Asuransi Kelautan

Pahami Yuk, Jenis Asuransi Kelautan, Syarat, Serta Contoh-contohnya

Jenis asuransi kelautan

Asuransi di masyarakat lebih dikenal sebagai jaminan perlindungan terhadap kesehatan dan jiwa seseorang di masa depan. Padahal, jangkauan asuransi ini sangat luas dan meliputi banyak hal. Salah satunya adalah jenis asuransi kelautan.

Sesuai namanya, asuransi ini termasuk jenis asuransi pengangkutan yang memberikan perlindungan pada barang ketika diangkut menggunakan transportasi laut. Jadi, segala hal yang berhubungan dengan penyeberangan laut akan mendapatkan perlindungan dari kerusakan akibat peristiwa tidak terduga. 

Jenis Asuransi Kelautan dan Contoh Penggunaannya

Walaupun secara umum asuransi ini memberikan perlindungan dalam hal kelautan, namun berdasarkan penerapannya asuransi kelautan dapat dibedakan lagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah macam-macam asuransi kelautan yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhannya. 

1. Polis Standar Asuransi Pengangkutan Barang Indonesia

Jenis asuransi kelautan - Polis standar asuransi pengangkutan barang indonesia

Jenis asuransi kelautan yang satu ini banyak digunakan di Indonesia. Penggunaannya bisa membantu seseorang untuk melindungi barang yang dimiliki dari berbagai kerusakan tidak terduga akibat peristiwa tertentu.  

Perbedaan yang menonjol dari asuransi laut jenis ini terletak pada jenis barang yang diangkut. Polis Asuransi Pengangkutan Barang Indonesia atau PSAPBI ini fokus memberikan perlindungan pada barang yang diangkut antar daerah di dalam negeri saja.  

Contoh penggunaan :

Perusahaan A akan mengangkut sejumlah mesin produksi kepada perusahaan B yang ada di luar daerah. Untuk mempermudah proses pengangkutan ini, perusahaan A menggunakan transportasi laut dan sudah membayar biaya asuransi. 

Pada saat proses pengangkutan, tiba-tiba kapal terkena cuaca buruk sehingga menabrak kapal lainnya. Akibatnya, mesin produksi yang dikirim mengalami kerusakan karena terkena air yang masuk. 

Atas peristiwa ini, perusahaan A bisa melakukan klaim asuransi terhadap pihak perusahaan. Jadi, kerusakan mesin bisa diperbaiki dengan dana dari perusahaan asuransi tersebut. 

2. New Marine Policy Form

Jenis asuransi kelautan - New marine policy

Berbeda dengan jenis asuransi kelautan sebelumnya, jenis asuransi kelautan yang satu ini memberikan perlindungan dengan cakupan yang lebih luas, yakni sampai ke luar negeri. Asuransi ini juga lebih dikenal sebagai asuransi  barang impor dan ekspor. 

Dengan demikian, apabila ada barang yang akan diimpor ataupun diekspor menggunakan transportasi laut, maka asuransi ini bisa melindunginya dari berbagai kerusakan yang tidak terduga.

Contoh penggunaan :

Perusahaan elektronik X di Indonesia melakukan impor android merk K pada perusahaan elektronik di Jepang. Untuk menghemat biaya, perusahaan X menggunakan transportasi laut sebagai pilihan pengangkutan.

Untuk menjamin keamanan produk yang diimpor, perusahaan X menggunakan asuransi dan membayar sejumlah premi yang ditentukan. 

Saat proses pengangkutan, ternyata mesin kapal rusak mendadak dan menyebabkan bagian samping kapal terbakar. Kebakaran ini menyebabkan elektronik yang akan dikirim ada yang rusak total dan sebagian lagi selamat dari insiden tersebut.

(Baca Juga: Berbagai Manfaat dari Asuransi Perjalanan yang Perlu Diketahui)

Agar tidak mengeluarkan biaya yang besar, perusahaan elektronik X melakukan klaim asuransi dan memenuhi berbagai syarat yang dibutuhkan perusahaan. Atas bukti-bukti yang diberikan, akhirnya pihak asuransi menerima klaim asuransi perusahaan X dan membayar ganti rugi atas kerusakan tersebut. 

Perbedaan Jenis Asuransi Kelautan PSAPBI dan NMPF

Adanya beberapa jenis asuransi kelautan sebenarnya diciptakan untuk menyesuaikan kebutuhan penggunanya. Kalau kamu ingin menggunakannya dengan efektif dan sesuai kebutuhan, beberapa perbedaan asuransi jenis PSAPBI dan NMPF berikut bisa dijadikan bahan pertimbangan. 

Jenis Perbedaan Asuransi PSAPBI Asuransi NMPF

Cakupan perlindungan

Asuransi PSAPBI : Barang yang diangkut di daerah Indonesia saja.

Asuransi NMPF: Barang yang diangkut dari luar negeri atau ke luar negeri.

Biaya

Asuransi PSAPBI: Premi yang dibayar lebih terjangkau.

Asuransi NMPF: Biaya premi yang harus dibayar lebih mahal.

Perlindungan

Asuransi PSAPBI: Ganti rugi yang didapatkan lebih terbatas.

Asuransi NMPF: Kerusakan yang diganti rugi memiliki cakupan lebih luas dan besar.

 

Syarat Melakukan Klaim Asuransi Kelautan

Sama dengan asuransi lainnya, untuk bisa membuat asuransi dan melakukan klaim perlindungan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Jika salah satu syarat tersebut tidak bisa dipenuhi nasabah, maka jaminan perlindungan yang diinginkan tidak akan didapatkan.

Syarat-syarat melakukan klaim asuransi kelautan meliputi :

1. Sudah Membayar Kewajiban Premi Sesuai Ketentuan

Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi untuk mendapat perlindungan asuransi adalah dengan membayar premi sesuai ketentuan. Jumlah premi yang dibayar tentu sesuai dengan jenis kerusakan yang bisa diperbaiki. Semakin tinggi premi yang dibayar, semakin tinggi ganti rugi yang akan diberikan. 

2. Memberikan Laporan Terkait Kerugian dan Kerusakan yang Terjadi

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membuat laporan terkait peristiwa yang terjadi yang menyebabkan kerusakan. Laporan yang dibuat tersebut harus sesuai dengan keadaannya tanpa ada unsur kebohongan. Untuk memastikannya, biasanya pihak asuransi laut akan mengecek langsung.

3. Menyerahkan Beberapa Dokumen yang Dibutuhkan dalam Pemeriksaan

Setelah laporan dibuat, ada beberapa dokumen yang tetap harus diserahkan kepada pihak asuransi untuk membantu proses pemeriksaan. Dokumen tersebut meliputi :

  • Surat permohonan asuransi tertulis.
  • Bukti berupa tulisan seperti email, faksimile, dan sejenisnya. 
  • Polis asuransi yang dimiliki.
  • Covernote asli yang dibuat dan diterbitkan oleh notaris.

(Baca Juga:  Apa Itu Asuransi Perjalanan? Traveler dan Pebisnis Wajib Mengenal Produk Ini!)

4. Melengkapi Dokumen yang Dibutuhkan untuk Klaim Asuransi

Syarat selanjutnya adalah melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk proses klaim asuransi lainnya. Berkaitan dengan asuransi kelautan, dokumen-dokumen penting yang wajib dipenuhi di antaranya :

  • Laporan kecelakaan yang terjadi pada kapal.
  • Surat jalan asli dari barang yang dimiliki.
  • Rincian biaya perbaikan atas kerusakan barang yang diangkut.
  • Surat tuntutan resmi kepada pihak pengangkut barang.
  • Kontrak perjanjian pengangkut barang antara pihak pengangkut dan pihak yang tertanggung.
  • Foto-foto kerusakan yang terjadi pada barang.
  • Laporan kecelakaan dari polisi.
  • Surah penyerahan petikemas.
  • Surat asli dari Bill of Lading. 

Contoh Produk Berbagai Jenis Asuransi Kelautan

Kalau kamu sering melakukan pengiriman barang berharga dari luar ataupun dalam negeri menggunakan angkutan laut, tentu harus bisa memilih asuransi kelautan yang tepat dan sesuai kebutuhan. Beberapa contoh asuransi kelautan yang bisa dijadikan bahan rujukan adalah :

1. Asuransi Astra

Produk asuransi yang satu ini sebenarnya memiliki cakupan yang luas dan masih sangat umum. Perusahaan ini juga memiliki produk asuransi pengangkutan, salah satunya adalah pengangkutan laut. 

Tidak hanya itu, Astra ternyata juga memberikan asuransi kelautan pada kapal itu sendiri khususnya pada rangka kapal. Produk ini bisa dimanfaatkan oleh perusahaan pemilik kapal untuk melindungi kapal dari berbagai kerusakan akibat hal tidak terduga.

Meski disebut asuransi rangka kapal, tentu saja cakupan perlindungannya lebih luas. Beberapa perlindungan tersebut meliputi kerusakan kerangka kapal, peralatan, serta kerusakan mesin yang digunakan pada kapal tersebut. 

2. Asuransi Bintang

Asuransi bintang memang tidak terlalu dikenal masyarakat umum. Namun, asuransi ini sangat terkenal bagi mereka yang biasa menggunakan asuransi kelautan. Dalam penerapannya, asuransi bintang ini dibedakan menjadi 3 jenis produk.

Beberapa produk tersebut meliputi asuransi PSAPBI dan NMPF. Asuransi PSAPBI ini juga dibedakan lagi menjadi 3 jenis, yakni jaminan 1 yang setara dengan ICC ‘A’, jaminan 2 yang setara dengan ICC ‘B’, asuransi jaminan 3 yang setara dengan ICC ‘C’.

3. Asuransi Mega Pratama

Mega Pratama termasuk jenis perusahaan asuransi yang fokus memberikan jaminan perlindungan kepada pengangkutan. Jenis pengangkutan yang bisa menggunakan asuransi ini ada 3, yakni asuransi laut, udara, dan darat.

Untuk asuransi laut sendiri memberikan perlindungan hampir pada seluruh jenis kerusakan yang terjadi. Beberapa jenis kerusakan pengangkutan laut yang tidak dijamin dengan asuransi ini hanya meliputi tindakan yang disengaja, sifat alami barang, perang, serta barang yang tidak dipacking dengan baik.

4. Asuransi Sinar Mas

Asuransi ini memiliki usia yang cukup tua dan berpengalaman karena sudah berdiri sejak tahun 1985. Produk asuransi yang dimiliki juga sangat banyak, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, hingga asuransi pengangkutan.

Asuransi kelautan yang dimiliki Sinar Mas juga sangat terkenal. Ini disebabkan karena layanan dan proses klaim asuransi ini bisa berjalan dengan sangat cepat. Bahkan untuk asuransi laut bernilai ratusan juta bisa dicairkan dalam waktu 2 Minggu setelah pengajuan dan syarat diberikan. 

5. Asuransi Axa

Produk asuransi kelautan dari Axa termasuk dalam golongan asuransi pengangkutan. Beberapa jenis produk yang dilindungi bisa berupa alat berat, mesin, elektronik, serta berbagai barang-barang besar yang  bisa menyebabkan kerugian besar bila mengalami kerusakan. 

Beberapa jenis asuransi kelautan yang ada tentu sangat berguna untuk membantu berbagai kebutuhan atau aktivitas khususnya dibidang bisnis. Apabila barang yang diproduksi sering diangkut dari luar negeri, tentu saja asuransi yang paling tepat digunakan adalah NMPF. 

Sebaliknya, kalau pengangkutan barang yang sering kamu lakukan hanya berkisar di dalam daerah saja, maka jenis asuransi kelautan yang tepat adalah PSAPBI.

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *