Investasi

10 Tips Anti Gagal untuk Investasi Saham

Tips Anti Gagal untuk Investasi Saham

Investasi Saham – Kemajuan teknologi membuat banyak hal menjadi lebih mudah, termasuk dalam dunia investasi. Inilah alasan mengapa investasi menjadi sangat populer akhir-akhir ini, apalagi pada produk investasi saham. Tak hanya di kalangan pengusaha dan orang dewasa, anak muda juga banyak yang melakukannya lho.  

Apakah Kamu tertarik untuk menjadi salah satunya? Prosesnya bisa mudah atau susah tergantung pada bagaimana cara Kamu melakukannya. Agar tidak terlalu bingung dan sebagai wawasan dasar, kamu bisa simak beberapa tips di bawah ini ya.

 

Tips Dasar untuk Investasi Saham

Cek Keuangan

Cek Keuangan

Kamu sudah sangat ingin berinvestasi? Mungkin untuk sekedar ikut-ikutan teman atau memang ingin mencoba hal baru? Apapun alasan di baliknya, kamu harus cek dulu nih kondisi kantong kamu. 

Sebelum membeli saham apa pun, pastikan dulu jika uang di dalam dompet kamu masih cukup untuk makan dan membeli kebutuhan lain, serta dana di rekening masih ada untuk kebutuhan tak terduga. 

Jika kamu masih memiliki hutang, baik dalam bentuk kartu kredit ataupun cicilan lain, sebaiknya keinginan mengeluarkan uang lagi untuk berinvestasi ditunda dulu ya. Karena jika dipaksakan, nantinya Kamu sendiri yang akan kesulitan. Jika kondisi keuangan sudah oke, kamu bisa lanjut ke tips berikutnya.

Jangan Terburu-buru

Tips Anti Gagal untuk Investasi Saham

 

Berinvestasi bukanlah tentang menghasilkan uang besok atau tahun depan. Sebaliknya, investasi adalah komitmen jangka panjang, yang biasanya dimaksudkan untuk mendukung kehidupan yang lebih baik di masa depan atau sebagai tabungan masa tua.

Jadi kuncinya adalah berinvestasilah secara teratur sedikit demi sedikit, bukan langsung banyak dan terburu-buru ingin memperoleh hasil. 

Dengan kata lain, Kamu harus bisa sabar dan telaten, serta mulailah berinvestasi ketika Kamu siap untuk membiarkan uang Kamu tumbuh selama 3-5 tahun ke depan atau bahkan lebih. 

(Baca Juga: Bisnis Kreatif Dengan Profit Menjanjikan Ditahun Ini)

Pertimbangkan Resiko vs Keuntungan

Pertimbangkan Resiko vs Keuntungan

Bagi pemula, investasi saham memang terdengar sangat menggiurkan, apalagi jika Kamu diajak oleh teman atau saudara, pastinya mereka akan lebih banyak membahas keuntungan daripada kerugian. 

Tapi jangan mudah termakan omongan ya. Kamu harus cari tahu dulu nih, apa saja sih kelebihan dan kekurangan jika Kamu membeli saham di perusahaan X? Apakah X benar-benar perusahaan yang tepat untuk berinvestasi? 

Apakah teman atau saudara yang mengajak Kamu adalah orang yang tepat atau ahli di bidang ini? Kamu harus pikirkan dan pertimbangkan dengan matang hal-hal semacam ini untuk menekan resiko kerugian dan penyesalan di masa depan.

Jangan Terpaku pada Satu Perusahaan

Tips Anti Gagal untuk Investasi Saham

Setiap perusahaan memiliki rentang ukuran, sektor, volatilitas, dan jenis pola pertumbuhan. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa para investor senior tidak pernah membeli saham dalam jumlah banyak di satu perusahaan. Sebaliknya, mereka justru membeli sedikit saham di beberapa perusahaan. 

Kenapa demikian? Bayangkan jika kamu membeli saham seharga Rp 100.000.000 di perusahaan X, dan ternyata karena sejumlah alasan perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan, maka uang kamu pun akan ikut hilang. 

Tapi jika kamu menggunakan Rp 100.000.000 untuk membeli saham dari 5 perusahaan misal, maka jika ada 1 perusahaan yang bermasalah, kamu masih memiliki harapan di 4 perusahaan lainnya. Jadi jangan mudah terpesona pada satu perusahaan, sebagus apapun perusahaan tersebut terlihat.

Satu lagi, 5 perusahaan yang Kamu pilih tadi haruslah berbeda bidang, misalnya perusahaan pertama di bidang pariwisata, perusahaan kedua di bidang perbankan, perusahaan ketiga di lini makanan dan minuman, dsb. 

Jangan Emosional

Jangan Emosional

Terlihat sepele, tapi poin ini sangat penting nih. Bahkan jika Kamu memiliki uang ‘nganggur’ sekitar Rp 500.000.000 misal, sebaiknya jangan langsung menggunakannya untuk membeli saham jika Kamu adalah pemula. 

Sebaliknya, gunakan sesedikit mungkin uang tersebut untuk berinvestasi sambil Kamu melihat perkembangan investasi Kamu dan belajar seperti apa sih dunia investasi. Jika nantinya Kamu sudah benar-benar ahli, Kamu bisa menggunakan uang sebanyak apapun untuk berinvestasi.

Jadi intinya, jangan karena Kamu ingin terlihat “Wah” atau agar dianggap hebat oleh investor lain, Kamu langsung menghabiskan seluruh uang/harta Kamu untuk berinvestasi padahal ilmu Kamu masih sangat dangkal. Jika nekat melakukannya, kemungkinan besar Kamu akan mengalami kerugian di kemudian hari.

(Baca Juga: Aplikasi Pinjaman Uang Online Tepercaya 2021)

Beli Rendah, Jual Tinggi

Tips satu ini sebenarnya sangat klasik, tapi masih sangat sulit untuk dipraktekkan. Saham harga rendah biasanya berasal dari perusahaan baru, sedang mengalami masalah, atau bahkan hampir bangkrut, dan tidak banyak investor yang mau membelinya. Di sinilah ilmu investasi sangat diperlukan. 

Kamu harus bisa tahu apakah perusahaan tersebut bisa bisa naik atau bahkan akan anjlok. Cara mengetahuinya tentu saja sangat sulit, jadi Kamu perlu belajar langsung dari investor senior yang memang sangat ahli. Jika berhasil menerapkannya, dijamin keuntungan yang Kamu dapat akan sangat banyak.

Jangan Membeli Apa yang Dibeli Orang Lain

Saham tidak sama dengan trend fashion yang harus selalu diikuti, jadi jika misalnya ada satu waktu ketika orang beramai-ramai membeli saham di perusahaan A, maka Kamu jangan langsung ikut membelinya. 

Kamu harus analisis dulu nih, seperti apa perusahaan tersebut dan mengapa orang-orang membicarakannya. Karena ada banyak kasus seperti ini yang akhirnya justru membuat kerugian karena perusahaan yang dimaksud ternyata adalah penipu. Kamu pastinya tak ingin ikut rugi, kan?

Pilih Satu Strategi dan Pertahankan

Ada banyak strategi dalam investasi saham, Kamu bisa pilih dan pelajari secara mendalam satu jenisnya, kemudian pertahankan. 

Jadi jangan plin-plan dan mudah terombang-ambing dengan berbagai strategi yang ada, karena nantinya fokus Kamu malah akan terbagi dan tidak ada satupun strategi yang bisa Kamu kuasai.

Mulailah Sedini Mungkin

Satu lagi rahasia para investor sukses adalah mereka mulai melakukannya sejak muda. Berinvestasi di usia 20-an memang sangat menantang, karena pada usia ini biasanya Kamu masih belum berpenghasilan tinggi. 

Tapi dengan memulainya sedini mungkin, Kamu memiliki peluang lebih besar untuk sukses lebih cepat daripada orang yang tidak berinvestasi. Lantas, bagaimana jika usia Kamu saat ini sudah 30-an tahun? Maka Kamu bisa mulai memikirkan dan membuat rencana investasi sejak hari ini.

Hubungi Perusahaan

Metode ini adalah yang terbaik untuk melakukan uji tuntas sebelum Kamu benar-benar membeli saham di suatu perusahaan. 

Setiap saham yang diperdagangkan secara publik, pastinya memiliki kontak person yang bisa dihubungi, dan mereka akan dengan senang hati menjawab semua pertanyaan Kamu sebagai calon investor. 

Setelah melakukan analisis mendalam terhadap sebuah perusahaan dan memiliki wawasan yang cukup dalam hal investasi, Kamu bisa langsung menghubungi sendiri perusahaan yang dimaksud untuk mendapatkan informasi tentang seberapa menguntungkannya berinvestasi di perusahaan tersebut.

Saat melakukan investasi saham, maka Kamu sama dengan membeli sebagian dari sebuah perusahaan. Karena itu, Kamu harus sangat berhati-hati nih dalam menjadi harta tak kasat mata ini. Jika tertarik untuk melakukannya, Kamu bisa coba 10 tips di atas untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Investasi