Asuransi kepemilikan rumah dan properti

Penting Untuk Dipahami! Rumus dan Contoh Menghitung Biaya Asuransi Properti

Biaya asuransi properti

Mempunyai properti pribadi lebih menyenangkan daripada menyewa properti milik orang lain karena properti pribadi bisa diubah-ubah dan didekorasi sesuai keinginan. Tapi hal ini juga berarti kamu perlu memikirkan biaya asuransi properti untuk melindungi properti mu dari berbagai macam resiko.

Ada banyak resiko yang bisa menimpa properti yang kamu miliki, seperti kerusakan karena bencana alam, kerusakan yang diakibatkan oleh orang lain, kebakaran, dan sebagainya. Pertimbangkan untuk membeli asuransi properti yang disebut juga sebagai asuransi rumah untuk melindungi properti mu.

Mengenal Asuransi Rumah atau Asuransi Properti

Biaya asuransi properti

Asuransi rumah atau asuransi properti akan menyediakan perlindungan untuk properti mu dari berbagai resiko yang mungkin menimpa properti pribadimu di masa mendatang. Akan ada premi yang harus dibayar tapi ini jauh lebih baik dibandingkan mempersiapkan dana mendadak jika terjadi sesuatu.

Asuransi jenis ini akan memberi perlindungan terhadap suatu objek tertentu kalau terjadi resiko yang menimpa objek itu yang adalah properti pribadi atau rumah. Ada beberapa jenis asuransi rumah yang bisa kamu pilih untuk memberikan proteksi terhadap properti yang kamu miliki, yaitu:

  • Asuransi Property All Risk atau PAR

Property all risk merupakan jenis pertama asuransi properti yang menawarkan perlindungan menyeluruh dengan cakupan luas. Perlindungan dari jenis asuransi ini mencakup seluruh resiko yang bisa terjadi pada rumah atau properti mu, misalnya

  • Kerusakan karena bencana hidrometeorologi yaitu kerusakan yang disebabkan oleh angin ribut, banjir, dan badai.
  • Kerusakan karena bencana alam yaitu kerusakan rumah atau properti karena tsunami, letusan gunung berapi, dan gempa bumi.
  • Kerusakan yang disebabkan oleh manusia yaitu kerusakan properti karena perbuatan jahat, huru-hara, pemogokan, dan kerusuhan.

Karena cakupannya lebih luas, biaya premi untuk asuransi property all risk juga lebih besar dibandingkan dengan premi yang harus dibayar kalau kamu memilih asuransi properti jenis lain. Sebelum membeli properti jenis ini, kamu perlu lebih dahulu memahami karakter properti atau rumah pribadimu.

(Baca Juga: Jenis Asuransi Properti dan Contohnya yang Wajib Kamu Tahu)

Pilih produk asuransi properti yang melindungi resiko tertentu yang memang nyata mengancam properti milikmu. Misalnya kalau rumahmu ada di lingkungan yang rawan banjir, dapatkan asuransi properti yang memberi perlindungan tambahan dalam bentuk pertanggungan atas kerusakan dari bencana banjir.

  • Asuransi properti FLEXAS

Apa itu FLEXAS? FLEXAS merupakan singkatan untuk Fire, Lightning, Explosion, Aircraft, dan Smoke. Tidak seperti asuransi sebelumnya, jenis asuransi kedua ini ditawarkan sebagai produk asuransi dasar untuk properti pribadi.

Meskipun kamu hanya membeli salah satu produk, misalnya asuransi kebakaran, perlindungan yang diberikan akan mencakup FLEXAS atau semua resiko lain yang terdaftar. Perlindungan ditawarkan untuk resiko ledakan, sambaran petir, asap, dan kejatuhan pesawat terbang.

Memahami Perhitungan Biaya Asuransi Properti

Biaya asuransi properti - Perhitungan biaya asuransi properti

Setelah mengenali berbagai jenis asuransi dan apa fungsinya untuk properti milikmu, jangan terburu-buru melakukan pembelian asuransi rumah ya. Masih ada banyak hal lain yang harus dilakukan untuk mendapatkan asuransi yang terbaik dan paling sesuai dengan kondisi rumah atau properti mu.

Hal pertama yang wajib kamu pahami adalah bagaimana cara melakukan perhitungan biaya asuransi properti. Ini penting untuk dilakukan agar kamu paham berapa banyak biaya yang harus kamu bayarkan per tahunnya serta manfaat apa yang bisa kamu peroleh nantinya.

Ada rumus dasar yang bisa kamu gunakan untuk melakukan perhitungan biaya asuransi properti, yaitu premi = (Rate × Uang Pertanggungan) + Biaya. Bagaimana cara memahami arti dari rumus ini?

  • Uang Pertanggungan

Uang pertanggungan merupakan nilai yang kamu ingin asuransikan. Nilai dari uang pertanggungan ini ada hitungannya sendiri. Misalnya kalau sebuah rumah terbakar habis hingga rata tanah, insiden kebakaran ini hanya menimpa bagian bangunannya saja dan tidak memberi dampak pada tanah.

Karena harga atau nilai tanah tetap, maka perusahaan asuransi akan memasukkan nilai untuk angka pertanggungan hanya untuk bangunannya saja, tidak termasuk tanahnya. Ini berarti nilai pembelian properti terletak pada komponen tanah dimana bangunan propertimu berdiri.

Sedangkan komponen dari nilai bangunan diperoleh dari kelas bangunan serta luas bangunan. Kelas bangunan itu sendiri terbagi dalam 3 komponen, yaitu:

  • Konstruksi kelas 1 yang adalah bangunan permanen yang terbuat dari beton.
  • Konstruksi kelas 2 merupakan bangunan yang porsi permanennya kurang dari 20% dari komponen bangunan yang bersifat non-permanen.
  • Konstruksi kelas 3 adalah bangunan yang ada di luar kedua kelas konstruksi di atas.

Kelas konstruksi yang semakin tinggi mengharuskan biaya asuransi properti yang wajib dibayar menjadi semakin besar. Kelas konstruksi yang manakah yang paling sesuai dengan properti milikmu?

  • Rate

Rate merupakan besaran atau jumlah premi atau biaya asuransi properti yang wajib kamu bayarkan kepada perusahaan asuransi properti sebagai pemegang polis asuransi. Angka dari premi ini kembali lagi ke tarif yang telah diputuskan untuk dibebankan oleh pihak asuransi dan berdasarkan ketetapan dari OJK.

Sebelum kamu memutuskan untuk membeli asuransi apapun, kamu harus memastikan ke agen penyedia asuransi tentang jumlah premi yang nantinya harus kamu bayarkan. Besaran premi asuransi telah diatur OJK sehingga jumlahnya tidak akan jauh berbeda di banyak perusahaan asuransi properti.

  • Biaya

Selain uang pertanggungan serta rate atau premi, masih ada beberapa biaya lain yang adalah tambahan biaya materai dan biaya administrasi. Dibandingkan dengan keseluruhan premi, jumlah atau besaran biaya ini tergolong kecil.

Contoh Perhitungan Biaya Asuransi Properti

Biaya asuransi properti - Contoh biaya pertanggungan asuransi properti

Kamu mungkin kebingungan membaca rumus dan penjelasan diatas berkaitan dengan biaya yang harus dipersiapkan sebelum membeli asuransi rumah atau properti. Untuk bisa lebih memahami perhitungan biaya ini, kamu bisa mempelajari contoh berikut ini.

Katakanlah kamu ingin membeli asuransi FLEXAS. Rumahmu memiliki nilai bangunan sebesar 200 juta rupiah dan tarif premi yang sudah ditetapkan untuk kamu bayarkan adalah senilai 0,2194%. Biaya asuransi properti FLEXAS adalah sebesar 25 ribu rupiah.

Jadi, nilai premi yang harus kamu bayarkan per tahunnya adalah (Rate × Uang Pertanggungan) + Biaya, yaitu (0,2194 × 200.000.000) + 25.000 = 463.800 rupiah per tahun.

Ada berbagai aspek yang akan dipertimbangkan oleh banyak perusahaan asuransi properti saat menghitung premi untuk biaya asuransi properti yang akan kamu beli. Beberapa aspek itu antara lain adalah:

  • Tingkat resiko kerusakan

Sebagai contoh apakah keterangan yang kamu sampaikan tentang properti yang berlokasi di lingkungan yang rawan gempa atau banjir memang sesuai dengan kenyataan yang ada.

  • Kualitas dari konstruksi bangunan

Kalau konstruksi bangunan yang kamu miliki punya kualitas yang rendah, properti itu mempunyai resiko kerusakan yang lebih besar. Hal ini mempengaruhi biaya premi yang berarti kamu harus membayar biaya premi yang lebih tinggi.

  • Nilai properti dan perkembangannya

Hal ini biasanya berkaitan dengan tempat atau lokasi dari propertimu, seberapa strategis lokasinya, serta harga pasar dari properti yang kamu miliki.

Bicarakan ketiga hal diatas dengan agen penyedia asuransi properti yang kamu percayai secara terbuka dan pastikan kamu mendapatkan semua keterangan dengan lengkap dan jelas sehingga kamu tidak akan merasa dicurangi setelah melakukan pembayaran premi yang mungkin lebih tinggi dari seharusnya.

(Baca Juga: Pengertian Asuransi Properti Serta Manfaat yang Dirasakan dari Penggunaannya)

Selain itu, sebelum melakukan pembelian asuransi rumah atau asuransi properti, ada beberapa hal lain yang perlu kamu cari tahu dari agen asuransi serta perusahaan penyedia asuransi properti. Hal-hal tersebut antara lain adalah:

  • Apakah ada perluasan jaminan terhadap resiko yang bisa ditawarkan oleh perusahaan asuransi rumah.
  • Resiko dasar seperti apa yang bisa ditanggung oleh perusahaan asuransi properti tersebut.
  • Untuk resiko kerusakan yang diakibatkan oleh bencana alam, apa saja bencana yang termasuk di dalam daftar tanggungan resiko.
  • Untuk biaya asuransi properti yang menanggung bangunan dan harta benda, pastikan harta benda apa yang ditanggung dalam perjanjian asuransi properti tersebut.
  • Pelajari pilihan mekanisme untuk pembayaran premi serta besaran premi yang harus dibayar dan dari mana angka pembayaran itu didapatkan.
  • Cari tahu cara mengajukan klaim dan berapa lama klaim bisa dicairkan apabila terjadi resiko yang menimpa rumah atau properti pribadimu.

Satu hal yang sangat penting untuk kamu tanyakan selain cara melakukan perhitungan biaya asuransi properti adalah memastikan semua ketentuan asuransi properti. Misalnya kalau rumah ludes sepenuhnya, apakah perusahaan menanggung semuanya atau hanya sebagian saja.

 

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *