mungkin bisa menjadi referensi saat ingin terjun ke bisnis kuliner.

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *