Asuransi

Yuk Kenali Lebih Dalam 7 Macam Prinsip Asuransi Ini!

thumbnail assurance - prinsip asuransi

Sebelum mengambil asuransi, kamu harus memahami prinsip-prinsip asuransi. Lalu, apa saja sih prinsip asuransi yang wajib diketahui? Prinsip asuransi adalah hal-hal mendasar dalam perjanjian kontrak asuransi antara tertanggung (nasabah) dengan penanggung (perusahaan asuransi) di mana pihak penanggung bersedia menanggung kerugian yang terjadi di masa mendatang setelah pihak tertanggung menyepakati pembayaran premi.

Baca Juga : Yuk Simak Manfaat Menggunakan Asuransi Kesehatan yang Penting Banget Ini!

Di dalam perundang-undangan Indonesia, asuransi diatur di dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 Pasal 1 dan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) Pasal 246.

Berikut Macam-macam Prinsip Asuransi

1. Utmost Good Faith

faith - prinsip asuransi

Prinsip asuransi yang wajib kamu ketahui yaitu utmost good faith. Prinsip asuransi satu ini bisa diartikan sebagai suatu itikad baik, sehingga perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak harus didasarkan pada fakta-fakta yang ada dan jujur.

Calon tertanggung atau nasabah juga harus menyampaikan kondisinya secara lengkap dan akurat. Fakta-fakta yang wajib diungkapkan oleh calon tertanggung antara lain sebagai berikut.

  • Fakta yang menunjukkan adanya risiko yang hendak dipertanggungkan lebih besar dari biasanya baik yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal.
  • Pengalaman mengenai kerugian dan klaim polis lainnya.
  • Fakta mengenai risiko yang sama pernah mengalami penolakan atau pernah dikenakan persyaratan yang sangat ketat dari penanggung lain.
  • Fakta yang berkaitan dengan pokok pertanggungan secara lengkap.
  • Fakta mengenai pembatasan hak subrogasi.
  • Memiliki polis asuransi dari penanggung lain.

Dari fakta-fakta tersebut, pihak perusahaan penyedia asuransi dapat menentukan jumlah premi sesuai dengan kondisi calon tertanggung. Fakta tersebut juga bisa menjadi dasar persetujuan dan penolakan pengajuan klaim dari pihak penanggung terhadap calon tertanggung atau nasabah.

Pihak penanggung dan tertanggung juga harus mengungkapkan fakta yang sesuai mulai dari tertanggung yang harus jujur dalam menginformasikan mengenai kondisi kesehatan dan aset yang dijaminkan hingga keterbukaan pihak penanggung terkait perjanjian asuransi.

2. Proximate Cause

cause - prinsip asuransi

Prinsip asuransi selanjutnya yang wajib kamu ketahui yaitu proximate cause. Prinsip asuransi ini sangat dibutuhkan karena di dalam asuransi terdapat kesulitan dan risiko yang digunakan untuk menentukan penyebab utama.

Misalnya, ketika terjadi kebakaran dan angin puting beliung secara bersamaan, maka klaim asuransi terhadap kerugian rumah dapat dirunut dari kejadian musibah yang terjadi terlebih dahulu. Prinsip proximate cause dapat dilakukan dengan 2 macam pendekatan antara lain:

  • Diurutkan berdasarkan kejadian awal yang artinya jika kejadian awal disebabkan karena kejadian selanjutnya, maka kejadian awal tersebut adalah proximate cause. Namun, jika kejadian awal tidak disebabkan kejadian berikutnya, berarti ada kejadian penyebab lainnya.
  • Diurutkan berdasarkan kejadian akhir di mana rangkaian yang tidak terputus dapat ditemukan proximate cause.

3. Insurable Interest

insurable - prinsip asuransi

Insurable Interest merupakan prinsip asuransi di mana hak untuk melakukan asuransi dilakukan karena adanya kepentingan atau hubungan tertentu antara tertanggung dengan yang diasuransikan. Prinsip asuransi ini mengutamakan jaminan bagi pihak yang ditunjuk.

Misalnya, kamu ingin mengambil asuransi kesehatan sebagai pihak tertanggung dan pihak yang ditunjuk adalah pasanganmu. Apabila terjadi suatu masalah atau risiko pada pihak tertanggung, maka pihak yang ditunjuk akan merugi.

Pihak yang ditunjuk pada prinsip asuransi ini biasanya masih memiliki ketergantungan pada pihak tertanggung secara finansial. Prinsip asuransi yang satu ini biasanya diterapkan pada pihak tertanggung yang masih memiliki hubungan keluarga seperti suami atau istri dan anak-anak.

4. Subrogation

subrogation - prinsip asuransi

Prinsip asuransi yang wajib diketahui selanjutnya yaitu subrogation. Prinsip subrogation dapat diartikan sebagai prinsip pengalihan hak dari pihak tertanggung kepada pihak penanggung setelah adanya pembayaran klaim asuransi sehingga hak subrogasi akan beralih ke perusahaan asuransi.

Perlu kamu ketahui juga bahwa subrogasi ini dapat berlaku apabila kontrak asuransi yang bersangkutan merupakan kontrak indemnity. Adanya pemberlakuan subrogasi ini dimaksudkan untuk mencegah pihak tertanggung mendapatkan penggantian yang lebih besar dari ganti rugi penuh.

Sebagai contoh misalnya kamu memiliki asuransi mobil ketika kamu mengalami kecelakaan yang menyebabkan kerusakan pada mobil. Apabila asuransi tersebut sudah menggantikan kerugian yang dialami oleh pihak tertanggung, maka rongsokan mobil menjadi hak milik perusahaan asuransi.

Dalam menjalankan prinsip kegiatan usaha asuransi subrogasi, ada beberapa keadaan yang mungkin akan muncul antara lain.

  • Perbuatan pelanggaran hukum

Sebagai contoh misalnya mobil X sudah diasuransikan pada perusahaan Mekar Abadi. Suatu hari, terjadi sebuah kecelakaan yang membuat mobil X tertabrak oleh mobil Y. Dengan adanya kejadian ini, pihak perusahaan Mekar Abadi akan membayarkan klaim terhadap mobil X.

Setelah kejadian tersebut, perusahaan Mekar Abadi akan memiliki hak subrogasi untuk menuntut ganti rugi dari pemilik mobil Y yang telah menimbulkan kerusakan pada mobil X.

  • Sudah diatur di dalam kontrak yang dibuat

Di dalam kontrak asuransi sudah tertulis mengenai hak dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Apabila salah satu pihak lalai dalam menjalankan perjanjian dan kewajiban yang bisa membuat pihak lain mengalami kerugian, maka pihak yang lalai tersebut wajib membayarkan ganti rugi.

  • Adanya peraturan yang sudah tercantum di dalam Undang-undang

Hal-hal mengenai pertanggungan dalam asuransi juga dapat diatur oleh Undang-undang. Misalnya, beberapa negara menerapkan adanya tanggung jawab yang harus dilakukan pemerintah daerah apabila terjadi kerusuhan. Dalam kasus ini, pihak yang berwenang yaitu kepolisian setempat.

  • Pokok Pertanggungan

Ketika terjadi klaim asuransi seperti total loss only, maka pihak tertanggung akan memperoleh ganti rugi secara penuh. Setelah itu, apabila terdapat sisa barang, maka sisa barang tersebut akan menjadi hak penanggung (pihak asuransi) jika ganti rugi sudah dibayarkan.

5. Indemnity

indemnity - prinsip asuransi

Prinsip asuransi selanjutnya yaitu indemnity atau dapat diartikan sebagai prinsip ganti rugi. Prinsip asuransi satu ini mengatur perusahaan asuransi sebagai pihak penanggung untuk melakukan pembayaran penggantian kerugian sesuai premi dari nasabah sebagai pihak tertanggung.

Untuk besaran biaya ganti rugi tersebut bisa lebih kecil dan tidak bisa lebih besar dari kesepakatan yang telah dibuat oleh kedua belah pihak. Ada beberapa metode untuk melakukan penggantian antara lain:

  • Tunai atau pembayaran yang dilakukan secara langsung atau tunai sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.
  • Repair atau penggantian kerugian berdasarkan perbaikan dengan besaran nominal tidak lebih dari 75%.
  • Reinstatement atau penggantian kerugian menggunakan barang baru.
  • Replacement atau penempatan kembali terhadap kerugian yang dialami.

Sebagai contoh misalnya Prita membeli asuransi kebakaran yang diperuntukkan bagi rumah barunya. Untuk memperkecil jumlah premi dan tujuan lainnya, rumah seharga Rp200.000.000,00 itu dipertanggungkan dengan harga Rp140.000.000,00 atau sekitar 70% dari nilai riilnya.

Jika suatu hari nanti terjadi kebakaran, maka Prita hanya akan menerima biaya ganti rugi maksimal 140 juta rupiah saja. Sementara itu, sisa uang sebesar 60 juta rupiah untuk melakukan perbaikan atau renovasi rumah seperti sedia kala dianggap sebagai tanggung jawab Prita sendiri.

Jika kebakaran hanya menimbulkan kerusakan atau menghabiskan separuh dari rumahnya tersebut, maka kerugian yang dialami sebesar 100 juta rupiah. Dengan begitu, asuransi yang diterima hanya 70% dari nilai kerugian yaitu 70 juta rupiah dan sisanya 30 juta rupiah menjadi beban tertanggung.

6. Loss Minimization

loss minim - prinsip asuransi

Loss minimization merupakan prinsip asuransi yang bertujuan untuk memperkecil terjadinya risiko yang akan dihadapi. Dalam memperkecil risiko, ada 2 cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Pre Loss Minimization

Dampak atau risiko kerugian diantisipasi dengan melakukan suatu upaya atau tindakan untuk memperkecil suatu risiko sebelum kerugian tersebut terjadi misalnya menggunakan seat belt saat berkendara menggunakan mobil, memasang alat pendeteksi kebakaran, dan lain sebagainya.

  • Post Lost Minimization

Setelah risiko atau kerugian terjadi, ada langkah yang bisa diambil untuk meminimalisir kerugian yang dialami tersebut. Cara meminimalkan kerugian yaitu dengan memperkecil terjadinya risiko setelah kerugian tersebut terjadi.

Sebagai contoh misalnya menyelamatkan barang-barang sisa kebakaran yang masih bisa dijual lagi untuk mengurangi kerugian yang dialami seperti kerangka besi yang masih tersisa dan beberapa barang sisa kebakaran lainnya.

7. Contribution

contribution - prinsip asuransi

Contribution yaitu prinsip asuransi yang mengatur mengenai hak penanggung untuk mengajak pihak penanggung lainnya menjalin kerja sama untuk sama-sama menanggung. Namun, kewajiban para penanggung terhadap tertanggung (nasabah) tidak harus sama dalam memberikan kompensasi.

Sebagai contoh misalnya Pak Parto memiliki 2 polis asuransi yang sama yaitu asuransi A dan asuransi B. Suatu hari, Pak Parto mengalami kerugian sejumlah Rp50.000.000,00. Dari peristiwa ini, asuransi A akan memberikan Rp35.000.000,00 dan asuransi B memberikan maksimal Rp15.000.000,00.

Pihak tertanggung atau nasabah tidak bisa memperoleh pertanggungan dari masing-masing polis asuransi sehingga total pertanggungan tidak akan lebih banyak dari kerugian yang dialami. Prinsip ini juga mengatur agar jaminan asuransi yang sama memiliki nilai yang sama (pro-rata).

Baca Juga : 17 Syarat dan Cara Membuat Asuransi Perjalanan dari Berbagai Produk

Prinsip asuransi yang wajib diketahui di atas bisa kamu jadikan sebagai referensi untuk memahami prinsip dan aturan dalam asuransi. Asuransi juga menjadi salah satu bentuk investasi yang bermanfaat untuk masa depanmu, lho.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Asuransi