Asuransi PendidikanFinansial

Bagaimana Cara Mengelola Keuangan Pendidikan yang Baik?

Sekolah yang baik tidak hanya mampu mencetak anak didik yang berprestasi dan berakhlak baik,  namun juga mampu mengelola keuangan pendidikan dengan baik. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan belajar dan mengajar serta kegiatan sekolah lainnya dapat berjalan lancar.

Sayangnya, mengelola keuangan pendidikan bukanlah hal yang mudah, apalagi untuk kepala sekolah dan bendahara sekolah baru. Oleh karena itu, kamu perlu mempelajarinya lebih mendalam jika kamu berniat untuk meniti karir sebagai seorang guru.

Memahami Cara Mengelola Keuangan Pendidikan

Pemahaman yang baik tentang mengelola keuangan pendidikan menjadi salah satu modal untuk mencapai manajemen keuangan sekolah yang baik. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang pengelolaan tersebut.

Pengertian Manajemen Keuangan Sekolah

Manajemen keuangan sekolah adalah kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan sekolah yang meliputi budgeting, managing, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban.

Tujuan dilakukannya pengelolaan ini adalah memanfaatkan dana sekolah agar lebih efisien dan efektif. Selain itu, pengelolaan ini juga bertujuan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan keuangan sekolah serta menghindari penyalahgunaan anggaran.

Prinsip Mengelola Keuangan Pendidikan

Dari pengertian keuangan sekolah di atas, diperoleh 4 prinsip utama dalam keuangan pendidikan.

Prinsip Efisiensi

Mengelola Keuangan Pendidikan - Prinsip Efisiensi

Suatu hal dikatakan efisien jika pelaksanaannya membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya minimal namun hasilnya maksimal. Dengan demikian pengelolaan keuangan sekolah yang efisien adalah apabila terdapat pengeluaran namun hasilnya maksimal.

Prinsip Efektifitas

Mengelola Keuangan Pendidikan - Prinsip Efektifitas

Prinsip efektivitas dalam pengelolaan keuangan bermakna bahwa semua aktivitas yang dilakukan mampu membiayai kegiatan dalam rangka mencapai tujuan. Dengan diberlakukannya prinsip ini, diharapkan tujuan yang dicapai memiliki kualitas yang baik.

Prinsip Transparansi

Mengelola Keuangan Pendidikan - Prinsip Transparansi

Secara umum, transparansi bermakna keterbukaan. Dalam pengelolaan keuangan pendidikan, prinsip transparansi memiliki makna keterbukaan pengelolaan keuangan. 

Keterbukaan ini mencakup sumber keuangan, jumlah pemasukan, rincian penggunaan, dan pertanggungjawaban yang jelas. Sehingga, mereka yang berkepentingan dapat mengetahuinya dengan mudah.

(Baca Juga: Membuat Tabungan Anak Agar Masa Depan Anak Cerah)

Transparansi saat mengelola keuangan pendidikan mampu meningkatkan kepercayaan orang tua murid, masyarakat, pemerintah, dan warga sekolah. Keterbukaan ini dapat dilakukan dengan cara menyajikan informasi keuangan sekolah yang mudah diakses.

Prinsip Akuntabilitas

Mengelola Keuangan Pendidikan - Prinsip Akuntabilitasi

Makna akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan sekolah adalah dapat dipertanggungjawabkan. Itu artinya, penggunaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan anggaran yang ditetapkan. 

Pertanggungjawaban tersebut dilakukan oleh sekolah kepada pemerintah, orang tua murid, dan warga sekolah. Prinsip ini erat kaitannya dengan prinsip transparansi.

Sumber Keuangan Sekolah

Berdasarkan UU, pendanaan sekolah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan demikian, pihak sekolah memperoleh dana dari berbagai sumber:

Pemerintah

Setiap tahun, pihak sekolah memperoleh dana dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam bentuk dana BOS. Dana tersebut khusus digunakan untuk membiayai biaya operasional sekolah. 

Dana ini tidak digunakan untuk menggaji biaya pendidik dengan status PNS karena gaji mereka dibayarkan dari APBN atau APBD. Akan tetapi, dana BOS boleh digunakan untuk menggaji guru honorer.

Orang Tua Murid

Salah satu sumber dana sekolah adalah orang tua murid. Akan tetapi, sekolah negeri biasanya tidak diperbolehkan meminta pungutan dari orang tua murid. Hanya sekolah swasta saja yang diperbolehkan meminta iuran dari orang tua murid.

Swadaya

Sekolah dapat berusaha mencari dana pendidikan secara swadaya. Ada berbagai cara yang dapat ditempuh oleh sekolah untuk memperoleh dana. Salah satunya adalah melalui pengelolaan koperasi sekolah.

Di samping itu, sekolah juga dapat memperoleh dana dari pengelolaan kantin dan hasil penjualan barang bekas, misalnya kertas yang tidak terpakai. Apabila sekolah hendak mengadakan event, mereka juga diperbolehkan mencari dana dari sponsor.

Pihak Lain

Sekolah terkadang juga memperoleh dana dari sumber selain di atas. Salah satu contohnya adalah dari pemerintah, namun sifatnya block grant atau matching grant. 

Pada situasi khusus, contohnya bencana alam, sekolah yang terdampak terkadang juga memperoleh dana dari organisasi internasional ataupun nasional. Dana dari pihak lain ini boleh digunakan untuk membangun gedung sekolah, membeli peralatan, dll.

Pembiayaan Sekolah

Digunakan untuk apa saja dana yang dimiliki sekolah? Pengelolaan keuangan satuan pendidikan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pihak sekolah harus mengelola keuangan pendidikan berdasarkan standar pembiayaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pembiayaan sekolah dibagi menjadi 4 kategori, yaitu:

 

Belanja Pegawai 

Sekolah tentu saja memiliki kewajiban untuk menggaji pegawai, contohnya pegawai TU, petugas perpus, dan penjaga sekolah. Oleh karena itu, belanja pegawai merupakan salah satu pembiayaan rutin yang dilakukan oleh sekolah.

Belanja pegawai ini tentu juga mencakup biaya yang dikeluarkan untuk membayar honorarium guru honorer. Guru dengan status honorer ini biasanya dihitung per jam.

(Baca Juga: Bagaimana Memilih Financial Planner? Apakah diperlukan?)

Belanja Barang

Sebagian dana sekolah pasti dialokasikan untuk belanja barang. Jenis pembiayaan yang tergolong dalam kategori belanja barang ada bermacam-macam, contohnya perawatan gedung, perawatan sarana dan prasarana, dan operasional perkantoran.

Belanja Modal

Meski sekolah bukanlah sebuah perusahaan, namun dana sekolah juga dialokasikan untuk belanja modal atau belanja investasi. Contoh pembiayaan yang digolongkan pada kategori ini adalah pembangunan gedung, pembelian kendaraan, dan peralatan. 

Belanja Bantuan Sosial 

Kategori belanja sekolah yang terakhir adalah belanja bantuan sosial. Contoh pengeluaran belanja bantuan sosial adalah beasiswa dan peningkatan SDM.

Pemanfaatan Keuangan Pendidikan

Sekolah tidak boleh memanfaatkan keuangan pendidikan dengan sembarangan. Mereka harus mengikuti langkah-langkah utama berikut ini.

 

Menyusun RKAS

Pada tahap pertama, sekolah akan merancang anggaran atau menyusun RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Dengan kata lain, RKAS adalah rencana penggunaan sumber dana pelaksanaan kegiatan di sekolah selama 1 tahun.

Penyusunan RKAS tidak hanya dilakukan oleh kepala sekolah dan bendahara sekolah saja, namun juga melibatkan guru, staf sekolah, dan komite sekolah dalam sebuah rapat. Hasil penyusunan ini mungkin berupa kelanjutan RKAS tahun lalu ataupun bukan.

RKAS tersebut harus disepakati oleh semua anggota rapat. Setelah itu, RKAS perlu disahkan oleh lembaga yang lebih tinggi. Pengesahan RKAS sekolah negeri dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan sekolah swasta oleh yayasan.

 

Pelaksanaan Anggaran Sekolah

Setelah RKAS disahkan, pihak sekolah bisa mulai melaksanakan anggaran sekolah. Agar anggaran terealisasi dengan baik, pihak sekolah perlu melakukan pengorganisasian.

Dengan demikian, akan terbentuk beberapa kelompok satuan tugas yang memiliki tanggung jawab masing-masing. Ketika mengalokasikan dana, mereka sebaiknya mengalokasikannya secara hemat, sesuai kebutuhan, dan terarah sesuai anggaran. 

Setiap petugas yang ditunjuk untuk mengelola keuangan pendidikan perlu memahami bahwa ada ikatan yang perlu dipertimbangkan dalam melaksanakan kegiatan yang ada pada RKAS.

Ikatan ini berbentuk prinsip mengelola keuangan pendidikan, pembatasan, dan keharusan. Sehingga, dana akan terkelola dengan efektif dan efisien.

Pemantauan

Pemantauan perlu dilakukan dalam pelaksanaan anggaran dengan tujuan agar semua yang direncanakan terlaksana dengan baik sesuai rencana anggaran. Pemantauan juga berguna untuk memastikan bahwa tidak ada penyimpangan pengalokasian dana.

Pembukuan

Pembukuan transaksi keuangan sekolah sangat penting dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan prinsip akuntabilitas. Pencatatan pengeluaran dan pemasukan ini adalah tugas bendahara.

Dalam mencatat semua transaksi yang dilakukan oleh sekolah, bendahara perlu mencantumkan bukti transaksi atau kuitansi. Dengan demikian, semua transaksi benar-benar dapat diketahui berapa nilainya dan terlacak dengan baik.

Pembukuan transaksi sekolah harus dilakukan dengan cermat dalam beberapa jenis pembukuan, contohnya buku bank, buku pajak, buku kas pembantu, dan buku kas umum.

Setiap buku tersebut digunakan untuk mencatat jenis transaksi yang berbeda-beda. Khusus untuk buku kas pembantu dan buku kas umum, tutup buku dilakukan setiap bulan dan ditandatangani oleh kepala sekolah.

Pertanggungjawaban

Pertanggungjawaban realisasi RKAS harus dilakukan oleh setiap sekolah. Oleh karenanya, bendahara harus membuat surat pertanggungjawaban (SPJ). Setelah disahkan oleh kepala sekolah, SPJ harus dilaporkan kepada bupati atau walikota.

Pelaporan SPJ ini harus dilakukan pada tanggal 10 setiap bulan. Jika pihak sekolah terlambat dalam melaporkannya, mereka akan menerima teguran berupa surat peringatan dari Pemda.

Selain itu, pertanggungjawaban juga perlu dilakukan kepada orang tua murid jika terdapat anggaran dan dana dari orang tua murid. Khusus untuk anggaran dari dana swadaya sekolah, pertanggungjawaban ditujukan untuk warga sekolah.

 

Kemampuan mengelola keuangan pendidikan yang baik harus dimiliki oleh kepala sekolah dan guru. Pengelolaan keuangan yang baik dapat menyukseskan pelaksanaan pendidikan di sekolah. Untuk mempermudah pengelolaan ini, pihak sekolah perlu memanfaatkan teknologi.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *