Asuransi kepemilikan rumah dan properti

Pengertian Asuransi Properti Serta Manfaat yang Dirasakan dari Penggunaannya

Sebagian besar masyarakat mengenal asuransi hanya sebatas perlindungan kesehatan serta jaminan atas kematian saja. Padahal, asuransi memiliki banyak sekali jenisnya. Salah satunya adalah asuransi properti yang sangat penting. Sayangnya masih banyak yang tidak tahu pengertian asuransi properti. 

Mengingat pentingnya jenis asuransi yang satu ini, maka definisi dan manfaatnya harus diketahui oleh masyarakat. Dengan begitu, keuangan lebih yang dimiliki bisa dimanfaatkan untuk memberikan asuransi pada berbagai properti yang dimiliki. Jadi, keamanannya akan senantiasa terjamin hingga mendatang.

Pengertian Asuransi Properti

Untuk mempermudah pemahaman terhadap asuransi yang satu ini, kamu harus tahu pengertiannya yang dilihat dari berbagai versi. Berikut beberapa pengertian terkait asuransi properti yang wajib diketahui sebelum menggunakannya. 

1. Pengertian Asuransi Properti Secara Bahasa

Secara bahasa, asuransi properti berasal dari dua kata, yakni asuransi dan properti. Asuransi sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perjanjian yang dilakukan dua pihak. Pihak pertama wajib membayar iuran secara rutin dan pihak lain wajib menanggung risiko tertentu sesuai perjanjian.

Sementara properti sendiri berarti bangunan, tanah, sarana, serta prasarana yang tidak terpisahkan dari bangunan atau tanah tersebut. 

(Baca Juga: Jenis Asuransi Properti dan Contohnya yang Wajib Kamu Tahu)

Dari dua kata ini dapat disimpulkan bahwa pengertian dari asuransi properti adalah perjanjian dua pihak terhadap jaminan perlindungan atas risiko kerusakan yang mungkin terjadi di masa mendatang. Objek yang dilindungi atau ditanggung berupa kerusakan tanah, bangunan, serta sarana prasarana di dalamnya. 

2. PengertianAsuransi Properti Menurut Istilah

Sementara itu, pengertian dari asuransi properti secara istilah ini jauh lebih sederhana. Asuransi properti lebih dimaknai sebagai salah satu jenis produk asuransi yang memberikan jaminan perlindungan terhadap properti yang dimiliki seseorang. 

Dalam penerapannya, jenis properti yang dilindungi bisa berupa rumah pribadi dan bangunan yang digunakan untuk menjalankan sebuah bisnis. Untuk beberapa produk asuransi properti, ada juga yang memberikan perlindungan kepada semua barang yang ada di dalam bangunan tersebut. 

3. Pengertian Asuransi Properti All Risk dan Kebakaran

Pengertian dari asuransi Properti All Risk sendiri merupakan perlindungan dan jaminan terhadap risiko kerusakan berbagai properti. Risiko kerusakan yang dijamin mencakup keseluruhan, yakni kebakaran, bencana alam, tindak kriminal, hingga kejadian tak terduga.

Untuk asuransi properti kebakaran sendiri berarti perlindungan yang diberikan hanya sebatas risiko kebakaran saja. Tidak mencakup kejadian atau bencana alam lainnya. Namun, risiko kebakaran yang dimaksud juga mencakup faktor lainnya seperti akibat ledakan, pesawat jatuh, ataupun arus pendek. 

Unsur-unsur yang Mendukung Pengertian Asuransi Properti

Agar lebih mudah memahami pengertian asuransi properti, ada beberapa unsur penting yang bisa dijadikan tolak ukur. Apabila sebuah asuransi sudah memenuhi unsur-unsur tersebut barulah bisa disebut asuransi properti.

Sebaliknya, kalau salah satu unsur tidak dipenuhi, maka asuransi tersebut belum bisa dikatakan sebagai asuransi properti. Unsur-unsur tersebut meliputi :

1. Pihak yang Ditanggung

Pengertian Asuransi Properti - Pihak yang Ditanggung

Pihak yang ditanggung merupakan unsur terpenting yang sangat berperan dalam berjalannya proses asuransi. Tanpa adanya pihak yang ditanggung, tentu saja transaksi asuransi tidak bisa dilakukan. 

Pihak yang ditanggung adalah orang yang dengan sengaja melakukan perjanjian kepada perusahaan asuransi untuk membantu memberikan perlindungan properti pada kerusakan di masa mendatang. 

Dengan transaksi tersebut, diharapkan properti yang dimiliki bisa terlindungi keamanannya ketika hal tidak terduga terjadi. Sebagai imbalannya, pihak yang ditanggung harus membayar sejumlah uang kepada pihak perusahaan. 

2. Pihak yang Menanggung

Pengertian Asuransi Properti - Pihak yang Menanggung

Pihak yang menanggung dalam hal ini lebih dikenal sebagai perusahaan asuransi. Disebut penanggung karena perusahaan yang akan menanggung berbagi kerusakan properti yang mungkin terjadi di masa depan.

Jumlah biaya dari kerusakan yang ditanggung sudah ditentukan dalam perjanjian yang dilakukan. Biaya tersebut didapatkan oleh pihak yang menanggung dari premi yang dibayar oleh beberapa nasabah. 

Keuntungan yang didapatkan oleh pihak yang menanggung adalah uang premi yang diberikan oleh sejumlah nasabah yang selanjutnya bisa diolah menjadi lebih produktif. Keuntungan dari pengolahan uang tersebut bisa menjadi keuntungan murni pihak penanggung.

3. Properti yang Akan Diasuransikan

 Pengertian Asuransi Properti - Properti yang di Asuransikan

Unsur terpenting yang membedakan asuransi properti dengan asuransi jenis lainnya adalah adanya properti berupa bangunan yang akan diasuransikan. Apabila unsur ini tidak ada dalam sebuah asuransi, maka belum bisa disebut sebagai asuransi properti.

Beberapa contoh objek yang masuk dalam asuransi properti adalah bangunan, rumah pribadi, kantor, pabrik, yayasan, sekolah, gudang, serta tempat usaha.

4. Perjanjian atau Polis

Pengertian Asuransi Properti - Perjanjian

Perjanjian juga termasuk unsur penting yang membedakan asuransi properti dengan asuransi lainnya. Untuk jenis asuransi properti, isi perjanjiannya hanya terfokus pada jenis kerusakan yang terjadi pada bangunan.

Selain itu, perjanjian juga berisi berbagai pengecualian terhadap berbagai kerusakan bangunan yang tidak masuk dalam tanggungan pihak penanggung.

5. Premi

Pengertian Asuransi Properti - Premi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, premi merupakan imbalan yang diberikan kepada pihak yang ditanggung kepada pihak penanggung. Premi ini berbentuk uang yang dibayar hanya beberapa persen secara rutin. 

Premi juga menjadi syarat aktifnya sebuah kartu asuransi. Jika pembayaran tidak dilakukan sesuai ketentuan, kartu asuransi bisa hangus dan tidak bisa digunakan.

6. Klaim

Pengertian Asuransi Properti - Klaim

Unsur terakhir adalah adanya klaim kerugian atas berbagai kerusakan yang terjadi pada properti. Klaim merupakan permintaan ganti rugi yang akan ditanggung oleh pihak penanggung sesuai perjanjian yang dilakukan sebelumnya.

Namun, untuk melakukan klaim ini ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan polis yang ditunjukkan sebelumnya. Klaim tidak akan berlaku jika kerusakan properti yang terjadi tidak memenuhi perjanjian yang ada dalam polis asuransi. 

(Baca Juga: Asuransi Rumah, Ini Dia Cara Kerjanya)

Manfaat Penggunaan Asuransi Properti 

Banyaknya pengguna asuransi properti tentu bukan tanpa sebab. Ada banyak keuntungan dan manfaat yang menjadi alasan berbagai pihak untuk tetap menggunakan asuransi pada properti kesayangannya. Meskipun harus membayar premi, tetap saja keuntungan tersebut akan dirasakan.

Beberapa manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh pengguna asuransi properti di antaranya :

1. Mendapat Ganti Atas Kerugian Tak Terduga

Manfaat yang paling terlihat dan sangat menggiurkan banyak pihak adalah karena adanya ganti rugi atas kerugian yang mungkin atau akan terjadi. Meskipun sifatnya tidak pasti, tapi properti yang memiliki risiko kerusakan tinggi tentu sangat merasakan manfaatnya.

Penggunaan asuransi akan memberikan keringanan atas jumlah kerusakan yang nantinya bisa saja terjadi. Jadi, ada ganti rugi atas besarnya biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki atau mengganti berbagi barang yang rusak akibat kejadian tidak terduga tersebut.

2. Melindungi Properti Berharga yang Dimiliki Di Masa Mendatang

Manfaat selanjutnya adalah bisa memberikan perlindungan pada properti yang sangat berharga. Perlindungan tersebut memang tidak dirasakan langsung, tapi bisa dirasakan di masa mendatang. Hal ini berkaitan dengan ketidakpastian  peristiwa buruk yang rentan terjadi pada properti.

Hal inilah yang membuat sebagian besar orang membuktikan rasa sayangnya terhadap properti yang dimiliki dengan menggunakan asuransi.

3. Nilai Properti Tetap Stabil

Secara umum nilai properti yang dimiliki seseorang semakin hari akan semakin tinggi. Namun ini tentu tidak berlaku bagi properti yang mengalami kerusakan akibat berbagai peristiwa. Walaupun demikian, nilai properti yang dikhawatirkan bisa turun ini ternyata juga bisa dijaga kestabilannya.

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan asuransi. Ketika terjadi kerusakan, pihak perusahaan asuransi akan segera memperbaiki kerusakan tersebut. Jadi, nilainya tetap stabil bahkan bisa bertambah naik. 

4. Bebas Risiko Tuntutan Hukum

Saat terjadi kerusakan atas bangunan yang dimiliki, seringkali seseorang masih harus dibuat pusing akan berbagi tuntutan hukum yang tertuju padanya. Selain rugi karena bangunan rusak, masih harus mengalami kerugian untuk membayar tuntutan hukum.

Tuntutan hukum ini biasanya diajukan pada berbagai pihak yang secara tidak sengaja terkena dampak atas kerusakan bangunan yang terjadi. Misalnya tuntutan dari korban bangunan miliknya  yang runtuh. Melalui asuransi properti, nasabah asuransi bisa terbebas dari tuntutan hukum tersebut. 

5. Lebih Merasa Tenang

Selain manfaat secara fisik, asuransi properti juga memberikan manfaat secara psikis. Dalam hal ini manfaat yang didapatkan berkaitan dengan ketenangan hati.

Ketika properti yang dimiliki sudah memiliki perlindungan asuransi, maka saat cuaca tidak menentu dan bencana alam mulai melanda, pemilik properti tetap merasa tenang. Tidak perlu lagi khawatir dengan kemungkinan buruk yang bisa merusak bangunan yang dimiliki. 

Pengertian asuransi properti mungkin agak sulit kamu pahami jika belum pernah menggunakannya sebelumnya. Namun unsur dan manfaatnya bisa menjadi pertimbangan besar bagi mereka yang ingin menggunakan asuransi ini untuk melindungi properti kesayangan yang dimiliki. 

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *